RADARBONAG.ID – Membersihkan makeup bukan sekadar menghapus warna foundation, lipstik, atau eyeliner dari wajah.
Sisa makeup, sunscreen, minyak, dan kotoran yang menumpuk jika tidak dibersihkan dengan baik dapat membuat kulit terasa tidak nyaman.
Tidak heran jika produk cleansing menjadi bagian penting dalam rutinitas skincare. Namun, semakin banyak pilihan justru membuat sebagian orang bingung menentukan produk yang tepat.
Dua produk yang cukup populer adalah micellar water dan cleansing balm.
Keduanya sama-sama digunakan untuk membantu membersihkan wajah dari makeup dan kotoran.
Baca Juga: Ummi Quary Ungkap Perasaan Hancur Saat Umrah, Tangis dan Doanya di Tanah Suci Bikin Netizen Terharu
Namun, tekstur, cara pemakaian, hingga sensasi setelah digunakan cukup berbeda.
Lantas, kalau harus memilih, lebih bagus micellar water atau cleansing balm untuk membersihkan makeup?
Micellar Water, Praktis untuk Makeup Ringan
Micellar water menjadi salah satu produk cleansing yang banyak dipilih karena cara penggunaannya relatif sederhana.
Produk berbentuk cair ini biasanya dituangkan pada kapas, kemudian diusapkan secara perlahan ke wajah untuk membantu mengangkat makeup, sunscreen, minyak, dan kotoran.
Keunggulan paling terasa adalah kepraktisannya.
Tidak perlu memijat wajah dalam waktu lama dan tidak membutuhkan proses emulsifikasi.
Tinggal tuangkan secukupnya pada kapas, lalu bersihkan wajah secara perlahan.
Karena itu, micellar water cocok digunakan ketika makeup yang dipakai relatif ringan atau ketika seseorang menginginkan rutinitas pembersihan yang cepat.
Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan.
Penggunaan kapas berarti terdapat gesekan langsung dengan kulit.
Jika dilakukan terlalu kuat atau berulang kali, gesekan tersebut bisa membuat kulit terasa tidak nyaman, terutama pada area mata dan bagian wajah yang sensitif.
Jadi, bukan hanya produknya yang penting, cara menggunakannya juga menentukan kenyamanan kulit.
Cleansing Balm, Andalan untuk Makeup Lebih Berat
Berbeda dengan micellar water, cleansing balm memiliki tekstur yang lebih padat ketika pertama kali diambil dari wadah.
Saat diaplikasikan ke wajah dan dipijat dengan lembut, teksturnya akan meleleh menjadi lebih oily.
Ketika dicampur dengan air, cleansing balm umumnya akan mengalami emulsifikasi sehingga lebih mudah dibilas.
Karakter tersebut membuat cleansing balm banyak disukai oleh pengguna makeup tebal atau produk yang memiliki daya tahan tinggi.
Foundation dengan coverage tinggi, sunscreen, hingga sejumlah produk makeup yang sulit dibersihkan dapat lebih mudah diluruhkan menggunakan cleansing balm.
Keunggulan lainnya, produk ini tidak membutuhkan kapas.
Cukup gunakan tangan yang bersih dan pijat wajah dengan lembut.
Setelah itu, tambahkan sedikit air untuk proses emulsifikasi sebelum membilasnya.
Namun, dibandingkan micellar water, cleansing balm memang membutuhkan beberapa langkah tambahan.
Jadi, Mana yang Lebih Jago Mengangkat Makeup?
Kalau hanya menggunakan makeup ringan sehari-hari, micellar water bisa menjadi pilihan praktis.
Produk ini dapat membantu membersihkan makeup tanpa membutuhkan banyak tahapan.
Apalagi jika pengguna tidak menggunakan produk waterproof atau makeup dengan daya tahan tinggi.
Sebaliknya, cleansing balm dapat lebih menarik bagi mereka yang menggunakan makeup lebih tebal atau tahan lama.
Teksturnya yang berubah menjadi oily saat dipijat membantu meluruhkan berbagai produk makeup sebelum wajah dibilas.
Meski begitu, bukan berarti cleansing balm selalu lebih unggul.
Formula masing-masing produk berbeda.
Jenis makeup yang digunakan juga berbeda. Bahkan, cara pemakaian bisa memengaruhi hasil akhirnya.
Jadi, tidak ada pemenang mutlak dalam duel micellar water vs cleansing balm.
Kulit Berminyak Boleh Pakai Cleansing Balm?
Banyak pemilik kulit berminyak masih ragu menggunakan cleansing balm.
Alasannya sederhana: teksturnya terasa berminyak sehingga muncul kekhawatiran wajah justru semakin oily.
Padahal, tekstur oily pada cleansing balm tidak otomatis membuat kulit menjadi lebih berminyak setelah digunakan.
Yang lebih penting adalah cara pemakaian dan proses pembilasannya.
Cleansing balm perlu diemulsikan dengan air sesuai petunjuk penggunaan. Setelah itu, pastikan produk dibilas hingga bersih.
Sementara itu, micellar water memang memberikan sensasi yang lebih ringan.
Tetapi jika masih terdapat sisa makeup atau sunscreen setelah pemakaian, pembersihan dapat dilanjutkan dengan tahap berikutnya sesuai kebutuhan.
Kulit Sensitif Harus Lebih Hati-Hati
Untuk pemilik kulit sensitif, memilih antara micellar water dan cleansing balm tidak bisa hanya berdasarkan jenis produknya.
Formula produk jauh lebih penting untuk diperhatikan.
Micellar water yang mengharuskan pengguna mengusap kapas berkali-kali mungkin terasa kurang nyaman bagi kulit yang mudah mengalami kemerahan.
Sebaliknya, cleansing balm memang memungkinkan pembersihan tanpa kapas, tetapi bukan berarti wajah boleh dipijat dengan tekanan kuat atau terlalu lama.
Keduanya tetap harus digunakan secara lembut.
Selain itu, perhatikan bagaimana kulit bereaksi setelah pemakaian.
Jika muncul rasa perih, kemerahan, gatal, atau sensasi tidak nyaman yang berulang, produk tersebut sebaiknya dievaluasi kembali.
Perlukah Double Cleansing?
Micellar water maupun cleansing balm dapat menjadi bagian dari rutinitas double cleansing.
Setelah makeup dan sunscreen dibersihkan menggunakan cleansing product, tahap selanjutnya dapat dilanjutkan dengan facial wash berbasis air jika memang dibutuhkan.
Tujuannya bukan membuat skincare routine menjadi panjang dan rumit.
Double cleansing pada dasarnya dilakukan untuk membantu memastikan sisa makeup, sunscreen, minyak, dan kotoran telah dibersihkan sebelum masuk ke tahap skincare berikutnya.
Namun, tidak semua orang membutuhkan rutinitas yang sama.
Jika setelah melakukan terlalu banyak tahap cleansing kulit justru terasa kering, tertarik, atau semakin sensitif, rutinitas tersebut perlu dievaluasi.
Skincare bukan perlombaan tentang siapa yang memiliki langkah paling banyak.
Tak Harus Memilih Salah Satu
Menariknya, penggunaan micellar water dan cleansing balm sebenarnya tidak harus menjadi pilihan yang saling meniadakan.
Seseorang bisa saja menggunakan micellar water ketika hanya memakai makeup ringan, lalu memilih cleansing balm ketika menggunakan foundation tebal atau makeup waterproof.
Pilihan tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi kulit, jenis makeup, dan kenyamanan masing-masing.
Baca Juga: Sudah Jadi Penyanyi Terkenal, Fanny Soegi Malah Jadi Maba Lagi di Usia 27 Tahun dan Pilih Kuliah
Pada akhirnya, cleansing product terbaik bukan selalu produk yang paling mahal atau sedang viral di media sosial.
Produk yang lebih layak dipilih adalah yang mampu membantu membersihkan makeup dan sunscreen secara efektif, nyaman digunakan, serta tidak membuat kulit terasa terlalu kering atau mengalami iritasi.
Jadi, kalau hari ini makeup-mu tipis, micellar water bisa menjadi pilihan praktis.
Tetapi kalau seharian memakai makeup tebal dan tahan lama, cleansing balm mungkin lebih nyaman.
Bukan soal mana yang paling hebat, tetapi mana yang paling sesuai dengan kebutuhan kulitmu.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : Radar Bonang