RADARBONAG.ID — Aktor Arya Saloka membagikan sejumlah pengalaman mistis yang pernah dialaminya dalam kehidupan.
Tidak hanya satu kejadian, ia mengaku pernah mengalami beberapa peristiwa janggal yang sulit dijelaskan, mulai dari melihat sosok yang ternyata tidak berada di tempat kejadian hingga mengalami sleep paralysis saat berada di lokasi syuting.
Pengalaman tersebut diceritakan Arya Saloka dalam podcast RJL 5 yang dipandu Fajar Aditya.
Beberapa kejadian bahkan membuatnya semakin tertarik mempelajari ruqyah syari serta memahami hubungan antara kondisi psikologis manusia dan pengalaman spiritual.
Melihat Sosok Teman yang Ternyata Tidak Ada
Salah satu pengalaman yang paling membekas terjadi sekitar 2010 ketika Arya masih menjadi mahasiswa di Malang, Jawa Timur.
Baca Juga: Healing Murah Meriah! Liburan ke Pantai Sowan Tuban, Destinasi Estetik Jalur Pantura
Saat itu, ia mengaku melihat sahabatnya bernama Angga sedang tertidur di sebuah kamar milik rekannya, Dani.
Pemandangan tersebut terlihat begitu nyata sehingga Arya tidak merasa ada sesuatu yang aneh pada awalnya.
Namun, kemudian ia mengetahui bahwa Angga sebenarnya tidak berada di tempat tersebut.
Sang sahabat ternyata sedang menginap di rumah neneknya.
Arya pun dibuat bertanya-tanya mengenai sosok yang dilihatnya malam itu.
“Ini yang saya lihat semalam siapa ya? Wallahu a'lam. Saya enggak tahu. Tapi memang saya melihat itu Angga dan Dani tidur di situ,” ujar Arya.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu kejadian yang sulit dilupakan karena apa yang dilihatnya bertolak belakang dengan kondisi sebenarnya.
Mengalami Tindihan Saat Syuting di Batu Karas
Peristiwa lain dialami Arya beberapa tahun kemudian, tepatnya sekitar 2015 ketika dirinya sedang menjalani proses syuting di Batu Karas.
Saat berada di kamar, Arya mengaku mengalami fenomena yang dikenal sebagai tindihan atau sleep paralysis.
Dalam kondisi tersebut, seseorang dapat merasa sadar tetapi kesulitan menggerakkan tubuh.
Pengalaman itu semakin membuat suasana terasa mencekam karena Arya mengaku melihat sesuatu yang janggal di sekitar bagian atas tempat tidurnya.
Kejadian tersebut menjadi salah satu pengalaman yang kemudian ia ingat ketika berbicara mengenai berbagai peristiwa mistis yang pernah dialaminya.
Penampakan Perempuan Berambut Panjang di Yogyakarta
Pengalaman mistis lainnya terjadi pada akhir 2024 ketika Arya berada di Yogyakarta untuk keperluan syuting film horor.
Saat menginap di sebuah vila, ia mengaku melihat sosok perempuan berpakaian putih dengan rambut panjang.
Arya mengatakan dirinya tidak dapat melihat wajah sosok tersebut dengan jelas.
Namun, gambaran perempuan dengan pakaian putih dan rambut panjang itu masih teringat olehnya.
“Oh masih ada satu lagi saya di Jogja ada lagi syuting horor. 2024 akhir. Saya melihatnya kayak sosok perempuan aja putih saya nggak melihat mukanya rambutnya panjang perempuan,” ungkap Arya.
Pengalaman tersebut menambah daftar kejadian janggal yang pernah dialami aktor tersebut selama berada di berbagai lokasi.
Anggota Tim Diduga Kesurupan
Tidak hanya mengalami kejadian yang berkaitan dengan dirinya sendiri, Arya juga pernah menghadapi situasi menegangkan ketika salah satu anggota timnya, Aji, diduga mengalami kesurupan.
Peristiwa tersebut terjadi di tempat tinggal yang mereka tempati. Situasi kemudian membuat Arya harus mengambil tindakan untuk membantu Aji.
Pada akhirnya, Aji dibawa untuk menjalani proses ruqyah.
Pengalaman tersebut membuat Arya semakin tertarik untuk memahami lebih jauh mengenai ruqyah, terutama ketika dirinya mendapatkan peran yang berkaitan dengan tema tersebut.
Arya Saloka Belajar Ruqyah Syari untuk Film Terbaru
Rangkaian pengalaman yang dialaminya kemudian membuat Arya semakin mendalami ajaran agama dan tata cara ruqyah syari.
Ketertarikan tersebut juga berkaitan dengan proyek film terbarunya, Munafik Melawan Iblis.
Dalam film tersebut, Arya memainkan karakter seorang ustaz sehingga ia merasa perlu memahami praktik ruqyah secara lebih mendalam.
“Memang harus belajar tentang ruqyah. Namanya ruqyah syari. Memang kebetulan saya ada di film judulnya Munafik karena memang harus merukiah,” jelasnya.
Bagi Arya, mempelajari ruqyah tidak hanya membantunya dalam menjalankan karakter di depan kamera, tetapi juga memberinya perspektif baru mengenai kondisi manusia.
Ruqyah Menurut Arya Tak Sekadar Persoalan Gangguan Gaib
Dalam proses mempelajari ruqyah, Arya mengaku menemukan pemahaman yang lebih luas mengenai kondisi psikologis seseorang.
Menurutnya, pengalaman spiritual juga perlu dilihat dengan memahami kondisi psikis manusia.
Ia menyebut luka batin yang tidak disadari seseorang dapat menjadi bagian yang perlu diperhatikan.
“Ternyata ruqyah itu setelah saya dalami dan pahami tentang psikologi, tentang psikis manusia. Ketika kita punya luka yang tanpa disadari, itu menjadi pintu masuk bagi jin untuk hinggap ke badan kita,” tuturnya.
Pernyataan tersebut menjadi bagian dari refleksi Arya setelah mendalami tema ruqyah untuk kebutuhan film.
Ia melihat bahwa manusia tidak hanya perlu memperhatikan kondisi fisik, tetapi juga kesehatan mental, ketenangan batin, serta kedekatan spiritual.
Munafik Melawan Iblis Tayang September 2026
Pengalaman dan pemahaman tersebut kemudian menjadi bekal Arya dalam menjalani perannya di Munafik Melawan Iblis.
Film tersebut dijadwalkan tayang serentak di jaringan bioskop Indonesia mulai 3 September 2026.
Tema yang diangkat film tersebut juga membuat Arya melihat pengalaman yang ia jalani bukan sekadar sebagai rangkaian kejadian menyeramkan.
Baginya, ada pelajaran yang dapat diambil mengenai bagaimana seseorang menghadapi ketakutan, ujian, serta hal-hal yang berada di luar kendali manusia.
Arya Saloka Bicara soal Menerima Takdir
Pada akhirnya, pengalaman yang dibagikannya membawa Arya pada sebuah kesimpulan mengenai pentingnya berserah diri kepada Tuhan.
Menurutnya, manusia tidak selalu dapat memahami mengapa sebuah peristiwa terjadi. Namun, setiap orang tetap dapat memilih bagaimana cara menghadapi dan menyikapinya.
“Kesimpulan dari film ini adalah apa pun yang kita terima, takdir yang sudah Allah tetapkan untuk kita adalah takdir terbaik yang harus diterima dengan ikhlas,” pungkas Arya.
Bagi Arya, berbagai pengalaman yang pernah dilalui menjadi pengingat untuk semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta sekaligus belajar menerima setiap kejadian dengan lebih tenang.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : youtube.com/@RJL 5 -Fajar Aditya