Bukan Sekadar Gaya Manis, Coquette Core Makin Digemari Gen Z karena Pita dan Renda Bisa Jadi Ekspresi Diri

Arinie Khaqqo • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 14:25 WIB
Pita, renda, dan warna pastel ternyata bukan sekadar pemanis outfit. Coquette core jadi cara Gen Z mengekspresikan gaya dan identitas diri. (tharindumanujaya.com)
Pita, renda, dan warna pastel ternyata bukan sekadar pemanis outfit. Coquette core jadi cara Gen Z mengekspresikan gaya dan identitas diri. (tharindumanujaya.com)

RADARBONAG.ID – Pita kecil di rambut, renda pada pakaian, warna pastel, rok feminin, hingga aksesori bernuansa romantis mungkin terlihat seperti detail sederhana.

Namun, ketika semuanya dipadukan dengan tepat, elemen tersebut dapat menciptakan karakter fashion yang begitu khas.

Estetika tersebut dikenal dengan istilah coquette core, salah satu gaya yang banyak muncul dalam fashion dan konten media sosial anak muda.

Coquette core identik dengan tampilan feminin, lembut, romantis, dan sedikit playful.

Pita menjadi salah satu elemen paling mudah dikenali, sementara lace atau renda, warna pink, putih, cream, hingga berbagai warna pastel turut memperkuat karakter visualnya.

Baca Juga: Cascais, Kota Cantik di Portugal yang Jadi Saksi Pernikahan Cristiano Ronaldo dan Georgina, Ada Pantai hingga Tebing Ikonik

Namun, tren ini ternyata tidak berhenti pada urusan pakaian.

Nuansa coquette juga merambah makeup, gaya rambut, aksesori, dekorasi kamar, hingga berbagai elemen lifestyle.

Menariknya, coquette core bukan sekadar tentang bagaimana seseorang terlihat manis.

Bagi banyak Gen Z, estetika ini juga menjadi ruang untuk bereksperimen dengan gaya dan menunjukkan sisi personal yang ingin ditampilkan.

Pita Jadi Identitas Paling Ikonik

Jika coquette core memiliki satu aksesori yang paling mudah dikenali, pita hampir selalu menjadi jawabannya.

Ribbon bisa ditempatkan di berbagai bagian outfit, mulai dari rambut, kerah pakaian, tas, sepatu, hingga gelang atau aksesori kecil lainnya.

Ukuran dan material pita juga dapat mengubah karakter penampilan.

Pita satin berwarna hitam, misalnya, dapat memberikan kesan lebih elegan dan dewasa.

Sebaliknya, pita berwarna pink muda atau baby blue menghadirkan nuansa yang lebih playful.

Karena itu, pita sebenarnya tidak selalu identik dengan gaya kekanak-kanakan.

Dengan pemilihan warna dan penempatan yang tepat, aksesori kecil tersebut justru dapat menjadi statement dalam sebuah outfit.

Renda Kembali Jadi Favorit Fashion Anak Muda

Selain ribbon, lace atau renda menjadi elemen penting dalam estetika coquette.

Material yang sebelumnya lebih sering dikaitkan dengan gaya feminin klasik kini kembali hadir dalam berbagai outfit modern.

Renda dapat ditemukan pada blouse, dress, rok, atasan, kaus kaki, bahkan detail kecil pada aksesori.

Namun, tidak perlu mengenakan renda secara berlebihan untuk mendapatkan nuansa coquette.

Satu detail lace pada bagian kerah atau ujung rok sudah cukup memberikan sentuhan feminin.

Bahkan, renda dapat dipadukan dengan item yang lebih kasual agar penampilan tidak terlihat terlalu formal.

Misalnya, atasan dengan detail lace bisa dipadukan dengan jeans dan sneakers.

Perpaduan tersebut menghasilkan kontras yang membuat tampilan terasa lebih modern.

Warna Pastel Bukan Syarat Mutlak

Pink pastel, putih, cream, dan warna-warna lembut memang sangat lekat dengan coquette core.

Namun, perkembangan tren membuat pilihan warnanya semakin luas.

Warna burgundy, cokelat, hitam, navy, hingga earth tone juga dapat digunakan untuk menciptakan gaya coquette yang lebih dewasa.

Perubahan palet warna tersebut membuat estetika ini lebih mudah diterapkan oleh berbagai karakter.

Bagi seseorang yang tidak terlalu menyukai warna pink, misalnya, nuansa coquette tetap bisa diperoleh melalui pita hitam, blouse putih dengan renda, ballet flats, atau aksesori vintage.

Jadi, tidak ada kewajiban untuk membuat seluruh outfit berwarna pastel.

Coquette Core Merambah Makeup dan Dekorasi Kamar

Salah satu alasan coquette core begitu populer adalah karena estetikanya mudah diterapkan di luar pakaian.

Dalam makeup, nuansa coquette dapat muncul melalui blush dengan tampilan lembut, bibir glossy, bulu mata lentik, serta gaya rambut yang dihiasi ribbon.

Sementara itu, kamar tidur juga dapat diberikan sentuhan serupa melalui bedding bermotif floral, sarung bantal dengan detail renda, cermin bergaya vintage, bunga, hingga ornamen pita.

Dari sini terlihat bahwa coquette telah berkembang menjadi lebih dari sekadar fashion aesthetic.

Gaya tersebut berubah menjadi sebuah konsep visual yang dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan.

Kenapa Coquette Begitu Disukai Gen Z?

Salah satu daya tarik terbesar coquette core adalah fleksibilitasnya.

Tren fashion saat ini bergerak sangat cepat. Estetika yang populer di media sosial dapat berganti hanya dalam waktu singkat.

Di tengah perubahan tersebut, coquette memberikan kesempatan bagi seseorang untuk menciptakan gaya yang lebih personal.

Pita bisa dikenakan bersama jeans. Rok feminin dapat dipadukan dengan hoodie oversized. Blouse renda bisa dipasangkan dengan sneakers.

Justru perpaduan antara elemen feminin dan item kasual tersebut yang membuat coquette terasa lebih relevan dengan gaya berpakaian masa kini.

Selain itu, karakter visual coquette yang kuat juga membuatnya mudah diterapkan dalam konten media sosial.

Tekstur renda, warna lembut, aksesori kecil, hingga detail pita dapat memberikan daya tarik tersendiri dalam foto maupun video.

Tak Perlu Serba Pink dan Penuh Pita

Mengikuti coquette core bukan berarti harus mengenakan banyak pita dari kepala sampai kaki.

Justru, menggunakan satu atau dua elemen khas sering kali sudah cukup.

Outfit sederhana berupa jeans dan blouse putih, misalnya, bisa langsung mendapatkan sentuhan coquette dengan tambahan ribbon hair clip.

Begitu pula dengan pakaian berwarna netral yang dipadukan dengan ballet flats dan tas kecil berhiaskan charm berbentuk pita.

Pendekatan seperti ini membuat gaya tetap feminin tanpa menghilangkan karakter pemakainya.

Kuncinya bukan seberapa banyak elemen coquette yang digunakan, melainkan bagaimana aksesori tersebut menyatu dengan keseluruhan penampilan.

Saat Gaya Feminin Menjadi Bentuk Ekspresi Diri

Popularitas coquette core menunjukkan bahwa fashion semakin sering digunakan sebagai media untuk mengekspresikan identitas dan suasana hati.

Elemen yang dahulu dianggap terlalu manis atau terlalu feminin kini justru mendapatkan ruang untuk tampil lebih bebas.

Pita, renda, warna pastel, dan berbagai aksesori romantis tidak lagi hanya menjadi dekorasi.

Baca Juga: Tak Perlu Pandai Menggambar, Coret-Coret Sembarangan di Kertas Ternyata Punya Alasan Kenapa Bisa Terasa Menenangkan

Semua elemen tersebut dapat digunakan untuk menciptakan karakter fashion yang berbeda pada setiap orang.

Pada akhirnya, coquette core bukan tentang mengikuti formula yang sama persis.

Satu orang mungkin memilih pita pink dan dress floral, sementara yang lain cukup menggunakan ribbon hitam pada rambut dan sepatu bergaya klasik.

Keduanya tetap bisa disebut coquette dengan karakter yang berbeda.

Dan mungkin, justru di situlah daya tarik tren ini: bukan membuat semua orang terlihat sama, melainkan memberi kebebasan untuk menjadikan detail kecil sebagai bagian dari identitas personal.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : Radar Bonang
coquette core gaya coquette outfit coquette aesthetic fashion Gen Z tren fashion Gen Z