RADARBONAG.ID – Pembahasan mengenai akhir zaman kembali menjadi perhatian setelah Ustaz Felix Siauw membicarakan rangkaian tanda-tanda kiamat dalam podcast Close the Door yang dipandu Deddy Corbuzier bersama Aldo.
Dalam perbincangan tersebut, Ustaz Felix Siauw menjelaskan pandangannya mengenai konsep akhir zaman dalam Islam, mulai dari tanda-tanda kecil yang disebut telah terjadi, kemunculan Dajjal, turunnya Nabi Isa AS, hingga munculnya Yakjuj dan Makjuj.
Ia menekankan bahwa pembahasan mengenai kiamat seharusnya tidak hanya dipahami sebagai cerita yang menakutkan.
Bagi umat beragama, keyakinan terhadap kehidupan akhir merupakan bagian dari cara memandang tujuan hidup.
Menurut Felix, seseorang perlu mengetahui tujuan akhir kehidupannya agar dapat menentukan bagaimana menjalani kehidupan sejak sekarang.
“Kalau ada orang yang dia tidak pernah meyakini dia akan berakhir, menurutku wasting sih hidupnya. Kan kita starting from ending,” ujar Felix dalam podcast tersebut.
Tanda-Tanda Kiamat Kecil yang Disoroti Felix
Dalam pembahasan itu, Felix juga menyinggung sejumlah fenomena yang dalam riwayat Islam dikaitkan dengan tanda-tanda kiamat kecil.
Ia menyebut meningkatnya pembunuhan, gempa bumi, serta perbuatan zina yang dilakukan secara terbuka sebagai beberapa fenomena yang patut menjadi perhatian.
Salah satu contoh yang ia gunakan adalah praktik prostitusi daring atau open BO yang menurutnya kini dapat ditemukan secara terbuka melalui media sosial.
Namun, pembahasan tersebut tidak hanya berfokus pada fenomena sosial. Felix juga mengaitkan perkembangan teknologi informasi dengan pentingnya kemampuan masyarakat memilah informasi.
Ia menyebut Dajjal sebagai sosok yang membawa informasi yang salah.
Karena itu, menurutnya, upaya menyampaikan informasi yang benar dapat dipandang sebagai bentuk sikap “anti-Dajjal”.
“Dajal tuh bawa informasi yang salah, Om. Nah, kita kalau kita mau mencoba untuk menyebarkan informasi yang benar, itu sudah anti Dajjal,” jelasnya.
Hari Jumat dan Peristiwa Kiamat
Felix juga menyinggung kedudukan hari Jumat dalam ajaran Islam.
Ia menyebut Jumat sebagai Sayyidul Ayyam, yang secara umum dipahami sebagai hari yang memiliki keutamaan.
Dalam pembahasannya, ia mengaitkan sejumlah riwayat dengan keyakinan bahwa kiamat akan terjadi pada hari Jumat.
Karena itu, menurut Felix, konsep kiamat tidak seharusnya dipandang sebagai sesuatu yang sekadar jauh dari kehidupan manusia.
Ia mengajak umat beragama untuk memahami konsep tersebut sebagai bagian dari keyakinan dan refleksi mengenai kehidupan.
Dajjal Digambarkan sebagai Sosok Manusia
Pembahasan kemudian beralih kepada sosok Dajjal.
Felix menyampaikan pandangan bahwa mayoritas ulama meyakini Dajjal sebagai manusia dengan ciri fisik tertentu, termasuk kondisi salah satu matanya yang mengalami kecacatan.
Ia juga menyebut bahwa peringatan mengenai Dajjal telah disampaikan oleh para nabi sebelum Nabi Muhammad SAW.
Menurutnya, berdasarkan sejumlah hadis, para nabi terdahulu juga telah memperingatkan umatnya mengenai ancaman Dajjal.
Pembahasan ini menjadi bagian penting dalam narasi akhir zaman yang disampaikan Felix karena
kemunculan Dajjal disebut sebagai salah satu peristiwa besar menjelang datangnya kiamat.
Setelah Dajjal, Nabi Isa AS Disebut Turun ke Bumi
Dalam penjelasannya, Felix kemudian menggambarkan urutan peristiwa akhir zaman berdasarkan pemahamannya terhadap sejumlah riwayat Islam.
Ia menyebut Dajjal akan muncul terlebih dahulu dan membawa fitnah serta kerusakan besar. Setelah itu, Nabi Isa AS disebut turun ke bumi dan menghadapi Dajjal.
Dalam tradisi Islam, Nabi Isa AS memiliki posisi penting dalam rangkaian peristiwa akhir zaman.
Felix kemudian menjelaskan bahwa setelah Dajjal dikalahkan, muncul ancaman lain yang disebut dalam Al-Qur’an dan hadis, yakni Yakjuj dan Makjuj.
Yakjuj dan Makjuj Disebut Membawa Kerusakan Lebih Besar
Menurut narasi yang disampaikan Felix, kemunculan Yakjuj dan Makjuj terjadi setelah Dajjal dikalahkan.
Kelompok tersebut digambarkan membawa kerusakan dalam skala yang jauh lebih besar.
Mereka disebut melakukan pembunuhan dan membuat keadaan bumi menjadi sangat genting.
Dalam kondisi tersebut, Nabi Isa AS bersama orang-orang beriman kemudian disebut berlindung di suatu wilayah pegunungan.
Felix menyebut Gunung Sinai di Mesir sebagai tempat perlindungan orang-orang beriman dari ancaman Yakjuj dan Makjuj.
Situasi tersebut digambarkan sebagai salah satu fase paling berat dalam rangkaian peristiwa akhir zaman.
Yakjuj dan Makjuj Kemudian Dibinasakan
Dalam penuturan Felix, ketika Yakjuj dan Makjuj merasa telah menguasai bumi, mereka kemudian mengalami kebinasaan.
Ia merujuk pada riwayat yang menggambarkan munculnya makhluk atau wabah yang menyerang bagian leher mereka hingga menyebabkan kematian secara massal.
Setelah itu, jasad mereka disebut akan disingkirkan oleh burung-burung besar. Hujan kemudian turun dan membersihkan bumi dari sisa-sisa kehancuran tersebut.
Rangkaian tersebut menggambarkan bagaimana ancaman besar Yakjuj dan Makjuj akhirnya berakhir setelah sebelumnya menimbulkan kerusakan luas.
Bumi Memasuki Masa Damai Sebelum Kejahatan Kembali
Setelah Yakjuj dan Makjuj dibinasakan, Felix menjelaskan bahwa Nabi Isa AS dan orang-orang beriman kemudian keluar dari tempat perlindungan.
Dalam narasi yang ia sampaikan, bumi memasuki periode kehidupan yang lebih damai.
Masyarakat disebut menikmati kehidupan yang penuh kesejahteraan dan jauh dari berbagai kesulitan.
Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung selamanya.
Setelah Nabi Isa AS wafat, kehidupan manusia perlahan kembali mengalami perubahan.
Kejahatan kemudian muncul lagi dan orang-orang yang beriman semakin sedikit.
Angin dari Syam dan Datangnya Kiamat Kubra
Pada fase terakhir yang dijelaskan Felix, disebutkan akan datang angin sejuk dari wilayah Syam.
Angin tersebut digambarkan melewati orang-orang beriman dan menyebabkan mereka meninggal dunia.
Dengan demikian, yang tersisa di bumi adalah orang-orang yang tidak lagi memiliki keimanan.
Setelah orang-orang beriman telah tiada, rangkaian menuju kiamat kubra kemudian berlangsung.
Felix menutup penjelasannya dengan menekankan bahwa pembahasan mengenai akhir zaman seharusnya menjadi bahan refleksi bagi umat beragama.
Sebab, dalam perspektif keimanan, mengetahui bahwa kehidupan memiliki akhir bukan sekadar untuk menimbulkan rasa takut.
Keyakinan tersebut juga dapat menjadi pengingat agar manusia mempertimbangkan bagaimana menjalani kehidupan dan mempersiapkan pertanggungjawaban di akhirat.
Uraian mengenai kronologi akhir zaman di atas merupakan penjelasan yang disampaikan Ustaz Felix Siauw dalam podcast dan merupakan bagian dari perspektif keagamaan yang dibahas dalam program tersebut.
Detail mengenai tanda-tanda kiamat dan urutannya memiliki penjelasan serta perbedaan penafsiran dalam berbagai sumber dan kajian Islam.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : youtube.com/@corbuzier