Tak Perlu Pandai Menggambar, Coret-Coret Sembarangan di Kertas Ternyata Punya Alasan Kenapa Bisa Terasa Menenangkan

Siska Yudianti • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 07:28 WIB
Lagi overthinking? Jangan buru-buru buka media sosial, coba ambil kertas dan pulpen lalu coret apa saja selama beberapa menit. (ilustrasi)
Lagi overthinking? Jangan buru-buru buka media sosial, coba ambil kertas dan pulpen lalu coret apa saja selama beberapa menit. (ilustrasi)

RADARBONANG.ID – Saat pikiran sedang penuh, banyak orang biasanya langsung mencari hiburan lewat media sosial, menonton video, atau mendengarkan musik.

Namun, ada satu kebiasaan sederhana yang mungkin selama ini dianggap tidak penting: mengambil pulpen lalu mencoret-coret kertas.

Garis yang tidak beraturan, lingkaran, spiral, bentuk geometris, bahkan coretan tanpa bentuk jelas ternyata bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan ketika pikiran sedang terasa sesak.

Aktivitas tersebut dikenal sebagai scribble. Berbeda dengan menggambar yang biasanya memiliki tujuan menghasilkan sebuah objek atau karya, scribble justru tidak membutuhkan aturan.

Tidak perlu punya kemampuan menggambar. Tidak harus menghasilkan gambar yang bagus.

Bahkan, semakin bebas coretannya, semakin tidak ada beban untuk menghasilkan sesuatu yang sempurna.

Baca Juga: Camping di Gunung atau Camping Ground? Ini Perbedaan yang Wajib Diketahui Pemula Sebelum Bawa Tenda

Bagi sebagian orang, aktivitas sederhana ini dapat menjadi cara untuk mengambil jeda dari rutinitas dan mengalihkan perhatian sejenak dari berbagai pikiran yang terus berputar.

Saat Pikiran Terlalu Ramai, Tangan Bisa Jadi Pengalih Perhatian

Stres sering membuat seseorang terjebak dalam pikiran yang sama berulang kali.

Pekerjaan yang belum selesai, tugas, masalah pribadi, hingga berbagai kekhawatiran bisa memenuhi kepala dalam waktu bersamaan.

Dalam kondisi seperti itu, perhatian seseorang cenderung terus tertuju pada hal-hal yang membuatnya gelisah.

Scribble memberikan aktivitas sederhana yang bisa mengarahkan sebagian perhatian tersebut pada gerakan tangan.

Ketika pulpen mulai bergerak membentuk garis atau pola, ada sesuatu yang konkret untuk diamati.

Suara gesekan pulpen dengan kertas, gerakan tangan, bentuk yang muncul, hingga tekanan saat membuat garis dapat menjadi bagian dari aktivitas yang membuat perhatian lebih terarah.

Bukan berarti masalah langsung hilang. Namun, setidaknya ada kesempatan untuk berhenti sejenak dari pikiran yang terus berputar.

Scribble Mirip Jeda Mindfulness yang Lebih Santai

Mindfulness sering dikaitkan dengan meditasi atau latihan pernapasan.

Padahal, salah satu prinsip sederhananya adalah mengarahkan perhatian pada apa yang sedang dilakukan saat ini.

Scribble dapat menjadi aktivitas ringan yang menerapkan prinsip tersebut tanpa membutuhkan suasana khusus.

Seseorang bisa memperhatikan bagaimana tangannya bergerak, bagaimana pola terbentuk, atau bagaimana satu garis bertemu dengan garis lainnya.

Tidak ada target tertentu yang harus dicapai. Tidak ada hasil yang wajib terlihat indah.

Karena itu, aktivitas ini terasa lebih santai bagi orang yang justru merasa terbebani ketika harus membuat sebuah karya seni.

Justru Karena Berantakan, Coretan Bisa Terasa Lebih Bebas

Salah satu hal menarik dari scribble adalah tidak adanya standar mengenai benar atau salah.

Ketika menggambar sesuatu secara realistis, seseorang mungkin berpikir apakah bentuknya sudah proporsional atau apakah hasil akhirnya terlihat bagus.

Pada scribble, semua itu tidak terlalu penting.

Garis miring, lingkaran tidak sempurna, bentuk abstrak, atau pola yang berulang semuanya tetap bisa menjadi bagian dari aktivitas tersebut.

Ketiadaan tuntutan untuk menghasilkan karya sempurna dapat membuat seseorang lebih bebas mengekspresikan gerakan tangannya.

Bahkan, pola sederhana seperti spiral, garis bergelombang, kotak, atau lingkaran yang dibuat berulang-ulang bisa terasa cukup menyenangkan karena gerakannya relatif repetitif.

Tidak Perlu Alat Mahal untuk Mencobanya

Kelebihan lain dari scribble adalah sangat mudah dilakukan.

Tidak membutuhkan tablet gambar, aplikasi khusus, buku gambar mahal, atau perlengkapan seni yang lengkap. Selembar kertas dan satu pulpen sudah cukup.

Aktivitas ini dapat dilakukan ketika sedang beristirahat dari pekerjaan, menunggu sesuatu, berada di rumah, atau ketika ingin mengambil jeda dari layar gadget.

Cukup luangkan beberapa menit dan biarkan tangan bergerak tanpa terlalu memikirkan hasil akhirnya.

Bisa dimulai dari satu garis panjang, kemudian dibuat melingkar, ditumpuk dengan garis lain, atau dikembangkan menjadi pola abstrak.

Tidak perlu memikirkan apakah coretan tersebut nantinya akan menjadi gambar tertentu.

Jangan Jadikan Coretan Sebagai Tugas yang Harus Sempurna

Meski sederhana, scribble bisa kehilangan efek santainya apabila justru dijadikan sebuah target.

Misalnya, seseorang mulai merasa harus menghasilkan gambar yang bagus, mencari referensi tertentu, atau membandingkan hasil coretannya dengan karya orang lain.

Jika sudah begitu, aktivitas yang seharusnya santai justru dapat berubah menjadi sumber tekanan baru.

Karena itu, prinsip terpenting dalam mencoba scribble adalah tidak memberikan penilaian berlebihan terhadap hasilnya.

Coretan jelek tetap boleh. Kertas yang penuh garis juga tidak masalah. Bahkan, berhenti setelah beberapa menit pun tidak menjadi persoalan.

Bisa Jadi Ritual Kecil untuk Mengambil Napas

Scribble tentu bukan solusi untuk semua jenis tekanan. Aktivitas ini juga tidak dimaksudkan sebagai pengganti bantuan profesional ketika seseorang menghadapi masalah psikologis yang serius atau berlangsung terus-menerus.

Baca Juga: Camping di Gunung atau Camping Ground? Ini Perbedaan yang Wajib Diketahui Pemula Sebelum Bawa Tenda

Namun, sebagai aktivitas ringan untuk menciptakan jeda dari rutinitas, coret-coret bisa menjadi pilihan yang mudah dilakukan.

Menariknya, aktivitas sederhana seperti ini juga dapat membantu seseorang menyadari bahwa tidak semua kegiatan harus menghasilkan sesuatu yang produktif.

Terkadang, duduk sebentar, mengambil pulpen, lalu membiarkan tangan bergerak tanpa tujuan justru menjadi momen kecil untuk berhenti dari kesibukan.

Jadi, ketika kepala mulai terasa terlalu penuh, mungkin tidak ada salahnya mencoba sesuatu yang sederhana.

Ambil selembar kertas. Cari pulpen. Kemudian mulai membuat satu garis. Tidak perlu bagus. Tidak perlu memiliki arti.

Biarkan saja coretan itu memenuhi halaman, sementara pikiran mendapatkan kesempatan untuk beristirahat sejenak.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : Radar Bonang
scribble untuk relaksasi manfaat coret-coret aktivitas anti stres mindfulness sederhana cara mengurangi stres