RADARBONAG.ID – Coba perhatikan gaya berpakaian anak muda beberapa tahun terakhir.
Jaket windbreaker, celana cargo, fleece, tas teknis, hingga sepatu hiking yang dulu identik dengan aktivitas mendaki gunung kini semakin mudah ditemukan di tempat-tempat yang jauh dari jalur pendakian.
Coffee shop, kampus, ruang kerja, pusat perbelanjaan, bahkan jalanan perkotaan kini menjadi "arena" baru bagi berbagai perlengkapan outdoor.
Menariknya, sebagian orang mengenakan perlengkapan tersebut bukan karena hendak mendaki atau melakukan aktivitas ekstrem.
Jaket yang dirancang untuk menghadapi angin bisa saja dipakai untuk ngopi sore.
Sepatu trail dipadukan dengan jeans. Sementara tas hiking justru menemani aktivitas sehari-hari di tengah kota.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa outdoor gear telah mengalami pergeseran fungsi.
Perlengkapan yang awalnya dibuat untuk kebutuhan teknis kini ikut menjadi bagian dari fashion dan identitas gaya hidup anak muda.
Ketika Perlengkapan Outdoor Masuk ke Dunia Fashion
Outdoor gear pada dasarnya dibuat dengan mengutamakan fungsi.
Material tahan air, bahan ringan, ventilasi, banyak kompartemen, zipper, strap, hingga desain yang mampu menghadapi perubahan cuaca merupakan bagian penting dari perlengkapan aktivitas luar ruangan.
Namun, karakteristik tersebut justru menjadi daya tarik baru dalam dunia fashion.
Pakaian yang memiliki banyak fungsi dianggap memberikan kesan praktis sekaligus stylish.
Seseorang tidak perlu mengenakan terlalu banyak aksesori untuk membuat penampilannya terlihat menarik karena detail teknis pada pakaian sudah memberikan karakter tersendiri.
Jaket outdoor menjadi salah satu contoh paling mudah.
Saat digunakan untuk mendaki, jaket tersebut memiliki fungsi melindungi tubuh dari angin, hujan, atau suhu dingin.
Namun ketika dipadukan dengan kaus sederhana, celana longgar dan sneakers, tampilannya bisa berubah menjadi outfit kasual yang cocok untuk aktivitas di kota.
Begitu pula dengan celana cargo. Model yang awalnya populer karena memiliki banyak kantong untuk membawa perlengkapan kini justru menjadi salah satu item yang cukup mudah ditemukan dalam berbagai gaya streetwear.
Gorpcore Membuat Gaya Outdoor Makin Populer
Popularitas pakaian outdoor dalam kehidupan sehari-hari juga tidak bisa dilepaskan dari tren gorpcore.
Secara sederhana, gorpcore merupakan gaya berpakaian yang mengambil inspirasi dari perlengkapan outdoor dan menggunakannya sebagai bagian dari busana sehari-hari.
Istilah tersebut berasal dari "G.O.R.P.", slang yang merujuk pada trail mix atau camilan yang umum dibawa saat aktivitas luar ruangan.
Yang menarik, gorpcore tidak mengharuskan seseorang benar-benar menjadi pendaki gunung.
Jaket shell, fleece, vest, hiking shoes, technical pants, cargo pants, hingga backpack dengan banyak kompartemen dapat digunakan untuk berbagai aktivitas di perkotaan.
Hasilnya adalah penampilan yang terlihat siap menghadapi berbagai kondisi, meskipun aktivitas sebenarnya hanya kuliah, bekerja, jalan-jalan atau nongkrong di coffee shop.
Gaya tersebut juga memberikan kesan kasual tanpa terlihat terlalu sederhana. Detail teknis pada pakaian justru menjadi elemen visual yang membuat outfit terlihat lebih berkarakter.
Kenapa Outdoor Gear Cocok dengan Selera Gen Z?
Salah satu alasan tren ini mudah diterima Gen Z adalah konsep multifungsi.
Anak muda tidak selalu ingin membeli pakaian yang hanya bisa digunakan untuk satu kebutuhan.
Sebuah produk akan terasa lebih menarik apabila bisa dipakai dalam berbagai situasi.
Jaket yang bisa digunakan untuk traveling, camping sekaligus nongkrong tentu terasa lebih praktis.
Begitu juga tas yang dapat digunakan untuk membawa perlengkapan sehari-hari sekaligus menemani perjalanan singkat ke alam.
Selain fungsi, outdoor gear juga menawarkan estetika yang khas.
Warna earthy, potongan oversized, material teknis, tali, buckle, zipper dan berbagai kantong membuat sebuah outfit terlihat lebih kompleks tanpa harus menggunakan banyak aksesori.
Karakter tersebut kemudian semakin kuat karena media sosial.
Aktivitas outdoor saat ini bukan hanya soal mencapai puncak gunung.
Perjalanan menuju lokasi, outfit sebelum mendaki, camping, perjalanan dengan kendaraan hingga momen bersantai setelah aktivitas semuanya dapat menjadi konten.
Alhasil, perlengkapan yang digunakan ikut menjadi bagian dari visual seseorang di media sosial.
Tak Perlu Jadi Pendaki untuk Menyukai Gaya Outdoor
Tren ini juga melahirkan fenomena menarik. Seseorang kini bisa menyukai estetika outdoor tanpa harus menjadi pendaki aktif.
Memiliki jaket hiking tidak otomatis berarti pemiliknya rutin naik gunung.
Begitu pula seseorang yang memakai trail shoes belum tentu gemar berlari di jalur pegunungan.
Bagi sebagian anak muda, outdoor gear sudah menjadi bagian dari personal style.
Ada kesan aktif, praktis, adventurous dan dekat dengan alam yang ingin ditampilkan melalui pakaian.
Gaya tersebut juga terasa cocok dengan tren lifestyle yang semakin menggabungkan aktivitas perkotaan dan kegiatan luar ruangan.
Namun, popularitas tersebut juga menghadirkan satu pertanyaan penting: apakah perlengkapan outdoor benar-benar dibutuhkan atau hanya dibeli karena terlihat keren?
Jangan Beli Outdoor Gear Hanya karena Viral
Meski kini menjadi bagian dari fashion, outdoor gear tetap memiliki fungsi teknis yang tidak boleh dilupakan.
Jaket waterproof, misalnya, memiliki konstruksi dan material tertentu agar mampu menghadapi air.
Sepatu hiking dirancang dengan karakteristik yang berbeda dari sneakers biasa, terutama dalam hal traksi dan perlindungan kaki.
Karena itu, membeli perlengkapan outdoor hanya karena sedang tren bisa menjadi keputusan yang kurang tepat.
Sebelum membeli, sebaiknya pertimbangkan kebutuhan sebenarnya.
Apakah jaket akan digunakan untuk aktivitas luar ruangan? Apakah sepatu nyaman jika dipakai berjalan jauh? Apakah tas memiliki kapasitas yang sesuai dengan barang yang biasa dibawa?
Dengan begitu, produk yang dibeli tidak hanya bagus untuk difoto, tetapi juga benar-benar memberikan manfaat.
Batas Fashion dan Perlengkapan Teknis Makin Tipis
Masuknya outdoor gear ke dalam fashion menunjukkan bahwa batas antara pakaian teknis dan busana sehari-hari semakin kabur.
Sesuatu yang awalnya dirancang untuk pendaki kini bisa digunakan untuk bekerja.
Tas hiking dapat menjadi tas perjalanan sehari-hari. Jaket teknis bisa dipadukan dengan outfit streetwear.
Fenomena tersebut kemungkinan akan terus berkembang seiring meningkatnya minat anak muda terhadap gaya hidup aktif dan eksplorasi ruang terbuka.
Pada akhirnya, daya tarik outdoor gear bukan hanya terletak pada tampilannya.
Ada perpaduan antara fungsi, kenyamanan dan karakter yang membuatnya berbeda dari fashion biasa.
Dari jalur pendakian hingga coffee shop, outdoor gear kini membuktikan bahwa pakaian tidak harus memilih antara fungsional atau fashionable.
Justru ketika keduanya bertemu, lahirlah gaya yang terasa relevan dengan kehidupan Gen Z saat ini.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : Radar Bonang