RADARBONAG.ID — Kisah pengalaman mistis seorang pria asal Garut, Jawa Barat, kembali menjadi perhatian setelah dibagikan dalam podcast kanal YouTube RJL 5. Pria bernama Ujang tersebut menceritakan pengalaman masa kecilnya ketika dirinya sempat dinyatakan hilang selama tiga hari di kawasan hutan.
Yang membuat cerita tersebut semakin misterius, Ujang mengaku selama berada di dalam hutan dirinya merasa hanya melewati satu malam.
Ia bahkan merasa sempat berada di sebuah perkampungan yang menurut pengakuannya memiliki suasana berbeda dari lingkungan yang biasa ia kenal.
Kisah itu bermula ketika Ujang masih kecil dan ikut menemani ayahnya mencari kayu bakar di kawasan hutan.
Mengejar Dua Domba hingga Terpisah dari Ayah
Saat berada di kawasan hutan, perhatian Ujang tiba-tiba tertuju kepada dua ekor domba yang memiliki warna berbeda.
Satu domba berwarna hitam, sedangkan satunya lagi berwarna putih. Ujang menduga kedua hewan tersebut merupakan sepasang domba karena terlihat berjalan berdekatan.
Rasa penasaran membuat Ujang mengikuti kedua hewan tersebut. Ia kemudian berjalan semakin jauh melewati perkebunan hingga masuk ke area rumpun bambu.
Tanpa disadari, jaraknya dengan sang ayah semakin jauh.
Ayahnya berada di sekitar aliran sungai, sedangkan Ujang terus mengikuti arah domba yang dilihatnya. Hingga akhirnya, ia tidak lagi mengetahui posisi tempat awalnya berada.
Situasi mulai terasa berbeda ketika Ujang semakin masuk ke dalam kawasan tersebut.
Suasana Hutan Mendadak Berubah
Menurut cerita Ujang, perubahan suasana terjadi secara tiba-tiba.
Sebelumnya, kondisi di sekitar masih terasa seperti siang hari. Namun setelah berjalan cukup jauh, suasana yang ia rasakan berubah menjadi lebih redup seperti menjelang sore.
Perubahan tersebut membuat Ujang merasa berada di tempat yang berbeda.
Di tengah suasana tersebut, ia kemudian menemukan sebuah pemukiman yang terdiri dari sejumlah rumah sederhana.
Atap rumah-rumah tersebut terlihat menggunakan bahan yang menurutnya menyerupai jerami.
Yang membuat Ujang semakin bingung adalah adanya tanda-tanda kehidupan di kampung tersebut.
Ia melihat orang-orang yang tampak beraktivitas. Namun, menurut pengakuannya, tidak terdengar suara percakapan maupun keramaian seperti yang biasanya ditemukan di sebuah perkampungan.
Warga Kampung Hanya Tersenyum
Ujang kemudian mencoba mencari tahu lokasi tersebut.
Ia menghampiri beberapa orang dan menanyakan nama kampung serta jalan untuk pulang. Namun, tidak mendapatkan jawaban seperti yang diharapkannya.
Para penghuni kampung justru hanya tersenyum ketika Ujang bertanya.
Hal lain yang membuatnya merasa aneh adalah pakaian yang dikenakan warga di sana.
Ujang menggambarkan beberapa perempuan mengenakan pakaian yang menyerupai kebaya, sementara sebagian pakaian lainnya terlihat seperti menggunakan kain dengan bahan yang menurutnya mirip karung goni.
Ia pun semakin merasa asing dengan lingkungan tersebut.
Dalam kondisi bingung, Ujang kemudian bertemu dengan seorang perempuan lanjut usia.
Diberi Makanan hingga Tertidur
Nenek tersebut kemudian mengajak Ujang masuk ke sebuah rumah kayu sederhana untuk berteduh.
Di rumah tersebut, Ujang mengaku mendapatkan makanan. Hal yang membuatnya semakin heran, makanan yang disediakan merupakan jenis makanan yang memang ia sukai.
Setelah makan dan minum, Ujang tiba-tiba merasakan kantuk yang sangat berat.
Ia kemudian tertidur.
Dalam cerita yang disampaikannya, Ujang merasa setelah bangun dirinya masih berada di lingkungan perkampungan tersebut.
Nenek itu kemudian mengatakan bahwa Ujang akan diantar pulang oleh cucunya.
Seorang anak bernama Encep disebut kemudian menemani Ujang menuju kawasan pohon karet yang menjadi petunjuk jalan keluar.
Mengaku Melihat Ular Berukuran Besar
Dalam perjalanan menuju tempat yang dianggap sebagai jalan pulang, Ujang mengaku sempat melihat seekor ular berukuran besar.
Bukan hanya ukurannya yang membuatnya merasa aneh, tetapi juga perilaku hewan tersebut.
Ujang mengaku melihat sesuatu yang menurutnya tidak lazim dari ular tersebut. Pengalaman itu semakin memperkuat kesan misterius selama perjalanan keluar dari kawasan tersebut.
Meski demikian, cerita tersebut merupakan pengalaman dan kesaksian pribadi Ujang yang disampaikan dalam podcast.
Tidak terdapat bukti independen yang dapat memastikan bahwa lokasi yang didatanginya benar-benar merupakan perkampungan gaib.
Keluarga Ternyata Mencarinya Selama Tiga Hari
Di sisi lain, saat Ujang merasa hanya melewati waktu yang relatif singkat, keluarga dan warga sekitar ternyata telah mencarinya.
Pencarian dilakukan secara intensif karena Ujang tidak kunjung kembali ke rumah.
Warga bahkan melakukan doa bersama selama proses pencarian berlangsung.
Hingga akhirnya, Ujang ditemukan oleh warga yang melintas di sekitar sumber mata air.
Ia disebut keluar dari balik rumpun bambu dalam kondisi selamat.
Saat kembali ke rumah, barulah Ujang mengetahui fakta yang membuatnya terkejut.
Ternyata dirinya telah dicari selama tiga hari.
Sementara itu, Ujang merasa waktu yang ia habiskan di tempat misterius tersebut hanya sekitar satu malam.
Jalani Ritual Setelah Ditemukan
Setelah kembali ke rumah, keluarga kemudian membersihkan tubuh Ujang dan memandikannya menggunakan air yang telah diberi bunga.
Menurut cerita Ujang, proses tersebut dilakukan oleh guru ngaji dan kakaknya.
Pada malam harinya, ia kemudian dimintai keterangan oleh guru ngaji dan kakeknya mengenai pengalaman yang dialaminya.
Salah satu hal yang kemudian menjadi perhatian adalah makanan yang diberikan oleh nenek di kampung misterius tersebut.
Menurut cerita yang berkembang di keluarganya, makanan kesukaan Ujang yang disajikan di tempat tersebut dianggap memiliki kaitan dengan makanan yang disiapkan keluarga selama proses pencarian.
Dikaitkan dengan Kampung yang Pernah Dibakar
Cerita mengenai lokasi tersebut kemudian semakin berkembang setelah guru ngaji Ujang memberikan dugaan mengenai sejarah tempat itu.
Menurut keterangan yang diceritakan kembali oleh Ujang, kawasan tersebut diduga pernah menjadi sebuah perkampungan pada masa penjajahan Belanda.
Konon, kampung tersebut pernah dibakar dan masyarakat yang tinggal di sana menjadi korban pembantaian.
Setelah peristiwa tersebut, wilayah itu disebut berubah menjadi kawasan yang dipenuhi vegetasi dan terdapat sumber mata air.
Cerita Ujang pun kemudian menjadi bagian dari pengalaman mistis yang ia bawa hingga dewasa.
Kisah tersebut kembali memunculkan perdebatan klasik mengenai pengalaman manusia ketika berada di kawasan hutan: apakah kejadian yang dialami berkaitan dengan faktor psikologis, kondisi lingkungan, persepsi terhadap waktu, atau memang memiliki penjelasan lain yang belum diketahui.
Terlepas dari berbagai spekulasi tersebut, kisah Ujang tetap menjadi cerita pengalaman pribadi yang menarik perhatian karena satu hal yang sulit dijelaskan dari sudut pandangnya: ia merasa hanya berada di sana semalam, sementara keluarganya telah mencarinya selama tiga hari.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : YouTube @RJL-5 Fajar Aditya