RADARBONAG.ID — Pengeluaran untuk pulsa, paket data, dan token listrik mungkin terlihat kecil jika dihitung satu per satu.
Namun, karena kebutuhan tersebut dibeli dan dibayar secara rutin, nominalnya bisa menjadi salah satu pos yang cukup menguras dompet dalam sebulan.
Tanpa pengelolaan yang baik, pengeluaran kecil yang berulang bisa membuat anggaran bulanan membengkak.
Apalagi bagi masyarakat yang harus membagi pendapatan untuk kebutuhan rumah tangga, transportasi, makanan, tabungan, hingga dana darurat.
Karena itu, menghemat kebutuhan digital dan listrik bukan berarti harus mengurangi kebutuhan utama. Langkah yang lebih penting adalah mengetahui pola pemakaian dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia.
ShopeePay membagikan sejumlah tips yang dapat diterapkan untuk membantu masyarakat mengatur pengeluaran pulsa, paket data, dan token listrik agar lebih terkontrol.
Pantau Pemakaian Listrik Secara Berkala
Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah mengetahui seberapa besar konsumsi listrik setiap bulan.
Banyak pengguna listrik baru menyadari adanya peningkatan pemakaian ketika token habis lebih cepat dari biasanya. Padahal, perubahan tersebut bisa diketahui lebih awal dengan melihat riwayat konsumsi listrik.
Pengguna dapat memanfaatkan aplikasi PLN Mobile untuk memantau penggunaan listrik dari waktu ke waktu.
Dari riwayat tersebut, pengguna bisa melihat apakah konsumsi listrik mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya.
Jika terjadi peningkatan, coba periksa kebiasaan penggunaan perangkat elektronik di rumah.
Misalnya, apakah AC lebih sering menyala, perangkat elektronik dibiarkan dalam kondisi aktif, atau ada peralatan berdaya besar yang digunakan terlalu lama.
Dengan mengetahui sumber konsumsi terbesar, kebiasaan boros listrik dapat dikurangi secara bertahap.
Jangan Tunggu Token Hampir Habis
Kesalahan lain yang sering dilakukan adalah baru membeli token ketika saldo listrik sudah hampir habis.
Kebiasaan tersebut memang tidak selalu membuat biaya listrik menjadi lebih mahal, tetapi bisa membuat pengeluaran terasa tidak terencana.
Agar lebih tertata, pengguna bisa menentukan jadwal pembelian token atau pembayaran kebutuhan rutin setiap bulan.
Untuk kebutuhan yang dibayar secara berkala, fitur pengingat juga dapat dimanfaatkan agar pengguna tidak lupa.
ShopeePay, misalnya, memiliki fitur Tagihan Saya dalam menu MyBills yang memungkinkan pengguna melihat tagihan berjalan dan melakukan pembayaran tanpa harus memasukkan kembali detail pelanggan.
Terdapat pula fitur MySubscription yang dapat digunakan untuk pembayaran otomatis tagihan rutin sesuai layanan yang didaftarkan.
Dengan cara tersebut, pengeluaran rutin bisa dimasukkan ke dalam perencanaan keuangan bulanan sejak awal.
Manfaatkan Promo untuk Kebutuhan Rutin
Promo juga bisa menjadi salah satu cara mengurangi pengeluaran, selama digunakan untuk kebutuhan yang memang sudah direncanakan.
Artinya, jangan membeli sesuatu hanya karena sedang diskon.
Sebaliknya, manfaatkan promo ketika memang waktunya membeli pulsa, paket data, token listrik, atau membayar tagihan.
Dalam kampanye Pulsa & PLN Pasti Murah, ShopeePay menawarkan sejumlah promo untuk pembelian pulsa, paket data, dan token listrik.
Pengguna baru bahkan berkesempatan mendapatkan promo pulsa Rp1 dan token PLN Rp1 dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
Ada pula sejumlah promo tematik yang menawarkan potongan harga untuk berbagai transaksi kebutuhan rutin.
Namun, promo sebaiknya tetap dipandang sebagai alat untuk menghemat, bukan alasan untuk meningkatkan konsumsi.
Satukan Kebutuhan Digital dalam Satu Aplikasi
Cara berikutnya adalah mengelola berbagai kebutuhan digital melalui satu platform.
Saat ini, kebutuhan seperti pulsa, paket data, token listrik, pembayaran tagihan, hingga top up uang elektronik bisa dilakukan secara digital.
Menggunakan satu aplikasi untuk berbagai kebutuhan dapat membuat pencatatan transaksi menjadi lebih praktis.
ShopeePay menyediakan sejumlah layanan seperti pembayaran QRIS, pembelian pulsa dan paket data, token listrik, voucher game, top up e-money, hingga pembayaran berbagai tagihan.
Dengan mengumpulkan transaksi rutin dalam satu tempat, pengguna juga lebih mudah melihat ke mana uangnya digunakan.
Hal ini penting karena salah satu penyebab pengeluaran membengkak adalah banyaknya transaksi kecil yang tidak pernah dicatat.
Jangan Lupa Bedakan Hemat dan Pelit
Menghemat pengeluaran bukan berarti harus menghilangkan seluruh kebutuhan.
Justru, tujuan utamanya adalah memastikan uang digunakan untuk hal yang benar-benar diperlukan.
Pulsa dan paket data, misalnya, sudah menjadi kebutuhan penting bagi banyak orang. Begitu juga listrik yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
Karena itu, strategi terbaik bukan menghilangkan pengeluaran tersebut, melainkan mengontrol jumlah pemakaian dan mencari cara mendapatkan harga yang lebih efisien.
Pengguna juga bisa membuat batas anggaran khusus untuk kebutuhan digital setiap bulan.
Misalnya, menentukan nominal maksimal untuk pulsa, paket data, listrik, dan layanan digital lainnya.
Ketika batas tersebut sudah ditetapkan, pengeluaran menjadi lebih mudah dipantau.
Pengeluaran Kecil Bisa Jadi Besar
Hal yang sering dilupakan dalam mengatur keuangan adalah pengeluaran kecil yang terjadi berulang kali.
Rp20.000 atau Rp30.000 mungkin terasa tidak terlalu besar ketika dikeluarkan satu kali.
Namun, jika transaksi serupa terjadi berkali-kali dalam sebulan, nominal akhirnya bisa menjadi jauh lebih besar.
Karena itu, kebiasaan mencatat dan mengevaluasi pengeluaran sangat penting.
Coba luangkan waktu setiap akhir bulan untuk melihat total biaya pulsa, paket data, listrik, dan tagihan digital.
Dari sana, pengguna dapat mengetahui apakah pengeluaran masih sesuai dengan anggaran atau justru mulai meningkat.
Jika ada kenaikan, cari penyebabnya sebelum bulan berikutnya.
Empat Langkah yang Bisa Langsung Dicoba
Pada akhirnya, menghemat pulsa dan token listrik tidak membutuhkan strategi yang rumit.
Ada empat kebiasaan sederhana yang bisa mulai diterapkan, yakni memantau konsumsi listrik, merencanakan pembayaran, memanfaatkan promo secara bijak, dan mengelola kebutuhan digital secara lebih teratur.
Dengan mengetahui pola pengeluaran, masyarakat dapat menghindari kebiasaan membeli atau membayar secara spontan.
Kebutuhan listrik, pulsa, dan internet memang sulit dihindari.
Namun, cara mengelolanya bisa dibuat lebih efisien.
Jika dilakukan secara konsisten setiap bulan, penghematan dari berbagai transaksi kecil tersebut dapat membantu memberikan ruang lebih besar untuk kebutuhan lain, termasuk menabung dan membangun dana darurat.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : kompas.com