Bukan Cuma Soal Bentuk, Ini yang Terjadi Jika Bumi Berubah Menjadi Datar Menurut Hukum Fisika

Muhammad Azlan Syah • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 15:53 WIB
Kalau Bumi benar-benar datar, ternyata bukan cuma bentuk planet yang berubah, tapi hampir seluruh sistem kehidupan juga ikut kacau. (ilustrasi)
Kalau Bumi benar-benar datar, ternyata bukan cuma bentuk planet yang berubah, tapi hampir seluruh sistem kehidupan juga ikut kacau. (ilustrasi)

RADARBONAG.ID — Selama berabad-abad, bentuk Bumi telah menjadi salah satu hal yang menarik perhatian manusia.

Saat ini, bukti ilmiah menunjukkan bahwa Bumi berbentuk bulat atau lebih tepatnya tidak berupa bola sempurna.

Namun, bagaimana jika kita berandai-andai bahwa Bumi benar-benar datar seperti sebuah cakram?

Pertanyaan tersebut mungkin terdengar seperti bagian dari cerita fiksi.

Akan tetapi, jika konsep tersebut benar-benar diterapkan pada hukum fisika yang kita kenal, konsekuensinya ternyata sangat besar.

Baca Juga: Kenapa Sering Lapar Menjelang Jam 3 Sore? Coba Ganti Gorengan dengan 5 Buah Praktis Ini

Bukan hanya pemandangan dari luar angkasa yang akan berubah.

Gravitasi, atmosfer, lautan, medan magnet, bahkan kehidupan di permukaan Bumi juga akan menghadapi persoalan serius.

Mongabay dalam artikelnya menjelaskan bahwa Bumi memiliki bentuk bulat dan keberadaan bentuk tersebut berkaitan erat dengan gravitasi.

Bukti mengenai bentuk Bumi juga telah diperkuat melalui pengamatan dari luar angkasa.

Mengapa Bumi Bisa Berbentuk Bulat?

Salah satu alasan utama benda langit berukuran besar cenderung berbentuk bulat adalah gravitasi.

Gravitasi menarik materi menuju pusat massa sebuah benda.

Ketika jumlah materi sangat besar, tarikan tersebut membuat permukaannya perlahan membentuk konfigurasi yang lebih stabil.

Karena itu, Bumi tidak berbentuk seperti meja atau piringan raksasa.

Bulan juga memiliki bentuk bulat karena alasan serupa.

Bahkan sejak manusia mulai mengamati langit dari berbagai tempat, terdapat sejumlah bukti yang menunjukkan bahwa permukaan Bumi memiliki bentuk melengkung.

Pada 1947, misalnya, militer Amerika Serikat menggunakan roket V-2 untuk mengambil gambar Bumi dari ketinggian. Foto tersebut memperlihatkan lengkungan Bumi.

Bukti dari pengamatan luar angkasa kemudian semakin berkembang, termasuk setelah peluncuran Sputnik 1 pada 1957.

Kalau Bumi Datar, Bentuknya Tidak Akan Stabil

Masalah pertama yang muncul adalah persoalan kestabilan.

Ilmuwan planet David Stevenson dari California Institute of Technology menjelaskan bahwa sebuah benda kosmik berbentuk cakram akan menghadapi persoalan besar jika harus mempertahankan bentuk tersebut.

Bahkan, agar benda sebesar planet dapat berbentuk seperti cakram, dibutuhkan kondisi rotasi yang sangat ekstrem.

Masalahnya, rotasi yang terlalu cepat justru dapat membuat benda tersebut tidak stabil dan berpotensi hancur.

Fisikawan sekaligus matematikawan James Clerk Maxwell juga pernah menunjukkan melalui kajian matematis pada abad ke-19 bahwa bentuk padat seperti cakram bukan konfigurasi yang stabil untuk benda kosmik berukuran planet.

Dengan kata lain, dalam kondisi fisika yang kita kenal, Bumi datar bukan sekadar mengubah bentuk planet.

Model tersebut akan bertentangan dengan cara gravitasi bekerja.

Gravitasi Akan Menarik Bumi Kembali Menjadi Bulat

Bayangkan sebuah planet sebesar Bumi tiba-tiba berubah menjadi cakram.

Gravitasi akan tetap bekerja.

Materi di planet tersebut akan saling tarik-menarik menuju pusat massa.

Dalam kondisi tertentu, proses tersebut akan mendorong material membentuk konfigurasi yang lebih mendekati bentuk bulat.

Artinya, Bumi datar tidak akan mudah mempertahankan bentuknya.

Mongabay mengutip penjelasan bahwa tanpa mekanisme ekstrem untuk mempertahankan bentuk cakram, gravitasi akan membuat bentuk tersebut kembali menuju konfigurasi bulat.

Hal ini menunjukkan bahwa bentuk Bumi bukan sekadar persoalan visual.

Bentuk tersebut merupakan hasil dari hukum fisika yang bekerja dalam skala planet.

Bagaimana dengan Atmosfer?

Masalah berikutnya adalah atmosfer.

Kita bisa bernapas di Bumi karena atmosfer tetap berada di sekitar planet akibat gravitasi.

Jika kondisi gravitasi berubah secara drastis karena Bumi dibuat dalam bentuk yang tidak stabil, sistem atmosfer juga akan mengalami perubahan.

Dalam model Bumi datar, distribusi gravitasi tidak akan sama seperti pada Bumi berbentuk bulat.

Daerah tertentu bahkan dapat mengalami kondisi gravitasi yang berbeda.

Akibatnya, keberadaan atmosfer sebagaimana yang kita kenal sekarang juga akan menghadapi persoalan.

Padahal, atmosfer merupakan salah satu komponen penting yang membuat Bumi dapat dihuni makhluk hidup.

Lautan dan Pasang Surut Ikut Bermasalah

Bukan hanya udara yang akan terkena dampaknya.

Lautan juga akan menghadapi perubahan besar.

Fenomena pasang dan surut air laut berkaitan dengan interaksi gravitasi, terutama pengaruh Bulan dan Matahari.

Jika sistem Bumi benar-benar berbeda secara fundamental, mekanisme pasang surut yang kita kenal sekarang juga tidak akan berlangsung dengan cara yang sama.

Bahkan keberadaan Bulan dalam sistem tersebut akan menimbulkan pertanyaan baru.

Bulan berada dalam orbit karena adanya interaksi gravitasi dengan Bumi. Jika sistem gravitasi Bumi berubah secara drastis, hubungan antara Bumi dan Bulan juga akan berubah.

Dengan demikian, konsep Bumi datar akan memunculkan persoalan bukan hanya bagi planet kita, tetapi juga bagi benda langit di sekitarnya.

Medan Magnet Bumi Bisa Ikut Terancam

Ada persoalan lain yang jarang dibahas ketika orang membicarakan teori Bumi datar, yaitu medan magnet.

Bumi memiliki struktur internal yang berlapis.

Bagian dalam planet terdiri dari material dengan karakteristik berbeda, termasuk inti luar yang bersifat cair.

Pergerakan material di bagian dalam Bumi berperan dalam menghasilkan medan magnet planet.

Medan magnet tersebut sangat penting karena membantu melindungi Bumi dari berbagai partikel bermuatan yang berasal dari Matahari.

Jika struktur internal planet berubah secara fundamental, sistem yang menghasilkan medan magnet juga dapat terganggu.

Artinya, Bumi datar bukan sekadar membuat kita tinggal di atas permukaan berbentuk piringan.

Seluruh sistem planet harus berubah.

Lempeng Tektonik Tidak Akan Berjalan Seperti Sekarang

Permasalahan lainnya berkaitan dengan lempeng tektonik.

Lempeng tektonik merupakan bagian penting dari dinamika Bumi. Pergerakannya berhubungan dengan berbagai fenomena geologi, termasuk pembentukan pegunungan dan aktivitas gempa serta vulkanisme.

James Davis dari Columbia University menjelaskan bahwa jika Bumi berbentuk datar, sistem lempeng tektonik sebagaimana yang kita kenal juga tidak akan bekerja dengan cara yang sama.

Ini menunjukkan bahwa bentuk Bumi berkaitan erat dengan berbagai sistem yang selama ini dianggap biasa.

Dari udara yang kita hirup hingga pergerakan kerak planet, semuanya dipengaruhi oleh struktur dan kondisi fisik Bumi.

Jadi, Apa yang Terjadi Jika Bumi Benar-benar Datar?

Jika Bumi benar-benar datar, kita tidak hanya akan melihat perubahan bentuk planet dari luar angkasa.

Gravitasi harus bekerja dalam konfigurasi yang berbeda, atmosfer menghadapi persoalan, pola pasang surut berubah, hubungan Bumi dengan Bulan menjadi berbeda, medan magnet terancam, dan sistem geologi seperti lempeng tektonik tidak akan berjalan seperti sekarang.

Pada akhirnya, persoalan terbesar dari konsep Bumi datar bukanlah apakah manusia bisa melihat ujung dunia.

Baca Juga: Xabi Alonso Disebut Ingin Cristiano Ronaldo ke Chelsea, Mungkinkah CR7 Kembali ke Liga Inggris?

Persoalannya adalah apakah planet sebesar Bumi bisa mempertahankan bentuk datar dalam hukum fisika yang berlaku.

Jawabannya sangat bermasalah.

Gravitasi membuat benda dengan massa besar cenderung menuju bentuk yang lebih bulat. Karena itu, Bumi yang kita tinggali bukan sekadar tampak bulat dari luar angkasa, tetapi bentuk tersebut merupakan bagian dari cara planet ini bekerja.

Jadi, seandainya Bumi benar-benar datar, kemungkinan besar bukan hanya peta dunia yang harus kita ubah.

Hampir seluruh sistem kehidupan di planet ini juga akan berbeda.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : mongabay.co.id
Bumi datar jika Bumi datar fakta Bumi bulat gravitasi Bumi teori flat Earth