Datang Langsung ke Sekolah Rakyat Curug, Seskab Teddy Berdialog dengan Siswa hingga Beri Bantuan Pengobatan untuk Rizky

Ika Nur Jannah • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 12:57 WIB
Datang untuk meninjau MPLS, Seskab Teddy justru mendapat cerita yang menyentuh. Saat berdialog dengan siswa Sekolah Rakyat di Curug, Teddy mengetahui Rizky terkendala biaya pengobatan akibat gangguan penglihatan. Dukungan pun langsung diberikan agar Rizky bisa kembali fokus mengejar cita-citanya. (Sumber Foto: Instagram @sekretariat.kabinet)
Datang untuk meninjau MPLS, Seskab Teddy justru mendapat cerita yang menyentuh. Saat berdialog dengan siswa Sekolah Rakyat di Curug, Teddy mengetahui Rizky terkendala biaya pengobatan akibat gangguan penglihatan. Dukungan pun langsung diberikan agar Rizky bisa kembali fokus mengejar cita-citanya. (Sumber Foto: Instagram @sekretariat.kabinet)

RADARBONAG.ID — Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyempatkan diri datang langsung ke lokasi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 8 di Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Kabupaten Tangerang, Banten.

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka melihat persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus berdialog dengan para siswa dan calon siswa, Sabtu (8/8/2026).

Kehadiran Teddy tidak sekadar menjadi agenda peninjauan fasilitas.

Ia juga menyempatkan diri berbincang dengan anak-anak yang akan mengikuti proses pendidikan di Sekolah Rakyat.

Momen tersebut menjadi semakin menarik ketika Teddy mendengar cerita salah seorang siswa yang mengalami gangguan penglihatan dan terkendala biaya untuk mendapatkan pengobatan.

Baca Juga: Konsulat AS di Indonesia Dikabarkan Akan Ditutup, Apa Penyebabnya dan Apakah Layanan Tetap Berjalan?

Tempuh Perjalanan Hampir Dua Jam dari Jakarta

Informasi mengenai kunjungan Teddy disampaikan melalui akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet.

Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa Teddy menempuh perjalanan hampir dua jam dari Jakarta untuk bertemu langsung dengan para siswa.

Sebagian anak yang mengikuti program Sekolah Rakyat memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda.

Ada yang sebelumnya mengalami putus sekolah, sementara sebagian lainnya bahkan belum sempat mendapatkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan formal.

Kehadiran program tersebut diharapkan menjadi kesempatan kedua bagi mereka untuk kembali mendapatkan akses pendidikan.

Teddy pun berdialog secara langsung dengan para siswa untuk mengetahui kondisi serta pengalaman mereka sebelum bergabung dalam program tersebut.

Sekolah Rakyat Buka Akses Pendidikan bagi Anak

Sekolah Rakyat merupakan salah satu program yang menjadi bagian dari komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak Indonesia.

Program tersebut ditujukan agar anak-anak yang menghadapi berbagai keterbatasan tetap memiliki kesempatan mendapatkan pendidikan yang layak.

Hingga saat ini, sekitar 43 ribu anak disebut telah mendapatkan akses pembelajaran melalui program Sekolah Rakyat.

Konsep yang ditawarkan juga tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik.

Para siswa mendapatkan dukungan secara lebih menyeluruh selama mengikuti pendidikan.

Fasilitas yang disediakan mencakup tempat tinggal berupa asrama, perlengkapan sekolah, pemenuhan kebutuhan gizi, layanan kesehatan, hingga pembentukan karakter dan adab.

Dengan pendekatan tersebut, siswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan di dalam kelas, tetapi juga memiliki lingkungan yang mendukung perkembangan mereka.

Anak-anak Didorong Berani Punya Cita-Cita

Salah satu pesan penting yang ingin dibangun melalui Sekolah Rakyat adalah keberanian anak untuk memiliki impian.

Latar belakang ekonomi maupun pengalaman pendidikan sebelumnya diharapkan tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk menentukan masa depan.

Dalam unggahan Sekretariat Kabinet disebutkan bahwa para siswa juga didorong untuk berani bermimpi dan memiliki cita-cita besar.

Hal tersebut menjadi penting karena sebagian anak yang masuk ke dalam program Sekolah Rakyat sebelumnya mungkin tidak memiliki akses yang sama dengan anak-anak lain dalam memperoleh pendidikan.

Dengan lingkungan belajar yang lebih terarah, mereka diharapkan dapat membangun kembali kepercayaan diri sekaligus melihat lebih banyak peluang untuk masa depan.

Cerita Rizky Bikin Teddy Beri Perhatian Khusus

Di tengah agenda dialog, Teddy kemudian mendengar cerita dari salah seorang siswa bernama Rizky.

Rizky diketahui mengalami gangguan pada penglihatannya.

Ia sebenarnya ingin mendapatkan pengobatan, tetapi kondisi ekonomi keluarga membuat biaya menjadi salah satu kendala.

Mendengar cerita tersebut, Teddy memberikan perhatian khusus kepada Rizky.

Ia berusaha menenangkan siswa tersebut sekaligus memastikan persoalan biaya pengobatan tidak lagi menjadi beban yang harus dipikirkan.

"Jangan khawatir, semua akan baik-baik saja," ujar Teddy kepada Rizky.

Teddy kemudian memastikan biaya pengobatan Rizky akan ditanggung.

Perhatian tersebut menjadi salah satu momen yang cukup menyentuh dalam kunjungan tersebut.

Bagi seorang anak yang tengah memulai kembali perjalanan pendidikannya, dukungan semacam itu tidak hanya berkaitan dengan persoalan kesehatan, tetapi juga dapat memberikan rasa aman dan keyakinan bahwa dirinya mendapatkan perhatian.

Pendidikan Tidak Hanya Soal Belajar di Kelas

Program Sekolah Rakyat membawa pendekatan yang lebih luas terhadap kebutuhan peserta didik.

Anak-anak tidak hanya diarahkan untuk mengikuti pelajaran, tetapi juga memperoleh dukungan dalam aspek kesehatan, gizi, karakter, dan kehidupan sehari-hari.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena kondisi anak dapat memengaruhi kemampuan mereka dalam mengikuti proses pembelajaran.

Ketika kebutuhan dasar terpenuhi, siswa diharapkan dapat lebih fokus belajar dan mengembangkan potensinya.

Kisah Rizky juga menunjukkan bahwa dukungan terhadap siswa tidak selalu berhenti pada penyediaan buku, seragam, atau ruang kelas.

Masalah kesehatan yang dapat menghambat proses belajar juga perlu mendapatkan perhatian.

Menjaga Semangat Anak untuk Menatap Masa Depan

Kunjungan Teddy ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 di Curug pada akhirnya menjadi gambaran bahwa program tersebut tidak hanya berbicara mengenai angka penerima manfaat.

Di balik puluhan ribu anak yang mendapatkan akses pendidikan, terdapat cerita dan kebutuhan yang berbeda-beda.

Baca Juga: Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Diburu! Kimpul Naik Kelas Jadi Umbi Lokal yang Punya Nilai Jual Tinggi

Ada anak yang membutuhkan kesempatan untuk kembali bersekolah, ada yang membutuhkan dukungan kesehatan, dan ada pula yang membutuhkan dorongan agar berani kembali memiliki cita-cita.

Karena itu, keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi ruang yang membantu anak-anak membangun masa depan secara lebih utuh.

Tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga sehat, percaya diri, memiliki karakter, dan berani menentukan cita-citanya.

Kunjungan Seskab Teddy sekaligus menjadi pengingat bahwa perhatian kepada anak-anak tidak cukup hanya dengan membuka pintu sekolah.

Mereka juga membutuhkan lingkungan yang membuat mereka merasa aman, dihargai, dan didukung untuk terus berkembang.

Bagi Rizky dan siswa lainnya, dukungan tersebut bisa menjadi langkah kecil yang memiliki arti besar dalam perjalanan mereka mengejar masa depan.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : instagram.com/sekretariat.kabinet
Teddy Indra Wijaya Sekolah Rakyat Curug MPLS Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat Terintegrasi Rizky siswa Sekolah Rakyat