Jangan Asal Makan! 6 Kebiasaan Sepele Ini Ternyata Bisa Memengaruhi Penyerapan Nutrisi dalam Tubuh

Siska Yudianti • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 09:56 WIB
Sudah makan sehat, tapi cara makannya sudah benar? Ternyata kebiasaan kecil seperti makan terburu-buru, langsung minum teh atau kopi, hingga terlalu takut makan lemak bisa memengaruhi penyerapan zat gizi tertentu. Jangan cuma perhatikan isi piring, cara makannya juga penting! (ilustrasi)
Sudah makan sehat, tapi cara makannya sudah benar? Ternyata kebiasaan kecil seperti makan terburu-buru, langsung minum teh atau kopi, hingga terlalu takut makan lemak bisa memengaruhi penyerapan zat gizi tertentu. Jangan cuma perhatikan isi piring, cara makannya juga penting! (ilustrasi)

RADARBONAG.ID — Makan makanan bergizi sering dianggap sudah cukup untuk menjaga kesehatan tubuh.

Sayur, buah, protein, biji-bijian, dan berbagai makanan bernutrisi pun rutin dimasukkan ke dalam menu harian.

Namun, ada satu hal yang sering luput dari perhatian, yaitu bagaimana tubuh mencerna dan menyerap zat gizi dari makanan tersebut.

Pasalnya, kualitas nutrisi yang masuk ke tubuh tidak hanya dipengaruhi oleh jenis makanan yang dikonsumsi.

 Cara makan, kombinasi makanan, kondisi sistem pencernaan, hingga kebiasaan setelah makan juga dapat memengaruhi penyerapan sejumlah zat gizi.

Baca Juga: Nikita Bier Mundur dari Jabatan Head of Product X Setelah Setahun, Tinggalkan Jejak 30 Produk Baru dan Sejumlah Kontroversi

Seseorang bisa saja sudah memilih makanan bergizi, tetapi manfaat nutrisi yang diperoleh tubuh belum tentu maksimal apabila pola makannya kurang tepat.

Lantas, kebiasaan apa saja yang perlu diperhatikan?

1. Terbiasa Makan Terlalu Cepat

Makan terburu-buru menjadi kebiasaan yang cukup umum, terutama bagi orang yang memiliki aktivitas padat.

Padahal, proses pencernaan sebenarnya sudah dimulai sejak makanan berada di dalam mulut.

Mengunyah membantu menghancurkan makanan menjadi bagian yang lebih kecil sekaligus mencampurnya dengan air liur.

Ketika makanan dikunyah dengan baik, proses pencernaan berikutnya menjadi lebih mudah.

Sebaliknya, kebiasaan menelan makanan dalam potongan besar dapat membuat sistem pencernaan bekerja lebih keras.

Makan terlalu cepat juga dapat membuat tubuh terlambat menerima sinyal kenyang sehingga seseorang berpotensi mengonsumsi makanan lebih banyak.

Karena itu, tidak ada salahnya memperlambat tempo makan dan memberikan waktu bagi tubuh untuk memproses makanan.

2. Langsung Minum Teh atau Kopi Setelah Makan

Bagi banyak orang, teh atau kopi merupakan teman wajib setelah makan.

Namun, kebiasaan tersebut perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang membutuhkan asupan zat besi lebih banyak.

Teh mengandung polifenol, termasuk tanin, yang dapat mengurangi penyerapan zat besi non-heme, yaitu jenis zat besi yang banyak ditemukan dalam makanan nabati.

Kopi juga mengandung senyawa yang dapat memengaruhi penyerapan zat besi jika dikonsumsi berdekatan dengan waktu makan.

Karena itu, jika menu makan kaya akan sumber zat besi, memberikan jeda sebelum menikmati teh atau kopi dapat menjadi pilihan yang lebih baik.

Hal ini terutama perlu diperhatikan oleh orang yang memiliki risiko kekurangan zat besi.

3. Makanan Tidak Dikunyah dengan Baik

Mengunyah bukan sekadar membuat makanan lebih mudah ditelan.

Proses tersebut membantu memecah makanan menjadi bagian yang lebih kecil sehingga enzim pencernaan dapat bekerja lebih efektif.

Makanan yang sudah dikunyah dengan baik juga lebih mudah bercampur dengan cairan pencernaan ketika masuk ke lambung dan usus.

Tidak ada angka mutlak bahwa setiap makanan harus dikunyah tepat 20 atau 30 kali karena tekstur dan jenis makanan berbeda-beda.

Yang terpenting adalah memastikan makanan sudah cukup halus sebelum ditelan dan tidak terburu-buru saat makan.

4. Pola Makan Sering Berubah-ubah

Jadwal makan yang tidak teratur juga dapat menjadi kebiasaan yang kurang baik bagi sistem pencernaan.

Melewatkan waktu makan, sering makan sangat larut malam, atau memiliki jadwal makan yang berubah drastis setiap hari dapat memengaruhi kenyamanan pencernaan dan pola metabolisme tubuh.

Tubuh memiliki ritme biologis yang membantu mengatur berbagai proses, termasuk aktivitas sistem pencernaan.

Karena itu, menjaga pola makan yang relatif konsisten dapat membantu tubuh beradaptasi dengan waktu makan dan menjaga rutinitas pencernaan.

Bukan berarti seseorang harus makan pada menit yang sama setiap hari, tetapi pola yang lebih teratur umumnya lebih mudah dipertahankan.

5. Takut Mengonsumsi Lemak Secara Berlebihan

Lemak sering mendapat reputasi buruk karena dianggap sebagai penyebab utama kenaikan berat badan.

Padahal, tubuh tetap membutuhkan lemak sebagai salah satu sumber energi sekaligus untuk membantu penyerapan vitamin yang larut dalam lemak.

Vitamin A, D, E, dan K membutuhkan lemak agar dapat diserap tubuh dengan baik.

Karena itu, menghindari seluruh jenis lemak bukanlah pilihan yang tepat.

Yang lebih penting adalah memilih sumber lemak yang lebih sehat dan mengonsumsinya dalam jumlah sesuai kebutuhan.

Beberapa sumber lemak yang dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang antara lain alpukat, ikan berlemak, kacang-kacangan, biji-bijian, serta minyak zaitun.

6. Mengabaikan Kesehatan Sistem Pencernaan

Usus memiliki peran penting dalam proses penyerapan berbagai zat gizi.

Karena itu, menjaga kesehatan sistem pencernaan juga menjadi bagian dari upaya memastikan tubuh mendapatkan manfaat dari makanan yang dikonsumsi.

Pola makan rendah serat, kurang minum, kurang aktivitas fisik, serta penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat memengaruhi kondisi mikrobiota usus.

Kondisi setiap orang tentu berbeda, tetapi menjaga pola makan seimbang dengan mencukupi serat dari sayur, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan.

Asupan cairan yang cukup juga penting untuk mendukung fungsi tubuh secara keseluruhan.

Nutrisi Bukan Sekadar Apa yang Ada di Piring

Dari berbagai kebiasaan tersebut, terlihat bahwa mendapatkan nutrisi tidak berhenti pada pemilihan makanan.

Cara makanan dikonsumsi dan kondisi tubuh dalam mencernanya juga menjadi bagian penting.

Makanan bergizi tetap menjadi dasar utama pola makan sehat.

Baca Juga: Bungkam Usai Diperiksa 6 Jam di Kejagung, Febrie Adriansyah Siapkan Saksi Meringankan dan Hadapi Sidang Praperadilan

Namun, kebiasaan sederhana seperti makan terlalu cepat, langsung mengonsumsi teh atau kopi setelah makanan kaya zat besi, menghindari seluruh jenis lemak, atau mengabaikan kesehatan pencernaan dapat memengaruhi bagaimana tubuh memanfaatkan zat gizi tertentu.

Karena itu, mulai sekarang jangan hanya memperhatikan apa yang dimakan, tetapi juga bagaimana cara memakannya.

Perubahan kecil seperti makan lebih perlahan, menjaga pola makan tetap teratur, memilih sumber lemak yang baik, serta memperbanyak makanan berserat dapat menjadi langkah sederhana untuk mendukung kesehatan tubuh.

Jika seseorang mengalami keluhan seperti mudah lelah atau tanda lain yang menetap, jangan langsung menyimpulkan bahwa penyebabnya adalah kurang nutrisi.

Kondisi tersebut dapat memiliki banyak penyebab dan sebaiknya dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan penilaian yang tepat.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : Radar Bonang
penyerapan nutrisi tubuh kebiasaan makan sehat cara meningkatkan penyerapan nutrisi makanan bergizi kesehatan pencernaan