RADARBONAG.ID – Hilangnya tutup drainase di jalan raya kerap dianggap sebagai persoalan kecil.
Padahal, di balik lubang yang menganga tersebut tersimpan risiko besar yang dapat mengancam keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.
Fenomena pencurian tutup drainase masih terjadi di berbagai daerah di Indonesia.
Penutup saluran air yang umumnya terbuat dari besi diduga kerap dicuri untuk dijual sebagai besi bekas.
Dampaknya bukan hanya merugikan pemerintah dari sisi anggaran, tetapi juga meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas hingga mengganggu fungsi sistem drainase.
Lubang yang tampak biasa di siang hari bisa berubah menjadi jebakan berbahaya ketika malam tiba atau saat hujan mengguyur.
Pengendara Motor Menjadi Kelompok Paling Rentan
Keberadaan drainase tanpa penutup sangat berisiko bagi pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.
Saat kondisi jalan minim penerangan atau tertutup genangan air, lubang drainase sering kali tidak terlihat hingga kendaraan sudah berada tepat di atasnya.
Akibatnya, pengendara dapat kehilangan kendali, terjatuh, bahkan mengalami kecelakaan serius.
Risiko tersebut juga meningkat ketika lalu lintas padat karena pengendara memiliki ruang yang terbatas untuk menghindari lubang secara tiba-tiba.
Dalam sejumlah kasus di berbagai daerah, kendaraan yang masuk ke lubang drainase mengakibatkan korban mengalami luka berat hingga meninggal dunia.
Hilangnya Tutup Drainase Tidak Hanya Merugikan Pemerintah
Selain membahayakan masyarakat, pencurian tutup drainase juga menyebabkan kerugian finansial bagi pemerintah daerah.
Setiap penutup yang hilang harus diganti menggunakan anggaran daerah agar fungsi saluran air dan keselamatan pengguna jalan dapat kembali normal.
Ironisnya, tidak sedikit penutup drainase yang baru dipasang kembali hilang hanya beberapa hari kemudian akibat dicuri.
Kondisi tersebut membuat pemerintah harus mengeluarkan biaya berulang untuk memperbaiki fasilitas publik yang sama.
Drainase Terbuka Berpotensi Memicu Banjir
Dampak hilangnya tutup drainase tidak berhenti pada aspek keselamatan lalu lintas.
Lubang drainase yang terbuka juga memudahkan masuknya sampah berukuran besar seperti plastik, ranting, maupun limbah rumah tangga.
Sampah tersebut dapat menyumbat saluran air sehingga mengurangi kapasitas drainase dalam mengalirkan air hujan.
Akibatnya, risiko genangan hingga banjir di kawasan sekitar menjadi lebih tinggi, terutama ketika curah hujan meningkat.
Dengan kata lain, satu tutup drainase yang hilang dapat memunculkan dua persoalan sekaligus, yakni ancaman kecelakaan dan terganggunya sistem drainase perkotaan.
Pemerintah Mulai Gunakan Material Alternatif
Untuk mengurangi risiko pencurian, sejumlah pemerintah daerah mulai menerapkan berbagai inovasi.
Salah satunya adalah mengganti penutup drainase berbahan besi dengan material komposit atau beton bertulang yang memiliki nilai jual lebih rendah sehingga tidak menarik bagi pelaku pencurian.
Beberapa daerah juga memasang sistem pengunci khusus agar tutup drainase tidak mudah dilepas tanpa peralatan tertentu.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan keamanan fasilitas umum sekaligus mengurangi biaya penggantian akibat pencurian yang berulang.
Peran Masyarakat Sangat Dibutuhkan
Upaya menjaga keselamatan jalan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat penegak hukum.
Masyarakat juga memiliki peran penting dalam mencegah dampak yang lebih besar.
Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:
- Segera melaporkan kepada pemerintah daerah atau instansi terkait apabila menemukan drainase tanpa penutup.
- Memberikan tanda sementara di sekitar lubang apabila memungkinkan agar pengguna jalan lebih waspada.
- Tidak membeli atau memperjualbelikan barang yang diduga berasal dari hasil pencurian fasilitas umum.
- Mengingatkan pengguna jalan lain apabila terdapat kondisi yang membahayakan.
Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan aparat penegak hukum menjadi faktor penting untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat fasilitas umum yang rusak atau hilang.
Tutup Drainase adalah Bagian dari Keselamatan Publik
Di tengah pembangunan infrastruktur yang terus berkembang, keberadaan tutup drainase sering kali luput dari perhatian.
Padahal, komponen sederhana tersebut memiliki fungsi vital dalam menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus memastikan sistem drainase bekerja dengan baik.
Ketika tutup drainase hilang karena dicuri, yang dipertaruhkan bukan sekadar aset pemerintah, tetapi juga keselamatan setiap orang yang melintas.
Karena itu, menjaga fasilitas umum bukan hanya soal merawat infrastruktur, melainkan juga bentuk kepedulian terhadap keselamatan bersama.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : Radar Bonang