RADARBONAG.ID – Perjuangan seorang ayah memang sering kali tak terlihat, tetapi kisah yang dialami Ramadandi atau akrab disapa Rama sukses mengundang empati masyarakat.
Pria yang bekerja sebagai pengemudi ojek online (ojol) itu harus menghadapi kenyataan pahit membesarkan putra semata wayangnya seorang diri setelah berpisah dengan istrinya.
Anak laki-lakinya yang masih berusia 18 bulan, Faiz, menjadi satu-satunya alasan Rama tetap bertahan menjalani kehidupan yang penuh tekanan.
Demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia bahkan terpaksa meninggalkan balitanya sendirian di rumah kontrakan saat bekerja mencari penumpang.
Cerita mengharukan tersebut menjadi sorotan publik setelah Rama hadir dalam program Pagi Pagi Ambyar yang tayang di Trans TV pada 4 Agustus lalu.
Terpaksa Tinggalkan Balita Demi Mencari Nafkah
Dalam tayangan itu, Rama menceritakan bahwa dirinya memilih mengasuh Faiz tanpa bantuan orang lain sejak anak tersebut masih berada dalam kandungan. Keputusan itu diambil setelah ia berpisah dengan istrinya.
Sebagai ayah tunggal, Rama mengaku menghadapi dilema yang sangat berat.
Di satu sisi ia harus bekerja agar kebutuhan hidup terpenuhi, tetapi di sisi lain tidak ada orang yang benar-benar ia percaya untuk menjaga buah hatinya.
Karena kondisi tersebut, setiap hari Rama berangkat bekerja sebagai driver ojol sejak pukul 06.00 pagi hingga larut malam.
Selama berada di jalan, pikirannya tak pernah benar-benar tenang karena terus memikirkan keadaan Faiz yang berada sendirian di rumah.
Meski begitu, ia berusaha meminimalkan risiko dengan menata kondisi kontrakan agar tetap aman bagi balita.
CCTV Jadi Satu-satunya Cara Memantau Sang Anak
Sebelum meninggalkan rumah, Rama memastikan tidak ada benda-benda tajam yang bisa dijangkau putranya.
Ia juga meletakkan kasur langsung di lantai agar Faiz tidak berisiko terjatuh ketika bermain atau tidur.
Selain itu, Rama memasang kamera CCTV sebagai satu-satunya alat untuk memantau kondisi anaknya selama dirinya bekerja.
Lewat kamera tersebut, ia beberapa kali mengecek keadaan Faiz di sela-sela menerima pesanan penumpang.
Meski tidak bisa menggantikan kehadiran seorang pengasuh, cara itu menjadi pilihan terbaik yang bisa ia lakukan dalam kondisi serba terbatas.
Pengorbanan Rama memperlihatkan beratnya perjuangan sebagian orang tua tunggal yang harus membagi waktu antara mencari nafkah dan memberikan perhatian kepada anak.
Pernah Berada di Titik Terendah
Tekanan ekonomi yang terus menghimpit membuat Rama sempat mengalami masa-masa paling sulit dalam hidupnya.
Di hadapan para pembawa acara, ia mengaku pernah kehilangan harapan hingga sempat muncul keinginan untuk mengakhiri hidup.
Beban sebagai kepala keluarga sekaligus orang tua tunggal membuatnya merasa nyaris tidak mampu lagi bertahan.
Pengakuan tersebut membuat suasana studio berubah haru.
Para host memberikan dukungan moral agar Rama tidak menyerah menghadapi cobaan hidup.
Mereka mengingatkan bahwa setiap masalah selalu memiliki jalan keluar dan meminta Rama tidak memikul seluruh beban seorang diri.
Dukungan Keluarga Dinilai Sangat Dibutuhkan
Dalam kesempatan tersebut, para host juga menyoroti pentingnya kehadiran keluarga besar untuk membantu Rama.
Diketahui, keluarga Rama berada di Kolaka. Mereka berharap keluarga dapat menjadi tempat bersandar sehingga Faiz memperoleh pengasuhan yang lebih baik, terutama pada masa tumbuh kembang yang sangat membutuhkan perhatian orang dewasa.
Host Rian Ibrahim menegaskan bahwa kebutuhan seorang balita bukan hanya makanan ataupun susu.
"Anak ini bukan hanya butuh makan atau susu, tapi juga butuh perhatian, pelukan, dan sentuhan," ujarnya dalam tayangan tersebut.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perkembangan emosional anak sama pentingnya dengan pemenuhan kebutuhan fisik.
Kisah Rama Mengundang Simpati Warganet
Sejak tayangan itu beredar di media sosial, kisah Rama menuai banyak perhatian dari masyarakat.
Tidak sedikit warganet yang mengaku terharu melihat perjuangan seorang ayah yang rela mengorbankan kenyamanan dirinya demi masa depan anak.
Banyak pula yang berharap ada bantuan dari berbagai pihak agar Rama tidak lagi harus meninggalkan Faiz sendirian ketika bekerja.
Di sisi lain, kisah tersebut juga memicu diskusi mengenai tantangan yang dihadapi para orang tua tunggal di Indonesia, terutama mereka yang bekerja di sektor informal dengan penghasilan tidak menentu.
Perjuangan Rama menjadi gambaran nyata bahwa di balik kesibukan para pengemudi ojol yang setiap hari mengantar penumpang maupun makanan, tersimpan cerita kehidupan yang tidak mudah.
Meski dihimpit berbagai kesulitan, Rama memilih tetap berjuang demi memberikan kehidupan yang lebih baik bagi putra semata wayangnya.
Harapannya sederhana, yakni melihat Faiz tumbuh sehat, aman, dan memiliki masa depan yang lebih cerah.
Kisah ini pun menjadi pengingat bahwa kepedulian keluarga, tetangga, maupun lingkungan sekitar dapat menjadi dukungan yang sangat berarti bagi orang tua yang tengah menghadapi situasi sulit.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : youtube.com/@TRANSTVofficial