Benarkah Kecerdasan Anak Lebih Banyak Diturunkan dari Ibu? Ini Penjelasan Ilmiah yang Perlu Diketahui Orang Tua

Muhammad Azlan Syah • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 14:36 WIB
Benarkah anak pintar pasti mewarisi kecerdasan dari ibunya? Ternyata jawabannya tidak sesederhana yang selama ini dipercaya. Simak penjelasan ilmiah tentang peran genetik, ayah, hingga lingkungan dalam membentuk kecerdasan anak. (ilustrasi)
Benarkah anak pintar pasti mewarisi kecerdasan dari ibunya? Ternyata jawabannya tidak sesederhana yang selama ini dipercaya. Simak penjelasan ilmiah tentang peran genetik, ayah, hingga lingkungan dalam membentuk kecerdasan anak. (ilustrasi)

RADARBONAG.ID – Anggapan bahwa kecerdasan anak lebih banyak diwariskan dari ibu sudah lama menjadi perbincangan di masyarakat.

Tak sedikit orang yang meyakini bahwa jika seorang ibu memiliki tingkat kecerdasan tinggi, maka anaknya akan memiliki kemampuan intelektual yang serupa.

Namun, apakah klaim tersebut benar secara ilmiah? Jawabannya tidak sesederhana ya atau tidak.

Penelitian di bidang genetika memang menunjukkan adanya peran penting ibu dalam mewariskan sejumlah gen yang berkaitan dengan fungsi kognitif. 

Meski begitu, kecerdasan anak sejatinya merupakan hasil interaksi kompleks antara faktor genetik, lingkungan, pola asuh, hingga nutrisi yang diterima sejak dini.

Baca Juga: Final Piala Presiden 2026 Persib vs Persebaya Diprediksi Sengit, Maung Bandung atau Bajul Ijo yang Ciptakan Sejarah Baru?

Pembahasan mengenai hal tersebut kembali mencuat melalui podcast di kanal YouTube Malaka Project bertajuk "Benarkah Kecerdasan Anak Diturunkan dari Ibu", yang menghadirkan penjelasan berdasarkan sudut pandang ilmiah.

Mengapa Ibu Sering Dikaitkan dengan Kecerdasan Anak?

Salah satu alasan munculnya anggapan tersebut adalah keberadaan kromosom X. Dalam ilmu genetika, perempuan memiliki dua kromosom X (XX), sedangkan laki-laki memiliki satu kromosom X dan satu kromosom Y (XY).

Sejumlah gen yang berhubungan dengan perkembangan fungsi otak dan kemampuan kognitif memang berada pada kromosom X.

Karena setiap anak pasti menerima satu kromosom X dari ibunya, kontribusi genetik ibu terhadap perkembangan otak anak menjadi cukup besar.

Anak laki-laki memperoleh kromosom X dari ibu dan kromosom Y dari ayah. Sementara anak perempuan menerima satu kromosom X dari ibu dan satu kromosom X dari ayah.

Inilah yang kemudian melahirkan anggapan bahwa ibu memiliki pengaruh dominan terhadap kecerdasan anak.

Namun, para ahli mengingatkan bahwa fakta tersebut tidak bisa dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa kecerdasan hanya berasal dari ibu.

Gen Kecerdasan Tidak Hanya Berasal dari Ibu

Dalam podcast tersebut, Riza Arif Putranto menjelaskan bahwa setiap manusia mewarisi materi genetik secara seimbang dari kedua orang tua.

"DNA kita diturunkan dari siapa? Setengah dari bapak dan setengah dari ibu. Dari jawaban ini saja, statement bahwasanya itu diturunkan dari ibu saja sudah gugur," jelas Riza Arif Putranto dalam podcast Malaka Project.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa tidak ada satu pun sifat manusia yang sepenuhnya berasal dari satu orang tua.

Ayah maupun ibu sama-sama memberikan kontribusi genetik terhadap berbagai aspek pertumbuhan dan perkembangan anak.

Dengan kata lain, keberadaan gen tertentu pada kromosom X memang memberi ibu peran penting, tetapi bukan berarti ayah tidak memiliki pengaruh terhadap kemampuan intelektual anak.

Ayah Juga Berperan Penting dalam Perkembangan Otak

Selain mewariskan separuh materi genetik, ayah juga memberikan kontribusi terhadap perkembangan berbagai fungsi otak yang mendukung proses belajar.

Beberapa gen dari ayah berperan dalam pembentukan struktur otak yang berkaitan dengan pengendalian emosi, kemampuan beradaptasi, respons terhadap stres, hingga pembentukan karakter.

Fungsi-fungsi tersebut sangat berpengaruh terhadap keberhasilan anak dalam belajar.

Anak yang mampu mengelola emosi dengan baik, merasa aman, serta memiliki ketahanan menghadapi tekanan cenderung lebih mudah menyerap informasi dan mengembangkan potensinya.

Karena itu, keberhasilan anak di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari tidak hanya ditentukan oleh kemampuan kognitif semata, tetapi juga oleh perkembangan aspek emosional dan sosial yang turut dipengaruhi oleh peran ayah.

Lingkungan Menjadi Faktor Penentu yang Tak Kalah Besar

Para pakar perkembangan anak sepakat bahwa gen hanyalah memberikan potensi awal. Potensi tersebut tidak akan berkembang secara optimal apabila tidak didukung lingkungan yang baik.

Sejak dalam kandungan hingga masa pertumbuhan, anak membutuhkan asupan gizi yang cukup untuk menunjang perkembangan otak.

Setelah lahir, stimulasi berupa interaksi dengan orang tua, kesempatan bermain, membaca buku, berbicara, hingga mendapatkan pendidikan yang berkualitas menjadi faktor yang sangat menentukan.

Selain itu, rasa aman, kasih sayang, dan hubungan emosional yang sehat di dalam keluarga juga terbukti membantu perkembangan kemampuan berpikir, kreativitas, dan keterampilan memecahkan masalah.

Dengan kata lain, anak yang memiliki potensi genetik baik belum tentu berkembang maksimal apabila tumbuh dalam lingkungan yang minim stimulasi atau mengalami kekurangan nutrisi.

Sebaliknya, anak dengan potensi genetik biasa saja dapat berkembang sangat baik apabila mendapatkan pengasuhan yang positif dan lingkungan belajar yang mendukung.

Kecerdasan Adalah Hasil Banyak Faktor

Kesimpulannya, anggapan bahwa kecerdasan anak sepenuhnya diturunkan dari ibu merupakan penyederhanaan dari proses biologis yang jauh lebih kompleks.

Baca Juga: Google Resmi Pensiunkan Google Assistant Mulai 4 September 2026, Gemini Jadi Asisten Digital Utama Android

Memang benar bahwa ibu memiliki kontribusi penting melalui kromosom X yang membawa sejumlah gen terkait fungsi kognitif.

Namun, ayah tetap menyumbangkan separuh materi genetik sekaligus berperan dalam pembentukan berbagai fungsi otak yang mendukung proses belajar.

Di luar faktor genetik, kecerdasan anak juga sangat dipengaruhi oleh kualitas pengasuhan, nutrisi, kesehatan, pendidikan, serta lingkungan tempat ia tumbuh.

Karena itu, membangun generasi yang cerdas bukan hanya bergantung pada faktor keturunan, melainkan juga pada kerja sama kedua orang tua dalam memberikan kasih sayang, stimulasi, dan kesempatan belajar yang terbaik sejak usia dini.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : youtube.com/@MalakaProjectid
genetik kecerdasan kromosom X peran ibu kecerdasan anak perkembangan otak anak