Katanya Kendaraan Listrik Lebih Hemat, Benarkah? Ini Perbandingan Biaya Motor dan Mobil Listrik vs Bensin

Arinie Khaqqo • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 12:08 WIB
Kendaraan listrik disebut lebih hemat dan minim perawatan. Tapi apakah benar bisa menghemat pengeluaran dalam jangka panjang? (Ilustrasi)
Kendaraan listrik disebut lebih hemat dan minim perawatan. Tapi apakah benar bisa menghemat pengeluaran dalam jangka panjang? (Ilustrasi)

RADARBONAG.ID – Kendaraan listrik semakin mudah ditemui di jalanan Indonesia.

Mulai dari motor hingga mobil, jumlah penggunanya terus bertambah seiring meningkatnya pilihan produk dan dukungan pemerintah terhadap transisi energi.

Salah satu alasan yang paling sering dikemukakan adalah biaya operasional yang lebih hemat dibanding kendaraan berbahan bakar bensin.

Tak sedikit orang yang mulai mempertimbangkan beralih karena berharap pengeluaran bulanan bisa berkurang.

Namun, apakah kendaraan listrik benar-benar lebih murah jika seluruh biaya kepemilikan dihitung? Jawabannya ternyata tidak sesederhana membandingkan biaya mengisi daya dengan membeli bensin.

Baca Juga: Telegram Kembali ke App Store Setelah Sempat Dihapus Apple, Ini Penyebab dan Penjelasan Resminya

Biaya Energi Harian Memang Lebih Murah

Keunggulan terbesar kendaraan listrik ada pada biaya energi yang digunakan setiap hari.

Sebagai gambaran, motor listrik umumnya mengonsumsi sekitar 2–3 kWh listrik untuk menempuh jarak sekitar 50–70 kilometer, tergantung kapasitas baterai, gaya berkendara, dan kondisi jalan.

Dengan tarif listrik rumah tangga yang berlaku, biaya pengisian daya biasanya hanya berkisar beberapa ribu rupiah untuk penggunaan harian.

Sebagai perbandingan, motor bensin untuk jarak yang sama dapat menghabiskan sekitar 1 hingga 1,5 liter BBM, sehingga biaya operasional hariannya cenderung lebih tinggi.

Hal serupa juga berlaku pada mobil listrik. Dalam banyak kondisi penggunaan normal, biaya energi per kilometer umumnya lebih rendah dibanding mobil bermesin bensin.

Karena itu, dari sisi konsumsi energi, kendaraan listrik memang memiliki keunggulan yang cukup jelas.

Biaya Servis Lebih Sederhana

Selain lebih hemat energi, kendaraan listrik juga memiliki komponen mekanis yang lebih sedikit.

Motor listrik tidak menggunakan oli mesin, busi, filter udara, ataupun sistem pembakaran yang membutuhkan perawatan rutin seperti kendaraan konvensional.

Servis berkala biasanya hanya berfokus pada pemeriksaan sistem kelistrikan, rem, ban, suspensi, dan kondisi baterai.

Sementara itu, kendaraan berbahan bakar bensin memerlukan penggantian oli, filter, busi, hingga berbagai komponen lain secara berkala.

Dalam jangka panjang, kondisi ini membuat biaya perawatan kendaraan listrik cenderung lebih rendah.

Harga Beli Masih Menjadi Pertimbangan

Meski lebih hemat saat digunakan, harga awal kendaraan listrik masih menjadi salah satu tantangan terbesar.

Motor listrik umumnya masih dibanderol lebih tinggi dibanding motor bensin dengan spesifikasi yang setara, meskipun beberapa model mendapatkan insentif pemerintah.

Hal yang sama juga terjadi pada mobil listrik, yang rata-rata masih memiliki harga lebih tinggi dibanding mobil bermesin pembakaran dalam kelas yang sama.

Artinya, penghematan biaya operasional baru akan benar-benar terasa apabila kendaraan digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Semakin sering kendaraan dipakai setiap hari, semakin besar pula peluang biaya operasional yang lebih rendah dapat menutup selisih harga pembelian.

Baterai Menjadi Komponen Paling Penting

Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul dari calon pembeli adalah mengenai umur baterai.

Baterai merupakan komponen termahal dalam kendaraan listrik.

Apabila harus diganti di luar masa garansi, biayanya memang bisa cukup besar, tergantung jenis kendaraan dan kapasitas baterai.

Namun, produsen saat ini umumnya memberikan garansi baterai hingga bertahun-tahun atau berdasarkan batas jarak tempuh tertentu.

Selain itu, perkembangan teknologi juga membuat daya tahan baterai terus meningkat dibanding generasi awal kendaraan listrik.

Meski begitu, biaya penggantian baterai tetap menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan membeli kendaraan listrik.

Infrastruktur Masih Terus Berkembang

Selain soal biaya, kemudahan penggunaan juga menjadi pertimbangan penting.

Jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Indonesia terus bertambah setiap tahun, terutama di kota-kota besar dan jalur antarkota.

Meski demikian, ketersediaannya belum merata di seluruh daerah.

Bagi masyarakat yang tinggal di kota besar atau memiliki fasilitas pengisian daya di rumah, kondisi ini mungkin tidak menjadi kendala.

Namun, bagi pengguna yang sering melakukan perjalanan jarak jauh ke wilayah dengan infrastruktur terbatas, kendaraan listrik masih membutuhkan perencanaan perjalanan yang lebih matang dibanding kendaraan berbahan bakar bensin.

Jadi, Lebih Hemat atau Tidak?

Jika hanya melihat biaya energi dan perawatan, kendaraan listrik memang menawarkan penghematan yang cukup signifikan.

Namun, ketika memasukkan faktor harga beli, umur kendaraan, nilai jual kembali, biaya penggantian baterai, hingga kesiapan infrastruktur, jawabannya menjadi lebih kompleks.

Bagi pengguna yang menempuh perjalanan jauh setiap hari, kendaraan listrik berpotensi memberikan penghematan lebih besar dalam jangka panjang.

Baca Juga: Nasib PPPK Dipastikan Aman, Komisi II DPR Minta Pemerintah Daerah Tidak Jadikan Krisis Anggaran sebagai Alasan PHK

Sebaliknya, bagi pengguna yang jarang memakai kendaraan atau hanya berkendara dalam jarak pendek sesekali, selisih penghematan mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk menutupi biaya pembelian awal.

Pada akhirnya, memilih kendaraan listrik bukan hanya soal mengejar biaya operasional yang lebih murah.

Keputusan tersebut juga bergantung pada kebutuhan, pola penggunaan, akses terhadap fasilitas pengisian daya, serta kesiapan masing-masing pengguna.

Dengan perkembangan teknologi yang terus berlangsung dan infrastruktur yang semakin luas, kendaraan listrik diperkirakan akan menjadi pilihan yang semakin menarik di masa depan.

Namun untuk saat ini, keputusan terbaik tetap bergantung pada kebutuhan dan kondisi masing-masing orang, bukan sekadar mengikuti tren.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : Radar Bonang
biaya kendaraan listrik kendaraan bensin kendaraan listrik mobil listrik motor listrik