Mengapa Ada Kota Spanyol di Afrika? Ini 5 Fakta Menarik Ceuta yang Bikin Banyak Orang Penasaran

Muhammad Azlan Syah • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 15:26 WIB
Tahukah kamu kalau Spanyol punya kota yang justru berada di Benua Afrika? Namanya Ceuta. Letaknya unik, budayanya beragam, dan menjadi perbatasan langsung Uni Eropa dengan Maroko (wikivoyage.org)
Tahukah kamu kalau Spanyol punya kota yang justru berada di Benua Afrika? Namanya Ceuta. Letaknya unik, budayanya beragam, dan menjadi perbatasan langsung Uni Eropa dengan Maroko (wikivoyage.org) 

RADARBONAG.ID – Saat mendengar nama Spanyol, kebanyakan orang langsung membayangkan negara yang berada di Benua Eropa.

Namun, tahukah Anda bahwa Spanyol memiliki sebuah kota yang justru berdiri di daratan Afrika?

Kota tersebut bernama Ceuta, sebuah wilayah otonom Spanyol yang berada di pesisir utara Afrika dan berbatasan langsung dengan Maroko.

Letaknya yang unik membuat Ceuta menjadi salah satu wilayah paling menarik di dunia karena mempertemukan dua benua, dua budaya, dan dua kawasan geopolitik dalam satu tempat.

Selain dikenal sebagai destinasi wisata yang eksotis, Ceuta juga kerap menjadi sorotan dunia karena posisinya sebagai salah satu pintu masuk menuju Eropa.

Baca Juga: Lebih dari 700 Orang Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis di Semarang, Ini Gejala yang Paling Banyak Dikeluhkan Korban

Berikut lima fakta menarik tentang Ceuta yang membuatnya berbeda dari kota-kota lain di Spanyol.

1. Berada di Afrika, tetapi Merupakan Wilayah Resmi Spanyol

Hal paling unik dari Ceuta adalah lokasinya. Secara geografis kota ini berada di ujung utara Benua Afrika, tepat di tepi Selat Gibraltar.

Meski demikian, secara administratif Ceuta merupakan kota otonom milik Spanyol.

Artinya, wilayah ini tetap menjadi bagian dari Spanyol dan Uni Eropa meskipun dikelilingi wilayah Maroko.

Luasnya sekitar 19,5 kilometer persegi dengan jumlah penduduk sekitar 83 ribu jiwa.

2. Menjadi Perbatasan Darat Uni Eropa dengan Afrika

Ceuta memiliki nilai strategis karena berbatasan langsung dengan Maroko.

Bersama kota Melilla, Ceuta menjadi satu-satunya perbatasan darat antara Uni Eropa dan Benua Afrika.

Kondisi tersebut membuat wilayah ini memiliki pagar perbatasan yang dijaga ketat dan sering menjadi perhatian dalam isu migrasi internasional.

Dalam beberapa tahun terakhir, Ceuta beberapa kali menjadi pusat perhatian akibat gelombang migran yang mencoba memasuki wilayah Uni Eropa melalui kota tersebut.

3. Perpaduan Budaya Eropa dan Afrika

Karena letaknya yang sangat dekat dengan Maroko, kehidupan di Ceuta dipengaruhi oleh dua budaya sekaligus.

Di satu sisi, masyarakat menggunakan bahasa Spanyol, mata uang euro, dan mengikuti sistem pemerintahan Spanyol.

Namun di sisi lain, pengaruh budaya Afrika dan Arab juga sangat terasa melalui kuliner, arsitektur, hingga kehidupan masyarakat sehari-hari.

Tak heran jika Ceuta sering dijuluki sebagai "kota empat budaya", karena menjadi tempat hidup berdampingannya komunitas Kristen, Muslim, Yahudi, dan Hindu.

4. Letaknya Sangat Dekat dengan Daratan Spanyol

Meski berada di Afrika, Ceuta sebenarnya hanya berjarak sekitar 20 hingga 30 kilometer dari daratan utama Spanyol.

Perjalanan menggunakan kapal feri dari kota Algeciras menuju Ceuta hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam.

Pada hari yang cerah, pengunjung bahkan dapat melihat garis pantai Spanyol dari wilayah Ceuta karena kedua daratan hanya dipisahkan oleh Selat Gibraltar.

Lokasi ini juga menjadikan Ceuta sebagai titik penting bagi jalur pelayaran internasional yang menghubungkan Samudra Atlantik dan Laut Mediterania.

5. Kaya Sejarah dan Destinasi Wisata

Ceuta bukan hanya menarik dari sisi geografis, tetapi juga memiliki sejarah panjang yang membentang sejak zaman Romawi.

Berbagai bangsa seperti Fenisia, Romawi, Bizantium, Arab, Portugis, hingga Spanyol pernah menguasai wilayah ini.

Jejak sejarah tersebut masih dapat ditemukan melalui benteng, tembok pertahanan, museum, dan bangunan bersejarah yang tersebar di seluruh kota.

Beberapa destinasi populer di Ceuta antara lain Royal Walls of Ceuta, Plaza de África, House of the Dragons, hingga kawasan pantai yang menghadap langsung ke Selat Gibraltar.

Mengapa Ceuta Selalu Menarik Perhatian Dunia?

Selain menjadi tujuan wisata, Ceuta memiliki posisi geopolitik yang sangat penting.

Sebagai wilayah Spanyol di Afrika, kota ini sering menjadi titik masuk para migran yang berharap memperoleh akses menuju Eropa.

Baca Juga: Jangan Tertipu Label Sehat, Penelitian Selama 25 Tahun Sebut Jus Buah Kemasan Bisa Berdampak Buruk bagi Kesehatan

Hal tersebut membuat Ceuta kerap menjadi perhatian pemerintah Spanyol maupun Uni Eropa, terutama ketika terjadi lonjakan arus migrasi dari Afrika Utara.

Di luar isu tersebut, Ceuta tetap dikenal sebagai kota dengan keindahan alam, sejarah panjang, serta keberagaman budaya yang sulit ditemukan di tempat lain.

Bagi wisatawan yang ingin merasakan suasana Eropa sekaligus Afrika dalam satu perjalanan, Ceuta menawarkan pengalaman yang benar-benar berbeda.

Perpaduan budaya, sejarah, dan letak geografisnya menjadikan kota kecil ini sebagai salah satu destinasi paling unik yang dimiliki Spanyol.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : travel.detik.com
Ceuta kota Spanyol di Afrika fakta Ceuta wisata Spanyol Ceuta Maroko