RADARBONANG.ID – Memiliki rumah pribadi sebelum menginjak usia 30 tahun saat ini sering kali dianggap sebagai impian yang muluk-muluk bagi generasi muda.
Dengan lonjakan harga properti yang tidak sebanding dengan kenaikan gaji rata-rata, banyak Gen Z dan Milenial yang mulai pasrah dan memilih untuk mengontrak seumur hidup.
Namun, menyerah bukan satu-satunya pilihan. Belakangan ini, viral di media sosial kisah-kisah pasangan muda yang berhasil mendobrak kemustahilan tersebut.
Senjatanya bukan warisan atau menang lotre, melainkan sebuah komitmen ekstrem pada gaya hidup yang disebut frugal living ugal-ugalan.
Apa Itu Gaya Hidup Frugal Living Ugal-ugalan?
Secara harfiah, frugal living diartikan sebagai gaya hidup hemat atau cermat dalam mengelola keuangan.
Namun, istilah "ugal-ugalan" yang disematkan oleh netizen merujuk pada tingkat kedisiplinan yang sangat tinggi—bahkan cenderung ekstrem—dalam memangkas pengeluaran yang tidak perlu demi mencapai target finansial yang besar.
Gaya hidup ini bukan berarti menyiksa diri atau pelit kepada diri sendiri. Esensi utamanya adalah kesadaran penuh untuk membedakan antara kebutuhan esensial dan keinginan yang didorong oleh gengsi.
Bagi pelakunya, menunda kesenangan jangka pendek demi keamanan finansial jangka panjang adalah sebuah keharusan.
Rahasia Pangkas Pengeluaran ala Pasangan Muda
Bagaimana cara nyata mereka menekan pengeluaran hingga bisa menabung hingga 70 persen dari pendapatan bulanan? Berikut adalah beberapa langkah ekstrem yang banyak diadopsi:
-
*Strategi Meal Prep dan Stop Jajan: Anjloknya pengeluaran terbesar anak muda biasanya ada pada makanan. Pasangan frugal memilih memasak sendiri untuk seminggu penuh (meal prep) dan membawa bekal ke kantor, serta mencoret anggaran kopi susu kekinian.
-
Memilih Transportasi Umum: Alih-alih mencicil mobil yang nilainya terus turun dan memakan biaya bensin serta perawatan yang mahal, mereka lebih memilih memaksimalkan kereta, bus, atau sepeda motor.
-
Puasa Belanja Fashion & Gadget: Tidak ada kata checkout keranjang belanja online jika barang lama masih berfungsi dengan baik. Mereka tidak peduli dianggap ketinggalan zaman selama rekening bank mereka terus bertambah.
-
Alokasi Hiburan Gratis: Liburan tidak harus ke luar negeri atau menginap di hotel mewah. Menikmati waktu di taman kota, menonton film di rumah, atau memasak bersama menjadi alternatif hiburan yang hemat namun tetap intim.
Menghitung Hasil: Dari Tabungan Menjadi Uang Muka Rumah
Banyak orang meremehkan uang receh hasil berhemat. Padahal, jika dikalkulasikan secara konsisten selama 3 hingga 5 tahun, hasilnya bisa sangat mengejutkan.
Uang yang biasanya habis untuk nongkrong, thrifting, dan nonton bioskop setiap akhir pekan, jika dialihkan ke rekening tabungan khusus atau instrumen investasi rendah risiko, akan terkumpul menjadi ratusan juta rupiah.
Dana inilah yang kemudian dijadikan sebagai uang muka (down payment) rumah atau bahkan untuk membeli hunian secara tunai bertahap.
Ketika teman-teman sebayanya masih sibuk mencicil gaya hidup, pasangan frugal ini sudah bisa tidur nyenyak di bawah atap rumah milik sendiri.
Tantangan Terbesar: Melawan Gengsi dan Stigma Sosial
Menerapkan frugal living di era gempuran media sosial tentu bukan perkara mudah. Tantangan terberatnya bukanlah rasa lapar atau bosan, melainkan tekanan sosial.
Anda harus siap menolak ajakan nongkrong di tempat mahal, siap dianggap "pelit" oleh lingkungan sekitar, dan kuat menahan diri saat melihat story teman yang sedang berlibur mewah.
Pada akhirnya, gaya hidup hemat ekstrem ini membutuhkan visi yang sama kuatnya antara Anda dan pasangan.
Jika Anda memiliki target yang jelas, mengorbankan sedikit gengsi di usia 20-an akan terbayar lunas dengan ketenangan finansial di usia 30-an. Jadi, berani coba frugal living ugal-ugalan ini?
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : Radar Bonang