Bolehkah Menyalakan Barang Elektronik di Pesawat? Ini Aturan Mode Pesawat, Laptop, dan Power Bank yang Masih Sering Disalahpahami

Defy Maulida Puspaaji • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 15:16 WIB
Masih mengira semua barang elektronik harus dimatikan saat naik pesawat? Faktanya, HP, laptop, hingga tablet tetap boleh digunakan, tetapi ada aturan penting yang wajib dipatuhi. Jangan sampai salah membawa power bank atau lupa mengaktifkan mode pesawat karena bisa memengaruhi keselamatan penerbangan. (ilustrasi)
Masih mengira semua barang elektronik harus dimatikan saat naik pesawat? Faktanya, HP, laptop, hingga tablet tetap boleh digunakan, tetapi ada aturan penting yang wajib dipatuhi. Jangan sampai salah membawa power bank atau lupa mengaktifkan mode pesawat karena bisa memengaruhi keselamatan penerbangan. (ilustrasi)

RADARBONAG.ID – Saat hendak lepas landas, awak kabin hampir selalu mengingatkan penumpang untuk mengaktifkan mode pesawat (airplane mode) pada ponsel dan perangkat elektronik lainnya.

Meski sering mendengar pengumuman tersebut, masih banyak orang yang bertanya-tanya, apakah sebenarnya barang elektronik boleh digunakan selama penerbangan?

Sebagian penumpang mengira semua perangkat elektronik harus dimatikan hingga pesawat mendarat.

Ada pula yang menganggap aturan mode pesawat hanyalah formalitas dan tidak lagi diperlukan di era teknologi modern.

Faktanya, sebagian besar maskapai memang memperbolehkan penggunaan berbagai perangkat elektronik selama penerbangan.

Namun, ada sejumlah aturan keselamatan yang wajib dipatuhi demi menjaga keamanan seluruh penumpang dan kru pesawat.

Baca Juga: Kenapa Fitur Unsent Message dan Delete for Everyone Jadi 'Penyelamat' Gen Z? Ternyata Bukan Cuma Soal Salah Kirim

Barang Elektronik Boleh Digunakan, Asalkan Mematuhi Aturan

Secara umum, penumpang diperbolehkan menggunakan berbagai perangkat elektronik seperti telepon seluler, tablet, laptop, kamera digital, e-reader, hingga konsol gim portabel selama berada di dalam pesawat.

Namun, penggunaannya harus mengikuti prosedur keselamatan yang ditetapkan maskapai dan otoritas penerbangan.

Salah satu aturan paling penting adalah mengaktifkan mode pesawat pada perangkat yang memiliki fitur komunikasi seluler sebelum pesawat lepas landas.

Dengan mode tersebut, perangkat berhenti mengirim dan menerima sinyal seluler sehingga mengurangi potensi gangguan terhadap sistem komunikasi penerbangan.

Setelah mode pesawat aktif, penumpang biasanya masih dapat menggunakan berbagai fungsi lain, seperti membaca e-book, menonton film yang telah diunduh, mendengarkan musik, bermain gim offline, atau mengerjakan dokumen.

Mengapa Harus Mengaktifkan Mode Pesawat?

Mode pesawat bukan berarti perangkat harus dimatikan sepenuhnya.

Fitur ini dirancang untuk menonaktifkan transmisi sinyal seluler yang digunakan ponsel untuk mencari jaringan.

Pada banyak maskapai modern, penumpang bahkan diperbolehkan mengaktifkan kembali Wi-Fi atau Bluetooth setelah mode pesawat menyala, apabila layanan tersebut memang diizinkan selama penerbangan.

Karena setiap maskapai memiliki kebijakan yang berbeda, penumpang tetap perlu mengikuti instruksi yang diberikan awak kabin.

Tidak Semua Perangkat Bebas Digunakan Kapan Saja

Walaupun perangkat elektronik diperbolehkan menyala, penggunaannya tidak selalu bebas di setiap fase penerbangan.

Saat lepas landas (take off) dan pendaratan (landing), awak kabin biasanya meminta penumpang menyimpan laptop atau perangkat elektronik berukuran besar.

Hal ini bukan semata-mata terkait sinyal, melainkan untuk alasan keselamatan.

Jika terjadi pengereman mendadak, turbulensi, atau kondisi darurat, benda berukuran besar yang berada di pangkuan atau meja lipat dapat menjadi sumber cedera bagi penumpang.

Karena itu, perangkat seperti laptop umumnya harus disimpan sementara hingga pesawat mencapai ketinggian jelajah.

Aturan Power Bank Justru Lebih Ketat

Salah satu aturan yang paling sering dilanggar penumpang berkaitan dengan power bank.

Banyak orang masih memasukkannya ke bagasi tercatat, padahal sebagian besar maskapai melarang hal tersebut.

Power bank dan baterai lithium cadangan wajib dibawa ke dalam bagasi kabin karena mengandung baterai lithium yang memiliki risiko panas berlebih (thermal runaway) apabila mengalami kerusakan atau korsleting.

Dengan disimpan di kabin, kru pesawat dapat lebih cepat menangani jika terjadi insiden.

Selain itu, maskapai juga biasanya menetapkan batas kapasitas tertentu, yang umumnya diukur dalam satuan Wh (Watt-hour). Untuk kapasitas yang lebih besar, penumpang mungkin memerlukan persetujuan maskapai atau bahkan tidak diizinkan membawanya sama sekali.

Karena itu, sebaiknya selalu periksa aturan maskapai sebelum bepergian.

Perangkat yang Umumnya Boleh Digunakan

Selama mematuhi aturan keselamatan, penumpang biasanya dapat menggunakan berbagai perangkat berikut:

Meski demikian, apabila awak kabin meminta perangkat dimatikan atau disimpan, seluruh penumpang wajib mematuhinya.

Mengapa Aturan Ini Penting?

Sebagian orang menganggap aturan penggunaan perangkat elektronik sudah tidak relevan karena teknologi pesawat semakin canggih.

Baca Juga: Fenomena Hoaks WhatsApp dan Baby Boomers, Ini Penjelasan Mengapa Pesan Palsu Mudah Menyebar di Grup Keluarga

Namun, regulasi tersebut tetap diterapkan sebagai bagian dari standar keselamatan penerbangan internasional.

Selain mengurangi potensi gangguan terhadap sistem komunikasi, aturan ini juga bertujuan meminimalkan risiko cedera akibat benda yang tidak tersimpan dengan baik serta mengantisipasi potensi kebakaran yang berasal dari baterai lithium.

Karena itu, setiap maskapai mengacu pada ketentuan yang ditetapkan otoritas penerbangan sipil di masing-masing negara.

Agar Perjalanan Tetap Aman dan Nyaman

Sebelum naik pesawat, ada baiknya penumpang memastikan seluruh perangkat elektronik telah terisi daya, mengaktifkan mode pesawat saat diminta, serta menyimpan power bank di bagasi kabin sesuai ketentuan.

Mematuhi instruksi awak kabin bukan hanya soal mengikuti aturan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan bersama selama penerbangan.

Dengan memahami prosedur tersebut, penumpang tetap dapat menikmati hiburan, bekerja, atau berkomunikasi melalui layanan yang tersedia tanpa mengabaikan aspek keamanan penerbangan.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : Radar Bonang
barang elektronik di pesawat mode pesawat aturan power bank di pesawat penggunaan HP di pesawat aturan penerbangan\