Kesurupan Massal Sering Terjadi di Sekolah dan Pabrik? Ini Penjelasan Ilmiahnya dilihat dari Faktor Psikologis dan Sugesti Sosial

Bihan Mokodompit • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 11:52 WIB
Kesurupan massal sering dikaitkan dengan hal-hal mistis, tetapi dunia psikologi memiliki penjelasan yang berbeda. Stres, tekanan emosional, dan sugesti sosial disebut menjadi faktor utama di balik banyak kasus yang terjadi di sekolah, pabrik, maupun asrama.
Kesurupan massal sering dikaitkan dengan hal-hal mistis, tetapi dunia psikologi memiliki penjelasan yang berbeda. Stres, tekanan emosional, dan sugesti sosial disebut menjadi faktor utama di balik banyak kasus yang terjadi di sekolah, pabrik, maupun asrama. 

RADARBONAG.ID – Fenomena kesurupan massal kerap menjadi perhatian masyarakat karena dapat melibatkan banyak orang dalam waktu yang hampir bersamaan.

Peristiwa ini sering terjadi di lingkungan sekolah, pabrik, asrama, hingga tempat dengan aktivitas kelompok yang padat, sehingga memunculkan berbagai penafsiran, mulai dari sudut pandang budaya, agama, hingga ilmu pengetahuan.

Di Indonesia, kejadian kesurupan massal sering dikaitkan dengan hal-hal supranatural.

Namun, dalam dunia psikologi dan kedokteran, fenomena tersebut memiliki penjelasan ilmiah yang dikenal sebagai mass psychogenic illness (MPI) atau gangguan psikogenik massal. 

Kondisi ini telah diteliti di berbagai negara dan menjadi salah satu fenomena psikologis yang cukup dikenal dalam ilmu kesehatan mental.

Baca Juga: Mengapa Bayi Manusia Sangat Lemah Saat Lahir? Ini Penjelasan Ilmiah tentang Otak, Evolusi, dan Ketergantungan pada Orang Tua

Meski demikian, penjelasan ilmiah ini tidak dimaksudkan untuk menafikan keyakinan budaya maupun agama yang dianut masyarakat. Pendekatan medis berfokus pada faktor-faktor yang dapat diukur dan diteliti secara ilmiah.

Apa Itu Kesurupan Massal Menurut Ilmu Psikologi?

Dalam kajian psikologi, kesurupan massal adalah kondisi ketika sekelompok orang mengalami gejala serupa dalam waktu yang hampir bersamaan tanpa ditemukan penyebab fisik yang dapat menjelaskan seluruh kejadian tersebut.

Fenomena ini masuk dalam kategori gangguan psikogenik massal, yaitu kondisi yang muncul akibat respons psikologis terhadap tekanan emosional, kecemasan, stres, atau ketakutan yang dirasakan bersama oleh sekelompok orang.

Yang perlu dipahami, gejala yang dialami penderita bukanlah sesuatu yang dibuat-buat.

Orang yang mengalaminya benar-benar merasakan perubahan pada tubuh maupun emosinya, meskipun pemeriksaan medis sering kali tidak menemukan penyebab organik yang mendasarinya.

Karena itu, para ahli menekankan bahwa penderita tetap membutuhkan penanganan yang tepat dan tidak boleh dianggap berpura-pura.

Stres dan Tekanan Emosional Menjadi Pemicu Utama

Salah satu faktor yang paling sering dikaitkan dengan kesurupan massal adalah tekanan psikologis.

Seseorang yang mengalami stres berkepanjangan akibat beban belajar, tekanan pekerjaan, konflik sosial, kelelahan fisik, atau masalah pribadi cenderung memiliki respons emosional yang lebih sensitif dibandingkan kondisi normal.

Ketika tekanan tersebut mencapai titik tertentu, otak dapat memunculkan reaksi yang tidak disadari sebagai bentuk mekanisme pertahanan diri.

Reaksi tersebut bisa berupa menangis tanpa sebab yang jelas, berteriak, tubuh gemetar, sulit mengendalikan emosi, hingga kehilangan kesadaran terhadap lingkungan sekitar.

Jika kondisi itu terjadi di tengah kelompok yang mengalami tekanan serupa, risiko munculnya kesurupan massal menjadi lebih besar.

Sugesti Sosial Membuat Gejala Cepat Menyebar

Selain faktor psikologis, para ilmuwan juga menyoroti peran sugesti sosial dalam menjelaskan mengapa kesurupan massal dapat melibatkan banyak orang.

Ketika seseorang melihat orang lain mengalami gejala yang diyakini sebagai kesurupan, otak dapat merespons dengan cara yang serupa, terutama apabila individu tersebut berada dalam kondisi emosional yang rentan.

Fenomena ini berlangsung secara tidak sadar dan dipengaruhi oleh lingkungan sekitar.

Apabila masyarakat di lingkungan tersebut memiliki keyakinan yang kuat terhadap fenomena kesurupan, sugesti sosial dapat bekerja lebih cepat sehingga gejala tampak menyebar dari satu orang ke orang lainnya.

Inilah yang menjelaskan mengapa dalam beberapa kasus, jumlah orang yang mengalami gejala dapat bertambah dalam waktu relatif singkat.

Mengapa Kesurupan Massal Sering Terjadi di Sekolah dan Pabrik?

Sekolah, pabrik, asrama, atau tempat kerja menjadi lokasi yang paling sering dilaporkan mengalami kesurupan massal.

Menurut para ahli, lingkungan tersebut memiliki sejumlah karakteristik yang mendukung terjadinya gangguan psikogenik massal.

Para penghuni umumnya menjalani rutinitas yang sama, menghadapi tekanan yang mirip, serta memiliki interaksi sosial yang intens setiap hari.

Ketika satu orang mengalami gangguan emosional, respons tersebut dapat memengaruhi individu lain melalui mekanisme sugesti sosial.

Selain itu, suasana yang panas, padat, penuh kepanikan, atau minim ventilasi juga dapat memperburuk kondisi psikologis kelompok dan mempercepat penyebaran gejala.

Gejala yang Umum Dialami Penderita

Kesurupan massal dapat memunculkan berbagai gejala yang berbeda pada setiap individu.

Sebagian orang berteriak atau menangis tanpa kendali, sementara yang lain tertawa secara tiba-tiba atau menunjukkan perilaku yang tidak biasa.

Ada pula yang mengalami tubuh gemetar, pingsan, sulit berkomunikasi, kehilangan kesadaran terhadap lingkungan sekitar, hingga berbicara dengan intonasi yang berbeda.

Dalam beberapa kasus, penderita mengaku menjadi sosok tertentu sesuai dengan keyakinan yang berkembang di lingkungan tempat kejadian.

Meskipun gejalanya nyata, penelitian menunjukkan bahwa kondisi tersebut tidak selalu disebabkan oleh gangguan fisik maupun penyakit tertentu.

Bagaimana Penanganan Menurut Dunia Medis?

Pendekatan medis menekankan pentingnya menjaga situasi tetap tenang ketika terjadi kesurupan massal.

Orang yang mengalami gejala sebaiknya dipindahkan ke tempat yang lebih tenang dan dipisahkan dari kerumunan agar tidak memicu sugesti kepada orang lain.

Langkah berikutnya adalah memastikan tidak ada penyebab medis yang mendasari, seperti keracunan, kekurangan oksigen, gangguan pernapasan, gangguan metabolisme, atau kondisi darurat lainnya.

Jika pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan penyebab fisik, tenaga kesehatan dapat memberikan pendampingan psikologis sesuai kebutuhan.

Pendekatan ini bertujuan membantu penderita pulih sekaligus mencegah meluasnya gangguan psikogenik massal di lingkungan sekitar.

Menghormati Perbedaan Pandangan di Masyarakat

Di Indonesia, kesurupan massal masih sering dipahami sebagai fenomena yang berkaitan dengan makhluk halus atau unsur supranatural. Pandangan tersebut merupakan bagian dari kepercayaan budaya maupun agama yang telah lama hidup di tengah masyarakat.

Sementara itu, penelitian ilmiah menjelaskan sebagian besar kasus melalui kombinasi faktor psikologis, stres, kecemasan, dan sugesti sosial yang memengaruhi respons otak terhadap situasi tertentu.

Hingga kini, bukti ilmiah yang tersedia menunjukkan bahwa mass psychogenic illness menjadi salah satu penjelasan yang paling kuat untuk banyak kasus kesurupan massal yang telah diteliti.

Dengan memahami fenomena ini secara objektif, masyarakat diharapkan dapat menyikapi setiap kejadian dengan tenang, mengutamakan keselamatan dan pemeriksaan medis bagi para korban, serta tetap menghormati perbedaan keyakinan yang berkembang di lingkungan sekitar.

SEO Keyword:

Meta Description: Kesurupan massal dapat dipicu faktor psikologis dan sugesti sosial. Simak penjelasan ilmiah mengapa fenomena ini sering terjadi.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : instagram.com/prof.zulys
penjelasan ilmiah kesurupan kesurupan massal gangguan psikogenik massal sugesti sosial faktor psikologis kesurupan