RADARBONAG.ID – Iqbaal Ramadhan kembali mencuri perhatian lewat proyek film terbarunya, Operasi Pesta Copet.
Berbeda dari karya-karya sebelumnya, kali ini mantan personel Coboy Junior itu tidak hanya tampil sebagai pemeran utama, tetapi juga menjalani debut sebagai produser film.
Cerita di balik film tersebut diungkap langsung oleh Iqbaal saat menjadi bintang tamu dalam podcast "Sisi Lain Iqbaal Ramadhan" di kanal YouTube Raditya Dika.
Dalam obrolan yang berlangsung santai, ia membahas proses kreatif pembuatan film, tantangan menjalani dua peran sekaligus, hingga pengalaman syuting yang disebut sebagai salah satu produksi paling berani dari rumah produksi Imajinari.
Film Operasi Pesta Copet sendiri mengangkat kisah Ijal, tokoh yang diperankan Iqbaal Ramadhan, bersama rekan-rekannya yang nekat melakukan aksi pencopetan di tengah festival musik terbesar di Indonesia, Pestapora, karena terjepit tekanan ekonomi.
Debut Jadi Produser, Iqbaal Terlibat dari Awal hingga Akhir
Dalam podcast tersebut, Iqbaal mengaku proyek ini menjadi pengalaman pertamanya duduk di kursi produser.
Bersama Ernest Prakasa, Dipa Andika, dan James Erlangga, ia ikut mengawal berbagai aspek produksi, mulai dari pengembangan konsep hingga materi promosi.
Menurutnya, menjadi produser memberikan perspektif baru mengenai dunia perfilman.
Ia tidak hanya fokus pada akting, tetapi juga ikut memikirkan strategi pemasaran, konsep visual, hingga berbagai keputusan kreatif yang menentukan arah film.
"Banyak hal yang ternyata baru saya pelajari ketika menjadi produser. Tanggung jawabnya jauh lebih besar dibanding hanya menjadi aktor," kurang lebih menjadi gambaran yang disampaikan Iqbaal dalam perbincangan bersama Raditya Dika.
Selain itu, Iqbaal juga kembali menunjukkan sisi musikalnya dengan mengisi soundtrack film tersebut, sehingga keterlibatannya dalam Operasi Pesta Copet terasa semakin lengkap.
Belajar Teknik Pickpocket Demi Memerankan Ijal
Salah satu hal yang paling menarik perhatian adalah proses pendalaman karakter.
Dalam film ini, Iqbaal memerankan Ijal, seorang pemuda yang nekat mencopet di tengah keramaian festival musik bersama kelompoknya.
Agar penampilannya terlihat meyakinkan, Iqbaal bersama para pemain lainnya menjalani pelatihan khusus mengenai teknik pickpocket atau pencopetan.
Latihan tersebut dibimbing oleh pesulap sekaligus ilusionis profesional, seperti Ario Pringgo dan Vernon.
Mereka mengajarkan berbagai teknik mengambil barang tanpa disadari korban, termasuk bagaimana mengalihkan perhatian target melalui teknik distraksi yang selama ini juga digunakan dalam dunia sulap.
Iqbaal mengungkapkan bahwa sebagian besar adegan dilakukan secara langsung tanpa bantuan stuntman maupun efek visual berlebihan.
Karena itu, latihan menjadi bagian yang sangat penting agar setiap adegan terlihat natural di layar.
Dalam podcast tersebut juga dibahas sejumlah istilah yang dikenal di dunia pencopetan, seperti teknik pengalihan perhatian hingga cara bekerja secara berkelompok yang menjadi referensi dalam membangun karakter di film.
Syuting di Tengah Festival Pestapora Jadi Tantangan Terbesar
Salah satu keunikan Operasi Pesta Copet adalah lokasi syutingnya yang benar-benar dilakukan di festival musik Pestapora.
Tim produksi memanfaatkan momen sebelum festival dibuka untuk mengambil sejumlah adegan bersama ratusan pemeran tambahan.
Setelah itu, proses syuting juga dilakukan ketika festival sedang berlangsung dengan latar puluhan ribu penonton yang hadir secara langsung.
Kondisi tersebut membuat para pemain dan kru harus bekerja dengan sangat cepat sekaligus menyesuaikan situasi di lapangan.
Pendekatan inilah yang membuat Operasi Pesta Copet disebut sebagai salah satu proyek paling berani dari Imajinari karena berhasil menghadirkan suasana festival musik yang autentik tanpa harus membangun set buatan.
Visual Analog Jadi Identitas Film
Selain cerita yang unik, film ini juga mengusung pendekatan visual yang berbeda.
Iqbaal mengungkapkan bahwa poster teaser dan beberapa materi promosi dibuat menggunakan kamera medium format analog.
Menurutnya, pilihan tersebut dilakukan untuk menghadirkan nuansa visual yang lebih organik, hangat, dan memiliki karakter yang berbeda dibanding hasil foto digital modern.
Ketertarikan terhadap dunia analog ternyata juga menjadi bagian dari kehidupan pribadi Iqbaal.
Ia mengaku senang menggunakan kamera film, mengoleksi barang fisik, hingga menikmati proses kreatif yang tidak serba instan.
Berbagi Cerita tentang Perjalanan Karier
Podcast bersama Raditya Dika tidak hanya membahas film, tetapi juga perjalanan hidup Iqbaal sebagai figur publik yang sudah berkarya sejak usia sembilan tahun.
Ia bercerita mengenai tantangan tumbuh besar di industri hiburan, termasuk bagaimana pengalaman tersebut membentuk kebiasaannya untuk selalu ingin mengerjakan banyak hal sendiri.
Kini, setelah dipercaya menjadi produser, Iqbaal mulai belajar membangun kepercayaan kepada tim dan memahami pentingnya kolaborasi dalam sebuah produksi film.
Raditya Dika juga mengajak Iqbaal berdiskusi mengenai pentingnya memiliki mentor, proses belajar dari para senior, hingga bagaimana pengalaman-pengalaman tersebut membentuk cara pandangnya dalam berkarya.
Obrolan kemudian berlanjut ke berbagai topik ringan seperti kegemarannya membaca novel karya Haruki Murakami, ketertarikan pada kamera analog, nostalgia Kamen Rider, hingga berbagai hobi yang memperlihatkan sisi lain Iqbaal di luar dunia akting.
Siap Tayang dengan Dukungan Tim Produksi Berpengalaman
Operasi Pesta Copet diproduseri oleh Ernest Prakasa, Dipa Andika, Iqbaal Ramadhan, dan James Erlangga. Film ini disutradarai oleh Edy Khemod, yang juga menulis naskah bersama Rino Sarjono.
Proyek tersebut merupakan hasil kolaborasi antara rumah produksi Imajinari, Angin Segar, dan Boss Creator.
Dengan menggabungkan cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat, latar festival musik terbesar di Indonesia, serta pendekatan produksi yang berbeda dari film kebanyakan, Operasi Pesta Copet menjadi salah satu film Indonesia yang paling dinantikan tahun ini.
Tak hanya menjadi ajang pembuktian Iqbaal Ramadhan sebagai aktor, film ini juga menandai langkah barunya sebagai produser yang ikut membangun sebuah karya sejak tahap pengembangan hingga siap ditonton oleh publik.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : youtube.com/@radityadika