RADARBONAG.ID – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) memunculkan kekhawatiran di berbagai sektor pekerjaan.
Banyak orang menganggap AI akan menggantikan peran manusia, termasuk di bidang pemasaran atau marketing. Namun, kenyataannya justru menunjukkan arah yang berbeda.
Alih-alih mengurangi kebutuhan tenaga kerja, AI justru mengubah cara kerja para profesional marketing.
Perusahaan kini semakin aktif mencari talenta yang mampu menggabungkan kreativitas, kemampuan analisis, serta pemanfaatan teknologi AI untuk meningkatkan performa bisnis.
Perubahan ini membuat profesi marketing diprediksi tetap menjadi salah satu bidang karier yang paling menjanjikan dalam beberapa tahun ke depan.
Baca Juga: 5 Fitur Canva yang Jarang Diketahui, Padahal Bisa Membuat Proses Desain Jauh Lebih Cepat
AI Mengubah Cara Kerja Marketing, Bukan Menghapus Profesinya
Kemampuan AI yang semakin canggih memang mampu mengotomatisasi berbagai pekerjaan rutin.
Mulai dari menyusun laporan, menganalisis data pelanggan, membuat draf konten, hingga membantu merancang strategi pemasaran awal kini dapat dilakukan lebih cepat dengan bantuan teknologi.
Meski demikian, perusahaan tetap membutuhkan manusia untuk mengambil keputusan strategis.
Menentukan arah kampanye pemasaran, memahami emosi konsumen, membangun identitas merek, hingga menghasilkan ide kreatif yang relevan masih menjadi kemampuan yang sulit digantikan oleh mesin.
Justru karena AI mampu mengambil alih pekerjaan administratif, para marketer memiliki lebih banyak waktu untuk fokus pada strategi yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan.
Lowongan Kerja Berbasis AI Tumbuh Pesat
Perubahan kebutuhan industri juga tercermin dalam berbagai laporan ketenagakerjaan global.
Laporan PwC AI Jobs Barometer 2026 menunjukkan bahwa lowongan kerja yang membutuhkan keterampilan AI tumbuh hampir delapan kali lebih cepat dibandingkan pertumbuhan pasar kerja secara keseluruhan.
Tak hanya itu, pekerja yang memiliki kemampuan memanfaatkan AI juga memperoleh nilai tambah yang signifikan.
Rata-rata mereka mendapatkan kompensasi sekitar 62 persen lebih tinggi dibandingkan pekerja yang belum memiliki keterampilan AI.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan menggunakan AI kini bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan mulai menjadi kompetensi penting di berbagai profesi, termasuk marketing.
Skill Marketing yang Paling Dicari Perusahaan
Persaingan dunia kerja memang semakin ketat. Namun, perusahaan kini memiliki fokus yang lebih jelas dalam mencari kandidat.
Mereka tidak hanya membutuhkan orang yang pandai menjual produk, tetapi juga mampu memahami perilaku konsumen melalui data serta memanfaatkan teknologi digital untuk menghasilkan strategi pemasaran yang efektif.
Beberapa keterampilan yang saat ini paling banyak dibutuhkan antara lain:
- Digital Marketing.
- SEO (Search Engine Optimization).
- Content Marketing.
- Social Media Strategy.
- Performance Marketing.
- Data Analytics.
- AI Prompting.
- Email Marketing.
- Branding.
- Customer Experience.
- Copywriting.
Kombinasi kemampuan teknis dan kreativitas menjadi nilai utama yang membedakan seorang marketer di era digital.
Semakin banyak kompetensi yang dikuasai, semakin besar pula peluang untuk bersaing di pasar kerja.
Kreativitas Tetap Menjadi Nilai Utama
Meski AI mampu menghasilkan teks, gambar, maupun analisis secara otomatis, kreativitas manusia masih memiliki peran yang sangat penting.
Laporan tren pemasaran 2026 dari American Marketing Association menegaskan bahwa kemampuan membaca budaya, memahami kebutuhan konsumen, membangun cerita (storytelling), hingga menciptakan pengalaman merek tetap menjadi faktor yang tidak mudah digantikan teknologi.
AI dapat membantu mempercepat proses kerja, tetapi ide besar yang mampu membangun hubungan emosional dengan pelanggan tetap lahir dari manusia.
Karena itu, perusahaan kini lebih menghargai profesional yang mampu bekerja berdampingan dengan AI, bukan sekadar mengandalkan teknologi sepenuhnya.
Jenjang Karier Marketing Semakin Luas
Profesi marketing saat ini menawarkan jalur karier yang semakin beragam.
Lulusan baru maupun profesional yang ingin beralih karier memiliki banyak pilihan sesuai minat dan kompetensi yang dimiliki.
Beberapa posisi yang kini banyak dibutuhkan antara lain:
- Digital Marketing Specialist.
- SEO Specialist.
- Performance Marketing Specialist.
- Brand Manager.
- Growth Marketing.
- CRM Manager.
- Chief Marketing Officer (CMO).
Semakin tinggi kemampuan seseorang dalam mengelola data, memahami perilaku pelanggan, serta memanfaatkan AI, semakin besar pula peluang memperoleh posisi strategis dengan penghasilan yang lebih kompetitif.
Indonesia Punya Peluang Besar di Era AI
Transformasi digital yang terus berkembang di Indonesia juga menjadi peluang besar bagi dunia pemasaran.
Semakin banyak perusahaan yang melakukan digitalisasi bisnis sehingga membutuhkan tenaga marketing dengan kemampuan yang lebih modern.
Google memperkirakan adopsi AI secara lebih luas di kalangan pelaku usaha dapat menciptakan nilai ekonomi hingga Rp910 triliun serta mendukung lahirnya lebih dari 500 ribu lapangan kerja baru di Indonesia.
Perkembangan tersebut diperkirakan akan meningkatkan permintaan terhadap tenaga pemasaran yang mampu menjembatani teknologi dengan kebutuhan pelanggan.
Artinya, perusahaan tidak hanya membutuhkan AI, tetapi juga orang-orang yang mampu mengubah teknologi menjadi strategi bisnis yang menghasilkan pertumbuhan nyata.
Marketer Masa Kini Dituntut Terus Belajar
Dunia pemasaran berkembang sangat cepat.
Algoritma media sosial terus berubah, mesin pencari semakin canggih, perilaku konsumen bergeser, sementara teknologi AI menghadirkan fitur-fitur baru hampir setiap bulan.
Kondisi tersebut membuat para profesional marketing harus memiliki semangat belajar sepanjang hayat.
Mengikuti tren digital, mempelajari analisis data, memahami perilaku pelanggan, hingga menguasai berbagai platform pemasaran terbaru menjadi investasi penting untuk mempertahankan daya saing.
Mereka yang mampu beradaptasi dengan perubahan akan menjadi aset berharga bagi perusahaan.
Era AI Justru Membuka Babak Baru bagi Profesi Marketing
Kemunculan AI bukan menjadi akhir bagi profesi marketing, melainkan awal dari transformasi yang menghadirkan lebih banyak peluang.
Perusahaan kini mencari marketer yang tidak hanya kreatif, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi, membaca data, memahami perilaku konsumen, dan menghasilkan strategi yang berdampak nyata terhadap pertumbuhan bisnis.
Bagi mahasiswa, fresh graduate, maupun profesional yang ingin meningkatkan karier, sekarang menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat kompetensi digital.
Di tengah derasnya perkembangan teknologi, profesi marketing justru diprediksi akan terus dibutuhkan.
Mereka yang mampu memadukan kreativitas dengan kecanggihan AI berpeluang menjadi talenta yang paling dicari perusahaan di masa depan.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : Radar Bonang