Weekend Harusnya Istirahat, Kenapa Justru Muncul Cemas Jelang Senin? Ini Penjelasan Fenomena Sunday Scaries

Siska Yudianti • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 15:16 WIB
Pernah merasa gelisah setiap Minggu malam meski besok hanya kembali bekerja atau kuliah? Bisa jadi kamu mengalami Sunday Scaries. Fenomena ini semakin banyak dialami Gen Z akibat tekanan kerja, media digital, dan budaya harus selalu produktif. (RADAR BONANG/AI/MUHAMMAD AZLAN SYAH)
Pernah merasa gelisah setiap Minggu malam meski besok hanya kembali bekerja atau kuliah? Bisa jadi kamu mengalami Sunday Scaries. Fenomena ini semakin banyak dialami Gen Z akibat tekanan kerja, media digital, dan budaya harus selalu produktif. (RADAR BONANG/AI/MUHAMMAD AZLAN SYAH)

RADARBONAG.ID – Akhir pekan seharusnya menjadi waktu untuk beristirahat setelah lima hari disibukkan dengan pekerjaan, kuliah, atau aktivitas lainnya.

Namun, bagi sebagian orang, terutama Generasi Z, suasana santai di hari Minggu justru berubah menjadi momen yang penuh kecemasan.

Ketika matahari mulai terbenam pada Minggu sore, muncul perasaan tidak nyaman yang sulit dijelaskan.

Pikiran mulai dipenuhi bayangan rapat esok pagi, tugas yang belum selesai, target pekerjaan, hingga notifikasi grup kantor yang sewaktu-waktu bisa berbunyi.

Baca Juga: FIFA Resmi Bantah Isu Pengaturan Skor Piala Dunia 2026, Investigasi Integrity Task Force Pastikan Tak Ada Bukti Manipulasi Pertandingan

Tak sedikit yang mengaku sulit menikmati malam Minggu karena sudah memikirkan kesibukan hari Senin.

Fenomena ini dikenal dengan istilah Sunday Scaries, yaitu rasa cemas yang muncul menjelang dimulainya pekan baru.

Meski terdengar seperti tren di media sosial, kondisi ini sebenarnya berkaitan dengan tekanan psikologis yang dialami banyak orang di era modern.

Apa Itu Sunday Scaries?

Sunday Scaries merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kecemasan antisipatif (anticipatory anxiety) menjelang dimulainya minggu kerja atau aktivitas rutin.

Perasaan ini biasanya mulai muncul pada Minggu sore hingga malam hari.

Gejalanya dapat berupa rasa gelisah, sulit tidur, jantung berdebar, pikiran terus-menerus memikirkan pekerjaan, hingga muncul rasa takut menghadapi hari Senin.

Meski bukan termasuk gangguan mental yang berdiri sendiri, Sunday Scaries dapat menjadi sinyal bahwa seseorang sedang mengalami tekanan berlebih terhadap pekerjaan, pendidikan, atau rutinitas sehari-hari.

Jika terjadi terus-menerus, kondisi ini dapat memengaruhi kualitas tidur, suasana hati, bahkan produktivitas saat memasuki awal pekan.

Mengapa Gen Z Lebih Rentan Mengalaminya?

Generasi Z tumbuh di tengah perkembangan teknologi yang membuat batas antara kehidupan pribadi dan pekerjaan semakin kabur.

Kemudahan mengakses internet memang memberikan banyak keuntungan, tetapi di sisi lain juga membuat seseorang merasa harus selalu siap merespons pesan atau pekerjaan kapan saja.

Selain itu, banyak Gen Z yang sedang berada pada tahap awal membangun karier.

Persaingan kerja yang ketat, tuntutan untuk terus berkembang, serta kekhawatiran terhadap stabilitas pekerjaan membuat tekanan psikologis semakin besar.

Tidak heran jika Minggu malam yang seharusnya menjadi waktu relaksasi justru dipenuhi kecemasan tentang apa yang akan terjadi keesokan harinya.

Batas Antara Kerja dan Kehidupan Pribadi Semakin Kabur

Salah satu penyebab utama Sunday Scaries adalah hilangnya batas yang jelas antara waktu bekerja dan waktu beristirahat.

Di era digital, banyak karyawan tetap menerima pesan pekerjaan melalui aplikasi percakapan, email, atau platform kolaborasi meskipun sedang berada di rumah.

Budaya always-on atau selalu siap bekerja membuat otak sulit benar-benar beristirahat.

Akibatnya, tubuh memang sedang libur, tetapi pikiran tetap berada dalam mode kerja. Kondisi inilah yang perlahan memicu kecemasan ketika akhir pekan hampir berakhir.

Tekanan untuk Selalu Berprestasi

Banyak anak muda merasa harus selalu menunjukkan performa terbaik agar tetap mampu bersaing.

Di tengah isu pemutusan hubungan kerja (PHK), ketidakpastian ekonomi, serta persaingan yang semakin ketat, muncul kekhawatiran bahwa satu kesalahan kecil dapat memengaruhi masa depan karier.

Tekanan tersebut membuat hari Senin terasa seperti ujian yang harus dihadapi setiap minggu.

Semakin besar tekanan yang dirasakan, semakin tinggi pula kemungkinan seseorang mengalami kecemasan menjelang dimulainya aktivitas kerja.

Terjebak dalam Budaya Toxic Productivity

Fenomena lain yang banyak dialami Gen Z adalah toxic productivity, yaitu dorongan untuk selalu merasa harus produktif.

Saat menghabiskan akhir pekan dengan beristirahat, menonton film, atau sekadar tidur lebih lama, sebagian orang justru merasa bersalah karena menganggap dirinya tidak melakukan sesuatu yang "bermanfaat".

Perasaan bersalah tersebut kemudian berubah menjadi kecemasan ketika menyadari akhir pekan telah berakhir tanpa melakukan hal-hal yang dianggap produktif.

Padahal, beristirahat merupakan bagian penting dari menjaga kesehatan fisik maupun mental.

Cara Mengurangi Sunday Scaries

Meski tidak mungkin menghilangkan hari Senin, ada beberapa langkah yang dapat membantu mengurangi kecemasan menjelang akhir pekan berakhir.

Salah satunya adalah membuat batas yang jelas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Jika memungkinkan, hindari membuka email kantor atau membaca pesan pekerjaan saat akhir pekan.

Membuat daftar tugas pada Jumat sore juga dapat membantu mengurangi beban pikiran.

Dengan menuliskan pekerjaan yang harus dilakukan pada hari Senin, otak tidak perlu terus mengingatnya sepanjang akhir pekan.

Selain itu, isi Minggu malam dengan aktivitas yang benar-benar menyenangkan, seperti membaca buku, memasak, menonton film, berolahraga ringan, atau berkumpul bersama keluarga.

Aktivitas tersebut dapat membantu tubuh dan pikiran tetap rileks sebelum memasuki minggu yang baru.

Tidur yang cukup dan menjaga pola hidup sehat juga berperan penting dalam mengurangi tingkat stres.

Libur Bukan untuk Mencemaskan Hari Esok

Pada akhirnya, Sunday Scaries menjadi pengingat bahwa keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi sangat penting.

Merasa sedikit gugup menjelang hari Senin adalah hal yang wajar.

Baca Juga: Persebaya Andalkan CMJ Test Berbasis Teknologi untuk Pantau Kebugaran Pemain, Persiapan Menuju Piala Presiden 2026 Makin Matang

Namun, jika kecemasan muncul setiap minggu hingga mengganggu kualitas hidup, mungkin sudah saatnya mengevaluasi pola kerja, cara mengelola stres, atau bahkan lingkungan kerja yang dijalani.

Akhir pekan seharusnya menjadi kesempatan untuk memulihkan energi, menikmati waktu bersama orang-orang terdekat, dan mengisi ulang semangat sebelum kembali beraktivitas.

Jangan biarkan bayangan tentang hari Senin mencuri kebahagiaan di hari Minggu.

Sebab, hidup bukan hanya tentang bekerja, tetapi juga tentang memberi ruang bagi diri sendiri untuk benar-benar beristirahat.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : Radar Bonang
Sunday Scaries kecemasan hari Senin Gen Z kesehatan mental work life balance