Inti Bumi Disebut Lebih Panas dari Matahari, Mitos atau Fakta? Begini Penjelasan Ilmuwan Berdasarkan Data Sains

Bihan Mokodompit • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 16:03 WIB
Banyak yang percaya inti Bumi lebih panas dari Matahari. Benarkah demikian? Jawabannya ternyata tidak sesederhana itu. Simak penjelasan ilmiah yang mengungkap fakta di balik salah satu informasi sains paling viral ini. (Ilustrasi inti bumi dan Matahari: Ai)
Banyak yang percaya inti Bumi lebih panas dari Matahari. Benarkah demikian? Jawabannya ternyata tidak sesederhana itu. Simak penjelasan ilmiah yang mengungkap fakta di balik salah satu informasi sains paling viral ini. (Ilustrasi inti bumi dan Matahari: Ai)

RADARBONAG.ID – Pernahkah Anda mendengar pernyataan bahwa inti Bumi lebih panas daripada Matahari? Kalimat ini kerap beredar di media sosial, video edukasi, hingga percakapan sehari-hari. Sekilas terdengar mengejutkan, bahkan sulit dipercaya.

Lalu, apakah pernyataan tersebut benar?

Jawabannya adalah ya, tetapi hanya jika dibandingkan dengan suhu permukaan Matahari. Jika yang dimaksud adalah keseluruhan Matahari, terutama bagian intinya, maka anggapan tersebut tidak tepat.

Inilah yang sering menimbulkan kesalahpahaman. Banyak orang mendengar informasi itu tanpa mengetahui konteks ilmiah di baliknya.

Padahal, perbedaan antara permukaan dan inti Matahari sangat besar sehingga membandingkannya secara langsung bisa menghasilkan kesimpulan yang keliru.

Baca Juga: Kabar Terbaru Cedera William Saliba, Tak Perlu Operasi namun Arsenal Tetap Kehilangan Bek Andalannya dalam Waktu Lama

Berapa Suhu Inti Bumi Sebenarnya?

Para ilmuwan memperkirakan suhu inti Bumi berada di kisaran 5.200 hingga 6.000 derajat Celsius.

Angka tersebut diperoleh melalui berbagai penelitian geofisika yang mempelajari gelombang seismik, struktur lapisan Bumi, hingga sifat material penyusunnya.

Menariknya, kisaran suhu tersebut hampir sama, bahkan sedikit lebih tinggi dibandingkan suhu permukaan Matahari atau fotosfer yang mencapai sekitar 5.500 derajat Celsius.

Karena itulah muncul pernyataan bahwa inti Bumi lebih panas daripada Matahari.

Namun, ada satu hal penting yang sering diabaikan. Perbandingan tersebut hanya berlaku jika yang dibandingkan adalah permukaan Matahari, bukan seluruh bagian Matahari.

Inti Matahari Jauh Lebih Panas

Jika berbicara mengenai inti Matahari, hasilnya sangat berbeda.

Bagian terdalam Matahari diperkirakan memiliki suhu sekitar 15 juta derajat Celsius, atau ribuan kali lebih panas dibandingkan inti Bumi.

Di inti Matahari terjadi proses fusi nuklir, yaitu penggabungan atom hidrogen menjadi helium yang menghasilkan energi dalam jumlah luar biasa besar.

Energi inilah yang kemudian dipancarkan ke seluruh tata surya dalam bentuk cahaya dan panas.

Dengan suhu mencapai jutaan derajat Celsius, jelas bahwa inti Matahari tidak dapat dibandingkan dengan inti Bumi.

Karena itu, pernyataan bahwa inti Bumi lebih panas dari Matahari hanya benar jika konteksnya adalah permukaan Matahari, bukan inti maupun keseluruhan bintang tersebut.

Mengapa Inti Bumi Bisa Sangat Panas?

Meski tidak memiliki reaksi fusi seperti Matahari, inti Bumi tetap menyimpan panas yang luar biasa tinggi.

Para ilmuwan menjelaskan bahwa ada beberapa faktor utama yang membuat bagian terdalam planet kita tetap panas hingga saat ini.

1. Sisa Panas Pembentukan Bumi

Sekitar 4,5 miliar tahun lalu, Bumi terbentuk dari tabrakan berbagai material di tata surya.

Proses tersebut menghasilkan energi yang sangat besar sehingga bagian dalam planet menjadi sangat panas.

Sebagian energi itu masih tersimpan hingga sekarang dan menjadi salah satu sumber panas utama di inti Bumi.

2. Peluruhan Unsur Radioaktif

Panas inti Bumi juga berasal dari peluruhan unsur-unsur radioaktif seperti uranium, thorium, dan kalium.

Proses peluruhan ini berlangsung secara alami selama miliaran tahun dan terus menghasilkan energi panas.

Meski berlangsung sangat lambat, akumulasi energi yang dihasilkan cukup besar untuk membantu menjaga suhu inti Bumi tetap tinggi.

3. Tekanan yang Sangat Besar

Faktor lainnya adalah tekanan ekstrem di pusat Bumi.

Semakin dalam menuju inti, tekanan yang diterima material penyusun Bumi semakin tinggi.

Tekanan tersebut menyebabkan suhu tetap berada pada tingkat yang sangat panas meskipun proses pembentukannya telah berlangsung miliaran tahun lalu.

Kombinasi ketiga faktor tersebut membuat inti Bumi menjadi salah satu tempat terpanas di planet ini.

Mengapa Permukaan Bumi Tidak Ikut Panas?

Pertanyaan lain yang sering muncul adalah, jika inti Bumi memiliki suhu hingga ribuan derajat Celsius, mengapa manusia tidak merasakan panas tersebut?

Jawabannya terletak pada struktur Bumi yang terdiri atas berbagai lapisan.

Panas dari inti harus melewati ribuan kilometer lapisan inti luar, mantel, hingga kerak Bumi sebelum mencapai permukaan.

Selama perjalanan tersebut, sebagian besar energi panas hilang secara bertahap.

Akibatnya, hanya sebagian kecil panas yang berhasil mencapai permukaan.

Energi itu kemudian muncul dalam berbagai fenomena geologi, seperti:

Fenomena-fenomena tersebut menjadi bukti bahwa panas dari dalam Bumi terus bergerak menuju permukaan, meskipun jumlahnya relatif kecil dibandingkan panas yang tersimpan di inti.

Mengapa Matahari Tidak Terasa Sepanas Intinya?

Sama seperti Bumi, panas dari inti Matahari juga harus melewati beberapa lapisan sebelum mencapai permukaannya.

Energi hasil reaksi fusi membutuhkan waktu yang sangat lama untuk bergerak dari inti menuju fotosfer.

Saat mencapai permukaan, suhu Matahari memang jauh lebih rendah dibandingkan bagian intinya, meski tetap mencapai sekitar 5.500 derajat Celsius.

Perbedaan suhu yang sangat besar antara inti dan permukaan inilah yang sering menjadi sumber kesalahpahaman dalam membandingkan Matahari dengan Bumi.

Kesimpulan Ilmiah

Berdasarkan penelitian geologi dan astronomi, pernyataan bahwa inti Bumi lebih panas dari Matahari bukanlah sepenuhnya mitos, tetapi juga bukan fakta yang bisa diterima tanpa penjelasan.

Baca Juga: Pramono Anung Bisik ke Cak Imin: Orang yang Tinggalkan Partainya Tidak Pernah Jadi Besar, Singgung Pengalaman PDIP dan PKB

Jika yang dibandingkan adalah permukaan Matahari, maka inti Bumi memang memiliki suhu yang hampir sama atau sedikit lebih tinggi.

Namun, jika yang dimaksud adalah inti Matahari, maka pernyataan tersebut jelas tidak benar.

Inti Matahari memiliki suhu sekitar 15 juta derajat Celsius, jauh melampaui suhu inti Bumi yang berkisar antara 5.200 hingga 6.000 derajat Celsius.

Memahami konteks ilmiah menjadi hal yang sangat penting agar informasi yang beredar tidak menimbulkan salah persepsi.

Dengan mengetahui perbedaan antara permukaan dan inti Matahari, masyarakat dapat melihat bahwa fakta sains sering kali lebih menarik daripada sekadar mitos yang beredar di media sosial.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : instagram.com/fakta_dan_sains
inti Bumi suhu inti Bumi fakta sains ilmu geologi matahari