Jangan Salah Pilih! Begini Cara Mengeringkan Pakaian Sesuai Jenis Bahannya agar Tetap Awet dan Tidak Menyusut

Bihan Mokodompit • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 18:37 WIB
Masih bingung memilih antara menjemur pakaian atau menggunakan mesin pengering? Ternyata, setiap jenis kain membutuhkan perlakuan yang berbeda agar tidak cepat menyusut, pudar, atau rusak. (sumber foto : studioworkstock)
Masih bingung memilih antara menjemur pakaian atau menggunakan mesin pengering? Ternyata, setiap jenis kain membutuhkan perlakuan yang berbeda agar tidak cepat menyusut, pudar, atau rusak. (sumber foto : studioworkstock)

RADARBONANG.ID – Setelah selesai dicuci, pakaian tentu perlu dikeringkan sebelum kembali digunakan atau disimpan di lemari.

Namun, tahukah kamu bahwa cara mengeringkan pakaian ternyata dapat memengaruhi kualitas, warna, hingga usia pakainya?

Masih banyak orang yang menganggap semua pakaian bisa diperlakukan dengan cara yang sama.

Padahal, setiap jenis bahan memiliki karakteristik yang berbeda. Ada yang lebih aman dijemur di bawah sinar matahari, ada pula yang justru lebih baik dikeringkan menggunakan mesin pengering atau cukup diangin-anginkan.

Jika salah memilih metode pengeringan, pakaian bisa menyusut, warna memudar, serat kain cepat rusak, hingga bentuknya berubah. Karena itu, penting memahami cara mengeringkan pakaian yang sesuai dengan jenis bahannya.

Baca Juga: Pabrik Baru Bermunculan, Apakah Kesempatan Kerja untuk Warga Lokal Benar-Benar Ikut Bertambah? Ini Faktanya

Berikut penjelasan lengkapnya.

Menjemur di Bawah Matahari Punya Banyak Manfaat

Menjemur pakaian di luar ruangan masih menjadi cara yang paling banyak dilakukan masyarakat Indonesia.

Selain tidak membutuhkan listrik, sinar matahari membantu proses pengeringan secara alami.

Paparan sinar ultraviolet (UV) juga diketahui dapat membantu mengurangi jumlah mikroorganisme tertentu yang menempel pada pakaian serta membantu mengurangi bau tidak sedap akibat kelembapan.

Namun, bukan berarti semua pakaian aman dijemur langsung di bawah terik matahari.

Pakaian berwarna gelap atau memiliki warna mencolok sebaiknya dijemur dalam posisi terbalik agar warna tidak cepat memudar.

Sementara itu, pakaian berbahan halus seperti sutra dan wol lebih baik dikeringkan di tempat teduh yang memiliki sirkulasi udara baik.

Mesin Pengering Lebih Praktis untuk Aktivitas Padat

Bagi masyarakat yang tinggal di apartemen, daerah dengan curah hujan tinggi, atau memiliki aktivitas yang padat, mesin pengering menjadi pilihan yang sangat membantu.

Mesin pengering mampu mengeringkan pakaian dalam waktu relatif singkat tanpa harus bergantung pada cuaca.

Selain itu, beberapa mesin pengering modern memiliki pengaturan suhu yang dapat disesuaikan dengan jenis kain sehingga proses pengeringan menjadi lebih aman.

Meski praktis, penggunaan suhu yang terlalu tinggi tetap dapat mempercepat kerusakan pada beberapa jenis bahan.

Serat elastis, pakaian olahraga, pakaian berbahan sintetis tertentu, hingga kain yang mudah menyusut sebaiknya tidak terlalu sering dikeringkan menggunakan suhu tinggi.

Tidak Semua Bahan Cocok Masuk Mesin Pengering

Sebelum memasukkan pakaian ke dalam mesin pengering, periksa terlebih dahulu bahan yang digunakan.

Handuk, seprai, jeans, serta pakaian berbahan katun tebal umumnya lebih tahan terhadap proses pengeringan menggunakan mesin.

Sebaliknya, pakaian berbahan wol, sutra, renda, rayon, maupun pakaian dengan hiasan bordir atau payet lebih aman dikeringkan secara alami.

Bahan-bahan tersebut rentan berubah bentuk, menyusut, atau mengalami kerusakan apabila terkena suhu panas yang berlebihan.

Karena itu, memisahkan pakaian berdasarkan jenis bahan sebelum mencuci maupun mengeringkannya merupakan kebiasaan yang sangat dianjurkan.

Selalu Perhatikan Label Perawatan pada Pakaian

Salah satu langkah paling penting tetapi sering diabaikan adalah membaca label perawatan atau care label yang terdapat pada pakaian.

Label tersebut memberikan informasi mengenai suhu pencucian, cara pengeringan, hingga teknik penyetrikaan yang aman.

Misalnya, simbol lingkaran di dalam kotak menunjukkan bahwa pakaian boleh dimasukkan ke mesin pengering, sedangkan simbol yang dicoret menandakan pakaian tidak boleh dikeringkan menggunakan mesin.

Dengan mengikuti petunjuk tersebut, risiko kerusakan pakaian dapat diminimalkan.

Tips Menjemur agar Pakaian Lebih Awet

Selain memilih metode yang tepat, cara menjemur juga berpengaruh terhadap keawetan pakaian.

Hindari menjemur pakaian terlalu lama di bawah sinar matahari karena dapat menyebabkan warna memudar dan serat kain menjadi lebih rapuh.

Untuk pakaian berbahan rajut atau wol, sebaiknya dikeringkan dalam posisi mendatar agar bentuknya tidak melar.

Sementara itu, gunakan gantungan yang sesuai agar pakaian tidak meninggalkan bekas lipatan pada bagian bahu.

Baca Juga: Sering Overthinking Gara-Gara Balasan Chat? Ternyata Kebiasaan Ini Bisa Memengaruhi Kesehatan Mental

Pastikan pula pakaian memiliki jarak saat dijemur sehingga udara dapat bersirkulasi dengan baik dan proses pengeringan berlangsung lebih cepat.

Mana yang Lebih Baik?

Pada dasarnya, tidak ada metode yang benar-benar lebih unggul dibandingkan yang lain.

Menjemur di bawah sinar matahari maupun menggunakan mesin pengering sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan.

Jika cuaca mendukung dan jenis kain memungkinkan, menjemur secara alami menjadi pilihan yang hemat energi dan ramah terhadap sebagian besar bahan pakaian.

Namun, apabila waktu terbatas atau kondisi cuaca tidak memungkinkan, mesin pengering dapat menjadi solusi yang praktis selama digunakan sesuai petunjuk dan pengaturan suhu yang tepat.

Yang terpenting adalah menyesuaikan metode pengeringan dengan jenis bahan pakaian. Dengan cara tersebut, pakaian akan lebih awet, warna tetap terjaga, bentuknya tidak mudah berubah, dan tetap nyaman digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : idntimes.com
cara mengeringkan pakaian mesin pengering pakaian cara menjemur pakaian tips merawat pakaian pengering pakaian