RADARBONAG.ID – Smartphone telah menjadi perangkat yang hampir tidak pernah lepas dari kehidupan sehari-hari.
Mulai dari bekerja, belajar, berkomunikasi hingga hiburan, semuanya bergantung pada kondisi baterai yang prima.
Sayangnya, masih banyak pengguna yang tanpa sadar melakukan kebiasaan saat mengisi daya atau mengecas HP yang justru mempercepat penurunan kualitas baterai.
Akibatnya, baterai menjadi lebih cepat habis, pengisian daya terasa lambat, bahkan dalam beberapa kasus harus diganti sebelum usia ponsel mencapai tiga tahun.
Padahal, baterai lithium-ion yang digunakan pada hampir semua smartphone modern memiliki umur pakai yang dipengaruhi oleh cara penggunaan sehari-hari.
Baca Juga: Bupati Lombok Barat Sempat Nobar Final Piala Dunia, Pagi Harinya Ruang Kerja Disegel KPK
Dengan mengubah beberapa kebiasaan sederhana, usia baterai bisa bertahan jauh lebih lama.
Berikut beberapa kebiasaan yang sebaiknya mulai dihindari.
1. Terlalu Sering Mengisi Daya hingga 100 Persen
Banyak orang menganggap baterai harus selalu penuh hingga 100 persen agar lebih awet.
Padahal, kondisi tersebut justru membuat baterai bekerja pada tegangan maksimum.
Para ahli menyarankan menjaga kapasitas baterai di kisaran 20 hingga 80 persen untuk penggunaan harian.
Cara ini dapat membantu mengurangi tekanan pada sel baterai sehingga umur pakainya lebih panjang.
Mengisi hingga 100 persen sesekali tentu tidak menjadi masalah, terutama ketika akan bepergian jauh. Namun jika dilakukan setiap hari, penurunan kapasitas baterai bisa terjadi lebih cepat.
2. Membiarkan Baterai Habis Sampai 0 Persen
Kebiasaan lain yang masih sering dilakukan adalah menggunakan HP hingga benar-benar mati karena kehabisan baterai.
Baterai lithium-ion tidak dirancang untuk sering berada pada kondisi kosong total.
Jika terlalu sering dibiarkan mencapai 0 persen, kesehatan baterai dapat menurun lebih cepat dibandingkan baterai yang rutin diisi sebelum benar-benar habis.
Idealnya, segera isi daya ketika kapasitas baterai berada di angka 20 hingga 30 persen.
3. Menggunakan Charger yang Tidak Berkualitas
Harga charger yang lebih murah memang menggiurkan.
Namun penggunaan charger abal-abal atau tidak memenuhi standar keamanan dapat menimbulkan risiko.
Selain membuat proses pengisian tidak stabil, charger berkualitas rendah juga berpotensi menyebabkan suhu baterai meningkat.
Jika memungkinkan, gunakan charger bawaan pabrik atau aksesori yang telah memiliki sertifikasi keamanan dan kompatibel dengan perangkat Anda.
4. Bermain Game Saat HP Sedang Dicas
Bermain game berat atau menjalankan aplikasi yang membutuhkan performa tinggi ketika ponsel sedang mengisi daya merupakan salah satu kebiasaan yang sebaiknya dihindari.
Aktivitas tersebut membuat prosesor bekerja keras sekaligus menerima pasokan listrik untuk pengisian baterai.
Akibatnya suhu perangkat meningkat secara signifikan. Panas berlebih merupakan salah satu faktor utama yang mempercepat degradasi baterai lithium-ion.
5. Sering Mengisi Daya Semalaman
Banyak pengguna terbiasa mengecas HP sebelum tidur dan baru mencabutnya saat bangun pagi.
Smartphone modern memang telah dilengkapi sistem yang akan menghentikan pengisian ketika baterai penuh.
Namun dalam kondisi tertentu, perangkat tetap melakukan pengisian ulang kecil berkali-kali untuk menjaga angka 100 persen.
Siklus kecil tersebut dalam jangka panjang dapat mempercepat penurunan kesehatan baterai.
Beberapa produsen kini telah menghadirkan fitur Optimized Charging atau Adaptive Charging yang membantu mengurangi efek tersebut.
6. Membiarkan HP Terlalu Panas Saat Mengisi Daya
Musuh terbesar baterai smartphone adalah suhu tinggi.
Mengisi daya di bawah sinar matahari langsung, meletakkan HP di atas kasur yang menghambat sirkulasi udara, atau menggunakan casing terlalu tebal saat proses charging dapat meningkatkan suhu perangkat.
Jika ponsel mulai terasa sangat panas, hentikan aktivitas berat dan letakkan di tempat yang memiliki sirkulasi udara lebih baik.
7. Mengabaikan Pembaruan Sistem
Banyak orang menunda pembaruan sistem operasi karena khawatir memakan kuota internet.
Padahal, pembaruan perangkat lunak sering kali membawa peningkatan manajemen daya yang membuat konsumsi baterai menjadi lebih efisien.
Selain meningkatkan keamanan perangkat, update sistem juga dapat membantu memperpanjang usia baterai melalui optimalisasi penggunaan energi.
Cara Sederhana Menjaga Baterai Smartphone Tetap Awet
Selain menghindari kebiasaan di atas, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk menjaga kondisi baterai tetap optimal.
Misalnya mengaktifkan mode hemat daya ketika diperlukan, mengurangi tingkat kecerahan layar, menutup aplikasi yang berjalan di latar belakang, serta menghindari penggunaan ponsel pada suhu yang terlalu panas.
Tidak kalah penting, gunakan fitur pengisian cepat sesuai rekomendasi produsen agar proses charging tetap aman.
Merawat Baterai Berarti Memperpanjang Umur Smartphone
Baterai merupakan salah satu komponen yang paling cepat mengalami penurunan performa seiring waktu.
Namun kerusakan tersebut sebenarnya bisa diperlambat jika pengguna menerapkan kebiasaan yang benar.
Mengubah cara mengecas HP mungkin terlihat sederhana, tetapi dampaknya sangat besar terhadap umur perangkat secara keseluruhan.
Dengan menghindari tujuh kebiasaan di atas, smartphone tidak hanya memiliki baterai yang lebih awet, tetapi juga tetap nyaman digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama tanpa harus sering mengganti baterai atau membeli perangkat baru.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : Radar Bonang