Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Bisnis Franchise Makin Dilirik Gen Z, Ini Keuntungan, Tantangan, dan Hal Penting yang Wajib Dipahami Sebelum Investasi

Siska Yudianti • Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:07 WIB
Franchise kini menjadi salah satu jalan favorit Gen Z untuk memulai bisnis tanpa harus membangun merek dari nol. (ilustrasi)
Franchise kini menjadi salah satu jalan favorit Gen Z untuk memulai bisnis tanpa harus membangun merek dari nol. (ilustrasi)

RADARBONANG.ID – Minat anak muda terhadap dunia bisnis terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Jika dahulu banyak orang berpikir bahwa menjadi pengusaha harus dimulai dengan membangun merek sendiri dari nol, kini pandangan tersebut mulai berubah.

Semakin banyak Generasi Z yang memilih bisnis franchise atau waralaba sebagai langkah awal untuk memasuki dunia usaha.

Perubahan ini tidak terjadi tanpa alasan. Di era digital yang serba cepat, Gen Z dikenal sebagai generasi yang menyukai efisiensi dan peluang yang memiliki sistem jelas.

Dibandingkan menghabiskan waktu bertahun-tahun membangun nama merek, banyak yang lebih tertarik menjalankan bisnis dengan brand yang sudah dikenal masyarakat.

Tak heran jika berbagai bisnis waralaba, mulai dari kuliner, minuman kekinian, kopi, laundry, hingga jasa, terus bermunculan dan menarik perhatian calon pengusaha muda.

Baca Juga: Era Digicam Bangkit Lagi! Ini Alasan Kamera Digital Jadul Kembali Diburu Anak Muda Meski Kamera HP Semakin Canggih

Namun, di balik kemudahan yang ditawarkan, muncul satu pertanyaan penting.

Apakah bisnis franchise benar-benar layak dijadikan pilihan, atau hanya menjadi tren yang sedang viral di media sosial?

Mengapa Bisnis Franchise Semakin Menarik bagi Gen Z?

Membangun sebuah bisnis dari awal bukan perkara mudah.

Seorang pelaku usaha harus menciptakan identitas merek, menyusun strategi pemasaran, membangun kepercayaan pelanggan, hingga mengembangkan sistem operasional yang efektif.

Semua proses tersebut membutuhkan waktu, modal, dan pengalaman yang tidak sedikit.

Di sinilah bisnis franchise menawarkan solusi yang dianggap lebih praktis.

Dengan membeli hak waralaba, mitra biasanya sudah memperoleh hak menggunakan merek, panduan operasional, pelatihan, hingga dukungan pemasaran dari pemilik brand.

Bagi anak muda yang baru belajar berbisnis, sistem yang telah terstruktur ini memberikan rasa percaya diri sekaligus mempercepat proses adaptasi.

Selain itu, perkembangan media sosial membuat banyak merek franchise lebih cepat dikenal masyarakat.

Konten viral di TikTok, Instagram, maupun platform digital lainnya turut mendorong popularitas berbagai usaha waralaba.

Modal Tidak Selalu Besar

Masih banyak orang yang beranggapan bahwa bisnis franchise hanya bisa dijalankan oleh mereka yang memiliki modal ratusan juta rupiah.

Padahal, kondisi tersebut kini mulai berubah.

Banyak pelaku usaha menawarkan paket kemitraan dengan investasi mulai dari jutaan hingga puluhan juta rupiah.

Pilihan bisnisnya pun beragam, mulai dari gerai minuman, makanan ringan, kopi, camilan, laundry, hingga usaha rumahan.

Fleksibilitas modal inilah yang membuat semakin banyak mahasiswa, karyawan muda, bahkan lulusan baru mulai mempertimbangkan franchise sebagai sumber penghasilan tambahan maupun usaha utama.

Keuntungan Memulai Bisnis dengan Sistem Franchise

Ada beberapa alasan mengapa franchise dianggap lebih menarik dibanding membangun bisnis sendiri dari nol.

Salah satu keunggulan utamanya adalah merek yang sudah dikenal masyarakat.

Ketika sebuah brand telah memiliki reputasi baik, proses mendapatkan pelanggan biasanya menjadi lebih mudah dibanding memperkenalkan nama baru.

Selain itu, sistem operasional yang telah teruji juga menjadi nilai tambah.

Pemilik franchise umumnya telah memiliki standar pelayanan, resep produk, sistem manajemen, hingga prosedur operasional yang bisa langsung diterapkan oleh mitra.

Keuntungan lainnya adalah adanya pelatihan dan pendampingan.

Calon mitra biasanya mendapatkan pembekalan mengenai cara menjalankan usaha, melayani pelanggan, hingga mengelola operasional harian.

Tak hanya itu, promosi nasional yang dilakukan oleh pemilik merek sering kali turut membantu meningkatkan popularitas seluruh cabang.

Dengan berbagai dukungan tersebut, pemilik franchise tidak benar-benar memulai bisnis dari titik nol.

Meski Praktis, Franchise Tetap Memiliki Risiko

Kemudahan yang ditawarkan bukan berarti bisnis franchise bebas dari tantangan.

Masih banyak pelaku usaha yang mengalami kesulitan karena hanya tergiur popularitas sebuah merek tanpa melakukan riset terlebih dahulu.

Misalnya, membuka gerai di lokasi yang kurang strategis, memilih produk yang tidak sesuai dengan kebutuhan pasar, atau tidak memahami biaya operasional yang harus ditanggung setiap bulan.

Selain itu, beberapa franchise juga menerapkan biaya royalti maupun kewajiban membeli bahan baku dari pusat sehingga perlu diperhitungkan secara matang.

Artinya, nama besar sebuah brand tidak secara otomatis menjamin bisnis akan menghasilkan keuntungan.

Kesuksesan tetap dipengaruhi oleh kemampuan pemilik dalam mengelola usaha sehari-hari.

Jangan Berbisnis Hanya karena FOMO

Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) juga cukup memengaruhi keputusan finansial Generasi Z.

Melihat teman berhasil membuka gerai franchise atau konten tentang omzet besar di media sosial memang dapat menjadi inspirasi.

Namun, keputusan investasi sebaiknya tidak didasarkan pada tren semata.

Sebelum memilih franchise, calon mitra perlu melakukan berbagai persiapan, antara lain:

Langkah-langkah tersebut jauh lebih penting dibanding hanya mengikuti bisnis yang sedang viral.

Kunci Sukses Franchise Bukan Hanya Nama Besar

Banyak orang beranggapan bahwa membeli franchise berarti tinggal menunggu keuntungan datang.

Padahal, kenyataannya tidak sesederhana itu.

Pelayanan yang ramah, kualitas produk yang konsisten, kebersihan tempat usaha, kemampuan mengelola karyawan, hingga strategi pemasaran lokal tetap menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan bisnis.

Dengan kata lain, pemilik franchise tetap harus aktif menjalankan usahanya agar mampu bersaing di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Jadi, Apakah Bisnis Franchise Masih Worth It?

Jawabannya bergantung pada kesiapan masing-masing individu.

Bagi mereka yang ingin memulai bisnis dengan sistem yang lebih terstruktur, memiliki dukungan operasional, serta memanfaatkan kekuatan merek yang sudah dikenal, franchise bisa menjadi pilihan yang menjanjikan.

Namun, peluang tersebut hanya akan memberikan hasil maksimal jika disertai dengan riset pasar yang matang, pengelolaan usaha yang disiplin, serta kemampuan membaca kebutuhan konsumen.

Baca Juga: Dua Kata yang Kian Langka! Kenapa "Tolong" dan "Terima Kasih" Mulai Jarang Diucapkan, Padahal Bisa Mengubah Hubungan dengan Orang Lain

Sebaliknya, jika keputusan membeli franchise hanya didasarkan pada tren media sosial tanpa memahami model bisnisnya, risiko kerugian tetap terbuka lebar.

Pada akhirnya, bisnis franchise bukan sekadar membeli nama besar sebuah merek.

Keberhasilan tetap ditentukan oleh strategi, pelayanan, konsistensi, dan kemampuan pemilik dalam mengembangkan usaha.

Di tengah semangat kewirausahaan yang semakin tumbuh di kalangan Generasi Z, franchise memang menawarkan jalur yang lebih praktis untuk memulai bisnis.

Namun seperti bentuk usaha lainnya, kesuksesan tidak datang secara instan. 

Dibutuhkan perencanaan yang matang, kerja keras, dan keberanian mengambil keputusan berdasarkan data agar bisnis dapat berkembang secara berkelanjutan.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : Radar Bonang
franchise gen z bisnis franchise bisnis waralaba investasi usaha peluang usaha