Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Era Digicam Bangkit Lagi! Ini Alasan Kamera Digital Jadul Kembali Diburu Anak Muda Meski Kamera HP Semakin Canggih

M. Afiqul Adib • Jumat, 17 Juli 2026 | 14:05 WIB
Kamera digital era 2000-an atau digicam kembali viral di kalangan anak muda. (Photo by Robert Shunev on Unsplash)
Kamera digital era 2000-an atau digicam kembali viral di kalangan anak muda. (Photo by Robert Shunev on Unsplash)

RADARBONANG.ID – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi kamera smartphone yang kini mampu menghasilkan foto berkualitas tinggi, muncul fenomena menarik di kalangan anak muda.

Kamera digital saku atau digicam yang sempat populer pada awal tahun 2000-an kini kembali menjadi incaran, terutama di kalangan Generasi Z.

Fenomena ini terlihat dari semakin banyaknya unggahan di media sosial yang menggunakan hasil foto bergaya retro khas kamera digital lawas.

Mulai dari dokumentasi liburan, konser, hingga momen nongkrong bersama teman, hasil jepretan digicam kembali memenuhi linimasa TikTok dan Instagram.

Lantas, apa yang membuat kamera digital jadul kembali diminati, padahal hampir semua orang kini memiliki smartphone dengan kamera yang jauh lebih canggih?

Baca Juga: Terungkap! Ini 10 Peradaban Tertua di Dunia yang Mengubah Sejarah Manusia, Ternyata Mesir Bukan yang Paling Awal

Nostalgia yang Menghidupkan Kembali Era 2000-an

Salah satu alasan utama di balik bangkitnya tren digicam adalah hadirnya gelombang nostalgia terhadap budaya awal tahun 2000-an atau yang dikenal dengan gaya Y2K.

Meski sebagian besar Gen Z belum sempat merasakan masa kejayaan kamera digital, mereka justru tertarik mencoba pengalaman yang berbeda dari fotografi modern.

Bagi generasi yang lebih tua, digicam mengingatkan pada masa ketika setiap momen diabadikan tanpa filter instan, tanpa fitur kecerdasan buatan, dan tanpa ribuan foto yang langsung tersimpan di cloud.

Sementara bagi Gen Z, menggunakan kamera digital jadul menjadi cara baru untuk merasakan sensasi fotografi yang lebih sederhana sekaligus unik.

Hasil Foto Punya Karakter yang Sulit Ditiru

Di era ketika kamera smartphone menghasilkan gambar yang tajam dan penuh detail, justru banyak anak muda mencari hasil foto yang terasa lebih natural.

Kamera digital lawas memiliki karakter warna yang khas, sedikit grain, pencahayaan flash yang unik, serta detail yang tidak terlalu tajam.

Alih-alih dianggap sebagai kekurangan, karakter tersebut justru menjadi daya tarik utama.

Banyak pengguna merasa hasil foto dari digicam terlihat lebih autentik, hangat, dan memiliki kesan emosional yang sulit ditiru oleh kamera modern.

Foto-foto tersebut juga memberikan nuansa spontan, seolah menangkap momen apa adanya tanpa banyak proses penyuntingan.

Media Sosial Jadi Pemicu Tren Digicam

Popularitas digicam tidak lepas dari peran besar media sosial, terutama TikTok dan Instagram.

Berbagai konten bertema photo dump, Get Ready With Me (GRWM), dokumentasi konser, hingga perjalanan wisata kini banyak menggunakan hasil jepretan kamera digital jadul.

Unggahan dengan nuansa retro tersebut mendapat respons positif dari warganet karena tampil berbeda dibandingkan foto-foto yang terlalu sempurna.

Semakin sering konten seperti ini muncul di media sosial, semakin banyak pula orang yang penasaran untuk mencoba menggunakan digicam.

Tak sedikit kreator konten hingga influencer yang kini membawa kamera digital lawas sebagai pelengkap aktivitas sehari-hari.

Pengalaman Memotret yang Lebih Berkesan

Selain hasil foto, pengalaman menggunakan kamera digital juga menjadi alasan mengapa perangkat ini kembali diminati.

Berbeda dengan smartphone yang memungkinkan pengguna langsung melihat, mengedit, dan mengunggah foto dalam hitungan detik, digicam menawarkan proses yang lebih sederhana.

Pengguna harus memilih momen yang benar-benar ingin diabadikan karena kapasitas memori terbatas.

Setelah selesai memotret, foto harus dipindahkan ke komputer atau laptop sebelum dapat dibagikan.

Proses tersebut justru memberikan sensasi yang lebih personal dan membuat setiap gambar terasa memiliki cerita.

Banyak anak muda menganggap pengalaman itu membuat mereka lebih menikmati momen tanpa terus-menerus terpaku pada layar ponsel.

Digicam Jadi Simbol Gaya Hidup Baru

Kini, kamera digital jadul bukan hanya berfungsi sebagai alat untuk mengambil gambar.

Bagi sebagian anak muda, digicam telah menjadi bagian dari gaya hidup.

Membawa kamera digital saat nongkrong di kafe, menghadiri konser, atau traveling memberikan kesan berbeda dibandingkan hanya mengandalkan smartphone.

Fenomena ini menunjukkan bahwa fotografi tidak lagi semata-mata tentang kualitas gambar, melainkan juga tentang pengalaman, cerita, dan emosi yang berhasil ditangkap dalam setiap jepretan.

Apakah Tren Digicam Akan Bertahan?

Meski popularitasnya terus meningkat, banyak yang bertanya apakah tren kamera digital jadul hanya bersifat sementara.

Kemungkinan besar digicam memang tidak akan menggantikan posisi smartphone sebagai perangkat utama untuk memotret.

Namun, kamera digital lawas berpotensi menjadi tren niche yang memiliki komunitas penggemar setia.

Fenomena ini mirip dengan kebangkitan piringan hitam (vinyl) di dunia musik. Meski teknologi streaming jauh lebih praktis, masih banyak orang yang memilih vinyl karena pengalaman dan nilai estetikanya.

Hal yang sama dapat terjadi pada kamera digital jadul.

Baca Juga: Terungkap! Ini 10 Peradaban Tertua di Dunia yang Mengubah Sejarah Manusia, Ternyata Mesir Bukan yang Paling Awal

Selama masih ada masyarakat yang menghargai nuansa retro, proses fotografi yang lebih sederhana, dan hasil foto yang penuh karakter, digicam diperkirakan akan tetap memiliki tempat di tengah perkembangan teknologi.

Lebih dari Sekadar Kamera, Digicam Menghadirkan Cerita

Kembalinya popularitas kamera digital jadul membuktikan bahwa kemajuan teknologi tidak selalu membuat perangkat lama kehilangan pesonanya.

Di tengah dominasi kamera smartphone yang semakin canggih, banyak anak muda justru mencari pengalaman memotret yang lebih autentik, penuh kejutan, dan memiliki karakter visual yang khas.

Pada akhirnya, daya tarik digicam bukan terletak pada jumlah megapiksel atau kecanggihan fiturnya, melainkan pada cerita yang tercipta di balik setiap foto.

Bagi banyak orang, momen yang berhasil diabadikan dengan cara sederhana sering kali justru menjadi kenangan yang paling berharga.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : Radar Bonang
digicam kamera digital jadul fotografi retro kamera digital 2000an tren gen z