Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Era Digicam Benar-Benar Kembali! Kamera Digital Jadul Kini Jadi Buruan Gen Z, Ternyata Bukan Sekadar Nostalgia

Siska Yudianti • Jumat, 17 Juli 2026 | 08:07 WIB
Di saat kamera smartphone semakin canggih, Gen Z justru ramai berburu kamera digital jadul. (ilustrasi)
Di saat kamera smartphone semakin canggih, Gen Z justru ramai berburu kamera digital jadul. (ilustrasi)

RADARBONANG.ID – Di era ketika kamera smartphone mampu menghasilkan foto berkualitas tinggi hanya dalam hitungan detik, muncul tren yang cukup mengejutkan di kalangan anak muda.

Kamera digital saku atau digital camera (digicam) yang sempat ditinggalkan kini justru kembali populer dan menjadi barang buruan, terutama di kalangan Generasi Z.

Fenomena ini terlihat jelas di berbagai platform media sosial seperti TikTok, Instagram, hingga Pinterest.

Tagar seperti digicam aesthetic, retro photography, dan digital camera dipenuhi jutaan unggahan yang menampilkan hasil foto bergaya awal tahun 2000-an dengan warna hangat, kilatan flash yang khas, serta kesan spontan yang sulit ditiru kamera modern.

Popularitas tersebut membuat kamera digital lawas kembali dicari di marketplace maupun toko barang bekas.

Baca Juga: Dari Wednesday hingga Stranger Things, Ini 5 Series Barat Netflix yang Paling Populer dan Bikin Susah Berhenti Nonton

Bahkan, sejumlah model keluaran Sony, Canon, Casio, Nikon, hingga Fujifilm mengalami lonjakan harga karena tingginya permintaan.

Lantas, mengapa perangkat yang pernah dianggap ketinggalan zaman ini justru kembali menjadi tren di tengah dominasi smartphone?

Gen Z Tidak Lagi Mengejar Foto yang Terlalu Sempurna

Jika dahulu perkembangan kamera selalu diukur dari jumlah megapiksel dan tingkat ketajaman gambar, kini cara pandang tersebut mulai berubah.

Banyak anak muda justru merasa foto yang terlalu sempurna kehilangan kesan alami.

Mereka lebih tertarik pada gambar yang memiliki karakter, cerita, dan emosi.

Di sinilah daya tarik utama digicam.

Kamera digital lawas menghasilkan foto dengan karakter yang khas. Warna cenderung hangat, muncul butiran (grain) alami, efek kilatan flash yang kuat, serta sedikit blur pada kondisi tertentu.

Semua elemen tersebut menciptakan nuansa yang terasa lebih autentik dibandingkan foto dari smartphone yang telah diproses menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Alih-alih menghapus kekurangan, Gen Z justru menganggap ketidaksempurnaan itu sebagai bagian dari keindahan sebuah foto.

Karakter Foto Digicam Sulit Ditiru Kamera Smartphone

Meski saat ini banyak aplikasi edit foto yang menawarkan filter bergaya retro, hasilnya tetap dianggap berbeda dengan foto asli yang diambil menggunakan kamera digital lawas.

Digicam memiliki sensor, lensa, dan pemrosesan gambar yang menghasilkan tampilan unik secara alami.

Cahaya dari lampu kilat, warna yang sedikit pudar, hingga kontras yang tidak terlalu tajam menjadi ciri khas yang sulit direplikasi secara sempurna.

Karakter tersebut memberikan kesan nostalgia sekaligus menghadirkan nuansa emosional dalam setiap hasil jepretan.

Tak heran jika banyak kreator konten kini mulai meninggalkan filter berlebihan dan memilih menggunakan kamera digital keluaran awal 2000-an untuk mendokumentasikan aktivitas sehari-hari.

Media Sosial Berperan Besar Menghidupkan Kembali Tren Digicam

Kembalinya popularitas digicam tidak lepas dari pengaruh media sosial, terutama TikTok.

Berbagai video bertema Get Ready With Me (GRWM), photo dump, dokumentasi konser, hingga perjalanan liburan kini semakin sering menggunakan hasil foto dari kamera digital jadul.

Estetika yang dihasilkan dianggap lebih santai, natural, dan tidak terlihat terlalu dibuat-buat.

Feed Instagram pun mulai dipenuhi foto dengan flash terang, komposisi sederhana, serta warna yang sedikit kusam. Justru karakter tersebut memberikan kesan artistik yang banyak disukai pengguna media sosial.

Fenomena ini kemudian diikuti oleh influencer, selebgram, hingga fotografer muda yang mulai membawa digicam ke berbagai acara untuk mengabadikan momen dengan cara yang berbeda.

Kebangkitan Tren Y2K Ikut Mendorong Popularitas Digicam

Popularitas kamera digital lawas juga tidak bisa dipisahkan dari bangkitnya tren Y2K atau gaya khas awal tahun 2000-an.

Mulai dari fashion, musik, aksesori, hingga desain visual kembali mengusung nuansa dua dekade lalu.

Digicam menjadi salah satu pelengkap yang dianggap mampu menghadirkan suasana era tersebut secara autentik.

Menariknya, sebagian besar pengguna digicam saat ini justru berasal dari Generasi Z yang sebenarnya tidak mengalami masa kejayaan kamera digital.

Bagi mereka, menggunakan digicam memberikan pengalaman baru yang berbeda dari smartphone.

Mulai dari menekan tombol rana (shutter), melihat hasil foto beberapa saat kemudian, hingga memindahkan file ke komputer menjadi aktivitas yang terasa lebih menyenangkan dan penuh kejutan.

Membuat Pengguna Lebih Menikmati Setiap Momen

Berbeda dengan smartphone yang selalu terhubung ke internet, digicam menawarkan pengalaman memotret yang lebih fokus.

Saat menggunakan kamera digital, pengguna tidak langsung tergoda membuka media sosial, membalas pesan, atau mengedit foto secara instan.

Mereka lebih menikmati proses mengabadikan momen tanpa gangguan notifikasi.

Banyak anak muda mengaku penggunaan digicam membuat aktivitas seperti nongkrong bersama teman, menonton konser, hingga berlibur terasa lebih berkesan karena perhatian tidak terus-menerus tertuju pada layar ponsel.

Fenomena ini bahkan dianggap sebagai bentuk digital detox sederhana di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan penuh distraksi.

Harga Kamera Digital Bekas Ikut Meroket

Meningkatnya minat terhadap digicam membuat pasar kamera bekas kembali bergairah.

Model-model lawas dari Sony, Canon, Nikon, Casio, hingga Fujifilm yang sebelumnya dijual dengan harga terjangkau kini mengalami kenaikan nilai.

Beberapa tipe yang dahulu hanya dibanderol ratusan ribu rupiah kini bisa dijual beberapa kali lipat karena banyak dicari kolektor maupun anak muda yang ingin mengikuti tren.

Tidak sedikit pula kamera bekas yang habis terjual hanya dalam hitungan jam setelah dipasarkan secara daring.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa nilai sebuah perangkat kini tidak lagi ditentukan oleh usia atau kecanggihan teknologinya, melainkan oleh pengalaman yang mampu dihadirkannya.

Lebih dari Kamera, Digicam Kini Menjadi Bagian dari Gaya Hidup

Kini digicam bukan sekadar alat untuk mengambil gambar. Kamera digital lawas telah berubah menjadi bagian dari identitas gaya hidup anak muda.

Membawa digicam saat pergi ke kafe, traveling, menghadiri konser, atau sekadar berjalan-jalan bersama teman menjadi simbol bahwa sebuah momen tidak harus selalu terlihat sempurna untuk layak dikenang.

Perubahan ini menunjukkan bahwa cara pandang terhadap fotografi juga ikut bergeser.

Baca Juga: Sunset di Pantai Dermaga Tuban Lagi Viral, Spot Healing Gratis dengan View Dermaga Estetik yang Bikin Betah Sampai Magrib

Jika dahulu kualitas foto selalu dikaitkan dengan resolusi tinggi dan hasil yang tajam, kini nilai sebuah gambar justru terletak pada cerita, suasana, dan emosi yang berhasil ditangkap.

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin canggih, Generasi Z justru menemukan daya tarik pada perangkat sederhana yang mampu menghadirkan pengalaman lebih personal.

Itulah sebabnya era digicam benar-benar kembali. Kamera digital jadul yang dulu tersimpan di laci kini berevolusi menjadi ikon fotografi modern yang memadukan nostalgia, kreativitas, dan gaya hidup kekinian.

Dengan antusiasme yang terus meningkat di media sosial, bukan tidak mungkin tren ini akan bertahan lebih lama dan melahirkan generasi baru pecinta fotografi bergaya retro.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : Radar Bonang
digicam kamera digital jadul fotografi retro kamera digital tren gen z