Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Tanpa Disadari, 6 Kebiasaan Ini Bisa Membuat Pikiran Tidak Tenang, Kenali Sejak Dini agar Hidup Lebih Bahagia

Cicik Nur Latifah • Kamis, 16 Juli 2026 | 13:12 WIB
Merasa mudah gelisah atau sulit menikmati hari? Bisa jadi penyebabnya bukan karena lingkungan sekitar, melainkan kebiasaan kecil yang tanpa sadar dilakukan setiap hari.  (freepik)
Merasa mudah gelisah atau sulit menikmati hari? Bisa jadi penyebabnya bukan karena lingkungan sekitar, melainkan kebiasaan kecil yang tanpa sadar dilakukan setiap hari. (freepik)

RADARBONAG.ID – Banyak orang beranggapan bahwa ketenangan pikiran hanya bisa didapatkan dengan pergi ke tempat yang sunyi, menikmati suasana alam, atau mengambil waktu liburan jauh dari hiruk pikuk kehidupan.

Padahal, rasa gelisah dan sulit merasa tenang sering kali bukan berasal dari lingkungan sekitar, melainkan dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari tanpa disadari.

Kebiasaan-kebiasaan tersebut tampak sepele, tetapi jika terus dilakukan dapat memengaruhi kondisi emosional, meningkatkan stres, hingga membuat seseorang sulit menikmati hidup.

Mengutip The Vessel, terdapat enam kebiasaan yang secara perlahan dapat mengurangi ketenangan batin.

Mengenalinya bukan berarti menyalahkan diri sendiri, melainkan menjadi langkah awal untuk membangun pola hidup yang lebih sehat dan seimbang.

Baca Juga: Antrean BBM Mengular di Sumatera Utara, Bobby Nasution dan Pertamina Berikan Penjelasan Berbeda soal Penyebabnya

1. Terlalu Lama Scroll Media Sosial Tanpa Tujuan

Pernah merasa hanya ingin membuka media sosial sebentar, tetapi akhirnya menghabiskan waktu berjam-jam untuk terus menggulir layar?

Kebiasaan ini dikenal dengan istilah doomscrolling, yaitu terus-menerus mengonsumsi berita atau informasi negatif tanpa henti.

Penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan tersebut dapat meningkatkan rasa cemas, sedih, bahkan membuat seseorang merasa tidak berdaya karena terus terpapar kabar buruk.

Semakin lama seseorang tenggelam dalam arus informasi negatif, semakin sulit pula otak mendapatkan waktu untuk beristirahat.

Membatasi waktu penggunaan media sosial dan memilih informasi yang benar-benar dibutuhkan dapat membantu menjaga kesehatan mental.

2. Terjebak dalam Pikiran Negatif yang Berulang

Otak manusia cenderung lebih mudah mengingat pengalaman buruk dibandingkan pengalaman yang menyenangkan.

Psikolog Rick Hanson pernah mengatakan bahwa otak manusia seperti perekat (Velcro) terhadap pengalaman negatif, tetapi seperti lapisan anti lengket (Teflon) terhadap pengalaman positif.

Itulah sebabnya kekhawatiran yang sama sering muncul berulang kali dan terasa sulit dihilangkan.

Jika dibiarkan, kebiasaan terus memikirkan hal-hal negatif dapat menguras energi emosional serta menghambat kemampuan seseorang menikmati momen saat ini.

Melatih kesadaran diri (mindfulness) dan menuliskan rasa syukur setiap hari dapat membantu mengurangi kebiasaan tersebut.

3. Sulit Mengatakan "Tidak"

Banyak orang merasa tidak enak hati ketika harus menolak permintaan orang lain.

Akibatnya, mereka sering berkata "ya", meski sebenarnya merasa keberatan atau lelah.

Peneliti dan penulis Brené Brown menilai bahwa menetapkan batasan merupakan bentuk mencintai diri sendiri.

Menurutnya, keberanian mengatakan "tidak" bukan berarti egois, tetapi merupakan cara menjaga kesehatan mental agar tidak terus-menerus terbebani oleh ekspektasi orang lain.

Belajar menetapkan batas yang sehat dapat membantu menjaga keseimbangan antara kebutuhan pribadi dan hubungan sosial.

4. Terlalu Sering Terganggu Notifikasi

Suara notifikasi dari ponsel, email, maupun aplikasi pesan sering kali tampak sepele.

Namun, gangguan kecil yang terus muncul ternyata dapat memecah konsentrasi.

Harvard Business Review menjelaskan bahwa interupsi berulang membuat seseorang lebih sulit mencapai kondisi flow, yaitu keadaan ketika seseorang benar-benar fokus terhadap pekerjaannya.

Akibatnya, produktivitas menurun dan seseorang lebih mudah merasa lelah di penghujung hari.

Mengatur waktu khusus untuk memeriksa pesan atau mengaktifkan mode "Do Not Disturb" dapat menjadi solusi sederhana untuk menjaga fokus.

5. Terlalu Sering Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Media sosial sering menampilkan momen-momen terbaik dalam kehidupan seseorang.

Melihat teman mendapatkan promosi jabatan, membeli rumah baru, atau menikmati liburan mewah dapat memicu kebiasaan membandingkan diri.

Fenomena ini dikenal sebagai upward comparison, yaitu membandingkan kehidupan sendiri dengan orang yang tampak lebih sukses.

Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan tersebut dapat menurunkan rasa percaya diri dan membuat seseorang sulit menghargai pencapaiannya sendiri.

Perlu diingat bahwa apa yang terlihat di media sosial hanyalah sebagian kecil dari kehidupan seseorang.

6. Membiarkan Ruang Berantakan

Tumpukan barang di meja kerja, pakaian yang berserakan, atau peralatan rumah yang tidak tertata ternyata bukan hanya mengganggu pemandangan.

Penelitian dari Princeton University menunjukkan bahwa kekacauan visual dapat mengganggu kemampuan otak untuk fokus.

Semakin banyak benda yang memenuhi pandangan, semakin besar pula beban kognitif yang harus diproses oleh otak.

Baca Juga: Antrean BBM Mengular di Sumatera Utara, Bobby Nasution dan Pertamina Berikan Penjelasan Berbeda soal Penyebabnya

Karena itu, meluangkan waktu sekitar 10 menit setiap malam untuk merapikan meja kerja, mencuci piring, atau menata kembali ruangan dapat memberikan dampak positif terhadap suasana hati keesokan harinya.

Perubahan Kecil Bisa Membawa Dampak Besar

Menjaga ketenangan pikiran tidak selalu harus dilakukan melalui langkah-langkah besar. Justru, perubahan sederhana dalam kebiasaan sehari-hari sering kali memberikan hasil yang lebih berkelanjutan.

Mengurangi waktu doomscrolling, belajar mengatakan "tidak", membatasi gangguan notifikasi, berhenti membandingkan diri dengan orang lain, hingga menjaga lingkungan tetap rapi merupakan langkah kecil yang dapat membantu menciptakan kehidupan yang lebih tenang.

Dengan mengenali enam kebiasaan tersebut sejak dini, setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki pola hidup dan membangun kesehatan mental yang lebih baik.

Ketenangan bukan hanya tentang mencari tempat yang damai, tetapi juga tentang menciptakan kebiasaan yang membuat pikiran merasa lebih ringan setiap hari.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : jawapos.com
cara menjaga kesehatan mental ketenangan pikiran Doomscrolling kebiasaan buruk kesehatan mental