RADARBONAG.ID – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), Brian Yuliarto, melontarkan pernyataan yang mengundang tawa sekaligus menjadi bahan renungan saat menghadiri Reuni Akbar Universitas Darussalam (Unida) Gontor di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Minggu (12/7).
Di hadapan ribuan alumni, dosen, serta keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor, Brian menyampaikan pesan yang tidak biasa kepada generasi muda.
Ia menyarankan agar jabatan menteri tidak dijadikan sebagai cita-cita utama dalam menjalani kehidupan.
Ucapan tersebut disampaikan dengan nada bercanda, namun sarat makna mengenai tanggung jawab besar yang melekat pada sebuah jabatan publik.
Brian Yuliarto: Jangan Bercita-cita Jadi Menteri
Dalam sambutannya, Brian mengaku tidak pernah membayangkan akan menduduki kursi menteri.
Karena itu, ia berpesan kepada para mahasiswa dan generasi muda agar tidak menjadikan jabatan tersebut sebagai tujuan hidup.
"Saran saya, enggak usah lah punya cita-cita jadi menteri," ujar Brian yang langsung disambut gelak tawa para peserta reuni.
Meski terdengar sebagai candaan, pernyataan tersebut menjadi pembuka cerita mengenai perjalanan dirinya hingga dipercaya menjadi bagian dari Kabinet Merah Putih.
Mengaku Kaget Saat Diminta Presiden Prabowo
Brian kemudian menceritakan momen ketika dirinya mendapat amanah dari Presiden Prabowo Subianto untuk menjabat sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Ia mengaku sempat terkejut karena tidak pernah membayangkan akan mengemban tanggung jawab sebesar itu.
Menurut Brian, saat itu dirinya hanya bisa menerima amanah tersebut dengan penuh keyakinan.
"Saya jadi menteri juga kaget. Tiba-tiba disuruh oleh Pak Presiden, 'kamu jadi menteri ya?' Waduh, saya bingung. Lalu beliau mengatakan, 'sudah jadi menteri nanti kita bantu bersama-sama.' Saya akhirnya bismillah," ungkap Brian sebagaimana dikutip dari Tribun Jatim.
Menjadi Menteri Tidak Semudah yang Dibayangkan
Brian mengungkapkan bahwa setelah menjalankan tugas sebagai menteri, dirinya baru benar-benar merasakan besarnya tanggung jawab yang harus dipikul.
Menurutnya, hampir setiap hari selalu ada persoalan baru yang membutuhkan perhatian dan penyelesaian.
Karena itu, jabatan menteri bukanlah posisi yang identik dengan kenyamanan seperti yang sering dibayangkan sebagian orang.
Sebaliknya, jabatan tersebut menuntut kesiapan untuk bekerja, mengambil keputusan, sekaligus menghadapi berbagai tantangan yang muncul setiap saat.
Lebih Menyarankan Anak Muda Menjadi Dosen
Dalam kesempatan tersebut, Brian justru mendorong generasi muda untuk bercita-cita menjadi akademisi.
Menurutnya, profesi dosen maupun dekan merupakan pekerjaan yang tidak kalah mulia karena memiliki peran besar dalam mencetak generasi penerus bangsa.
Ia menilai dunia pendidikan memberikan ruang luas bagi seseorang untuk berkontribusi melalui ilmu pengetahuan dan riset.
"Tapi kalau diberi tugas, diberi amanah, tentu harus dijalankan. Tapi kalau bercita-cita, tidak usah jadi menteri. Jadi dosen, jadi dekan, masih boleh," katanya.
Pernyataan itu kembali disambut tepuk tangan dari para peserta yang hadir.
Lebih Percaya Diri Berbicara soal Sains dan Nanoteknologi
Brian juga mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya lebih nyaman berbicara mengenai bidang keilmuan yang telah lama digelutinya.
Sebagai akademisi, ia mengaku memiliki kepercayaan diri lebih tinggi ketika membahas sains, teknologi, serta nanoteknologi dibandingkan memberikan sambutan di hadapan para tokoh pendidikan.
"Kalau saya bicara tentang sains, teknologi, bidang saya nanoteknologi, saya pede. Tapi ini saya berbicara di depan para guru yang melahirkan kader-kader terbaik bangsa kita, yang secara integritas, yang secara akhlakul karimah," tuturnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan penghormatan Brian kepada para pendidik yang selama ini berperan membentuk karakter dan integritas generasi muda Indonesia.
Nilai-Nilai Gontor Diharapkan Terus Dijaga
Selain berbagi pengalaman, Brian juga menyampaikan harapannya kepada seluruh alumni Universitas Darussalam Gontor agar tetap menjaga nilai-nilai yang diwariskan oleh pondok pesantren.
Menurutnya, integritas, akhlak mulia, kedisiplinan, serta semangat pengabdian merupakan modal penting dalam membangun bangsa.
Ia berharap para alumni mampu mengimplementasikan nilai-nilai tersebut di berbagai bidang profesi yang mereka tekuni.
Dengan demikian, kontribusi terhadap kemajuan Indonesia tidak hanya dilakukan melalui jabatan tertentu, tetapi juga melalui karya nyata di tengah masyarakat.
Jabatan Bukan Tujuan, Melainkan Amanah
Pesan Brian Yuliarto menjadi pengingat bahwa sebuah jabatan bukanlah tujuan akhir yang harus dikejar.
Menurutnya, yang jauh lebih penting adalah mempersiapkan diri dengan ilmu, kompetensi, dan integritas sehingga siap ketika suatu saat diberikan amanah.
Ia menilai setiap profesi memiliki peran yang sama pentingnya dalam memajukan bangsa, baik sebagai dosen, peneliti, guru, maupun pemimpin di berbagai sektor.
Karena itu, generasi muda didorong untuk lebih fokus meningkatkan kualitas diri daripada sekadar mengejar posisi atau jabatan tertentu.
Pada akhirnya, jabatan hanyalah konsekuensi dari kepercayaan yang diberikan. Sementara pengabdian, dedikasi, dan kerja nyata merupakan hal yang akan terus dikenang oleh masyarakat.
Pesan Brian Yuliarto pun menjadi motivasi bagi generasi muda agar membangun kompetensi sejak dini, sehingga siap memberikan kontribusi terbaik ketika kesempatan datang.
Editor : Muhammad Azlan Syah