Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Masih Relevan di Tahun 2026? Begini Prospek Karier Presenter TV di Tengah Dominasi Media Sosial dan Platform Digital

Muhammad Azlan Syah • Senin, 13 Juli 2026 | 09:59 WIB
Banyak yang mengira profesi presenter TV mulai tergeser oleh content creator. Benarkah demikian? Ternyata peluangnya masih terbuka lebar, asalkan mampu beradaptasi dengan era digital dan menguasai berbagai platform komunikasi. (ilustrasi)
Banyak yang mengira profesi presenter TV mulai tergeser oleh content creator. Benarkah demikian? Ternyata peluangnya masih terbuka lebar, asalkan mampu beradaptasi dengan era digital dan menguasai berbagai platform komunikasi. (ilustrasi)

 

RADARBONAG.ID – Kemunculan media sosial dan berbagai platform digital telah mengubah cara masyarakat mengonsumsi informasi.

Kini, siapa pun bisa menjadi pembawa acara melalui YouTube, TikTok, Instagram, hingga podcast tanpa harus bekerja di stasiun televisi.

Perubahan ini membuat banyak anak muda mulai bertanya-tanya, apakah cita-cita menjadi presenter televisi masih relevan di era digital?

Jawabannya tidak sesederhana ya atau tidak. Dunia penyiaran memang mengalami transformasi besar, tetapi profesi presenter televisi belum kehilangan tempatnya.

Justru, tuntutan terhadap kemampuan seorang presenter kini semakin luas karena harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebiasaan baru masyarakat dalam mengakses informasi.

Bagi mereka yang masih bercita-cita tampil di layar kaca, peluang tetap terbuka. Hanya saja, jalan menuju profesi tersebut kini berbeda dibanding beberapa tahun lalu.

Baca Juga: Di Balik Tawa Temon yang Kini Berpulang, Mantan Istri Ungkap Sosok Asli Sang Komedian yang Jarang Diketahui Publik

Televisi Berubah, Bukan Menghilang

Munculnya platform digital sempat memunculkan anggapan bahwa televisi akan kehilangan pengaruhnya.

Namun kenyataannya, televisi masih menjadi salah satu sumber informasi dan hiburan yang dipercaya oleh masyarakat, terutama untuk program berita, olahraga, hingga acara berskala nasional.

Yang berubah adalah cara penyajiannya.

Banyak stasiun televisi kini tidak hanya menayangkan program melalui siaran konvensional, tetapi juga menghadirkannya di YouTube, media sosial, hingga layanan streaming.

Artinya, presenter masa kini tidak hanya tampil di layar televisi, tetapi juga hadir di berbagai platform digital.

Perubahan ini justru memperluas peran seorang presenter.

Presenter Masa Kini Dituntut Multitalenta

Jika dahulu seorang presenter cukup menguasai teknik berbicara di depan kamera, kini kemampuan tersebut saja tidak lagi cukup.

Presenter modern dituntut memiliki kemampuan komunikasi yang lebih lengkap.

Mereka harus mampu berbicara secara formal saat membawakan berita, tetapi juga bisa tampil santai ketika membuat konten digital.

Kemampuan membangun interaksi dengan audiens melalui media sosial menjadi nilai tambah yang semakin dicari oleh perusahaan media.

Tak sedikit presenter televisi yang kini juga dikenal sebagai podcaster, host YouTube, hingga kreator konten.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dunia televisi dan media digital bukanlah dua hal yang saling menggantikan, melainkan saling melengkapi.

Persaingan Memang Semakin Ketat

Meski peluang masih ada, persaingan menjadi presenter memang semakin besar.

Kini, perusahaan media tidak hanya melirik lulusan ilmu komunikasi atau penyiaran.

Banyak content creator yang memiliki kemampuan public speaking baik juga mulai mendapat kesempatan tampil sebagai host berbagai program.

Hal ini membuat calon presenter harus memiliki nilai lebih dibanding sekadar penampilan menarik.

Kemampuan riset, wawasan luas, berpikir cepat, menguasai isu terkini, hingga mampu melakukan improvisasi menjadi bekal yang sangat penting.

Semakin banyak keterampilan yang dimiliki, semakin besar pula peluang untuk bersaing.

Personal Branding Menjadi Modal Penting

Di era digital, reputasi seseorang tidak lagi hanya dibangun melalui televisi.

Media sosial kini menjadi portofolio yang bisa dilihat oleh siapa saja, termasuk perusahaan media.

Banyak presenter muda memulai kariernya dengan rutin mengunggah video latihan membawakan berita, melakukan wawancara, membuat podcast, atau mengulas berbagai isu terkini.

Konten tersebut menjadi bukti kemampuan sekaligus memperlihatkan karakter mereka kepada publik.

Karena itu, membangun personal branding yang positif menjadi salah satu langkah penting bagi siapa pun yang ingin berkarier sebagai presenter.

Public Speaking Tetap Menjadi Keterampilan Utama

Walaupun teknologi terus berkembang, satu hal yang tidak berubah adalah pentingnya kemampuan berbicara di depan publik.

Presenter tetap dituntut memiliki artikulasi yang jelas, intonasi yang baik, kemampuan mengendalikan emosi, serta mampu menyampaikan informasi secara menarik.

Kemampuan tersebut tidak hanya bermanfaat bagi dunia penyiaran.

Public speaking juga menjadi salah satu keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia bisnis, pendidikan, pemerintahan, hingga industri kreatif.

Karena itu, belajar menjadi presenter sebenarnya juga menjadi investasi untuk berbagai pilihan karier di masa depan.

Peluang Hadir dari Berbagai Platform

Saat ini, kesempatan menjadi pembawa acara tidak hanya tersedia di televisi nasional.

Banyak perusahaan, lembaga, media digital, hingga kanal YouTube membutuhkan host untuk berbagai program.

Podcast video, webinar, siaran langsung media sosial, hingga acara perusahaan kini membutuhkan figur yang mampu memandu jalannya acara secara profesional.

Artinya, seseorang yang memiliki kemampuan presenter tidak hanya bergantung pada satu jenis media.

Justru, semakin banyak platform yang berkembang, semakin luas pula peluang untuk menunjukkan kemampuan tersebut.

Masih Worth It Menjadi Presenter TV?

Jawabannya adalah masih sangat layak, asalkan siap mengikuti perkembangan zaman.

Profesi presenter memang tidak lagi sama seperti satu dekade lalu.

Kini, seorang presenter harus mampu berpindah dari studio televisi ke media sosial, dari siaran langsung ke podcast, hingga dari layar kaca ke platform digital tanpa kehilangan kualitas komunikasi.

Baca Juga: PDKT yang Sehat Bukan Terus Mengejar, Ini Cara Membangun Hubungan yang Nyaman dan Saling Menghargai

Fleksibilitas menjadi kunci utama.

Mereka yang mampu belajar teknologi baru, membangun personal branding, serta terus meningkatkan kemampuan komunikasi akan memiliki peluang lebih besar untuk bertahan.

Pada akhirnya, cita-cita menjadi presenter televisi tidak pernah kehilangan relevansinya.

Yang berubah hanyalah medianya. Jika dahulu presenter hanya dikenal melalui layar televisi, kini mereka bisa hadir di berbagai platform digital dengan jangkauan audiens yang jauh lebih luas.

Bagi generasi muda yang memiliki passion berbicara di depan kamera, senang menyampaikan informasi, dan ingin menjadi wajah yang dipercaya publik, profesi presenter tetap menjadi pilihan karier yang menjanjikan.

Di era digital, bukan televisinya yang menghilang, tetapi cara seorang presenter membangun hubungan dengan audiens yang terus berkembang mengikuti zaman.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#presenter TV #karier presenter #era digital #public speaking #media sosial