RADARBONAG.ID – Film komedi horor Cek Khodam menjadi salah satu tontonan Indonesia yang menarik perhatian publik menjelang penayangannya di bioskop pada 16 Juli mendatang.
Selain mengangkat fenomena konten cek khodam yang sempat memenuhi media sosial, film ini juga menghadirkan kejutan berupa lagu viral MBG My Bahlil Ganteng yang sempat ramai diperbincangkan warganet.
Kemunculan lagu tersebut langsung menjadi sorotan karena dinilai mampu memperkuat nuansa komedi sekaligus menunjukkan bagaimana budaya internet dan tren media sosial kini mulai diadaptasi ke dalam perfilman Indonesia.
Menariknya, lagu tersebut ternyata bukan bagian dari naskah awal.
Ide memasukkannya justru muncul secara spontan ketika proses pascaproduksi berlangsung.
Baca Juga: Bocoran Xiaomi 18 Pro Muncul, Disebut Bakal Pakai Snapdragon 8 Elite Gen 6 dengan Kamera Ganda 200MP
Lagu Viral MBG Hadir Berkat Ide Spontan Tim Produksi
Sutradara Jerepoint mengungkapkan bahwa proses pembuatan Film Cek Khodam dipenuhi berbagai improvisasi dari para pemain maupun kru.
Menurutnya, banyak adegan dan elemen kreatif yang lahir secara spontan selama proses produksi sehingga membuat hasil akhir film terasa lebih segar dan dekat dengan kehidupan masyarakat saat ini.
Jerepoint mengatakan bahwa seluruh tim diberi ruang untuk mengembangkan ide-ide kreatif, termasuk ketika muncul gagasan memasukkan lagu yang sedang viral di media sosial.
Meski demikian, ia menjelaskan bahwa pemeran hantu Noni Belanda, Anggie William, menjadi sosok yang paling memahami bagaimana lagu tersebut akhirnya masuk ke dalam film.
Anggie William Ungkap Lagu Tidak Ada dalam Skenario
Anggie William menjelaskan bahwa lagu MBG My Bahlil Ganteng sama sekali tidak tertulis dalam skenario yang telah disiapkan sebelumnya.
Ide tersebut baru muncul ketika proses penyuntingan berlangsung.
Saat itu, ia diminta menambahkan beberapa efek suara atau suara tambahan agar karakter hantu Noni Belanda terasa lebih hidup dan menghibur.
Dalam proses tersebut, Anggie kemudian menyenandungkan lagu yang tengah viral tersebut melalui siulan.
Menurutnya, saat mendengar singkatan MBG, ia justru memiliki interpretasi berbeda yang diplesetkan menjadi "My Bini Gue".
Dari situlah muncul inspirasi untuk menjadikan lagu tersebut sebagai bagian dari karakter hantu yang diperankannya.
Improvisasi sederhana tersebut ternyata dinilai cocok dengan suasana film sehingga akhirnya dipertahankan hingga versi final yang akan tayang di bioskop.
Mengangkat Fenomena Viral yang Dekat dengan Kehidupan Anak Muda
Film produksi Dee Company ini memang sejak awal dirancang untuk mengangkat fenomena yang sedang berkembang di media sosial.
Salah satu tren yang menjadi inspirasi utama adalah maraknya konten cek khodam yang sempat memenuhi berbagai platform digital dan mengundang jutaan penonton.
Melalui premis tersebut, Cek Khodam tidak hanya menawarkan unsur horor, tetapi juga menyisipkan kritik sosial yang dikemas dengan balutan komedi.
Film ini menggambarkan bagaimana masyarakat modern kini memiliki ketakutan yang berbeda dibandingkan masa lalu.
Jika dahulu orang lebih mudah takut kepada cerita mistis atau penampakan hantu, kini banyak orang justru merasa persoalan ekonomi jauh lebih menyeramkan daripada bertemu makhluk gaib.
Pesan tersebut menjadi salah satu benang merah yang terus diangkat sepanjang cerita sehingga penonton tidak hanya disuguhi hiburan, tetapi juga refleksi terhadap realitas kehidupan saat ini.
Sinopsis Film Cek Khodam
Cek Khodam mengisahkan tiga kreator konten bernama Sakti yang diperankan Jirayut, Wira yang dimainkan Saputra Kori, dan Dan yang diperankan Benedictus Siregar.
Ketiganya iseng membuat konten bertema cek khodam yang saat itu sedang menjadi tren di media sosial.
Tak disangka, video-video mereka justru viral dan mendapatkan perhatian luar biasa dari masyarakat.
Popularitas konten tersebut ternyata membawa dampak yang sama sekali tidak pernah mereka bayangkan.
Semakin banyak orang yang menonton video mereka, rasa takut manusia terhadap makhluk halus justru terus menurun.
Fenomena tersebut bahkan membuat sebuah indikator bernama Angka Ketakutan Manusia (AKM) mengalami penurunan drastis.
Alih-alih merasa takut, masyarakat modern malah menjadikan hantu sebagai bahan candaan dan hiburan.
Kondisi itu memicu kemarahan para penghuni alam gaib yang merasa kewibawaan mereka mulai hilang di mata manusia.
Melihat situasi tersebut, Panglima Khodam akhirnya memutuskan turun langsung ke dunia manusia untuk mengembalikan rasa takut yang mulai memudar.
Namun rencana besar tersebut tidak berjalan sesuai harapan.
Berbagai kejadian kocak justru bermunculan dan menciptakan kekacauan baru, baik di dunia manusia maupun alam gaib.
Konflik itulah yang kemudian menjadi inti cerita Film Cek Khodam, memadukan unsur horor ringan dengan humor khas yang dekat dengan kehidupan generasi muda.
Siap Menghibur Penonton Mulai 16 Juli
Selain menghadirkan Jirayut, Benedictus Siregar, Saputra Kori, dan Anggie William, Cek Khodam juga menawarkan pendekatan yang berbeda dibandingkan film horor pada umumnya.
Alih-alih hanya mengandalkan adegan menyeramkan, film ini memanfaatkan budaya internet, meme, hingga tren media sosial sebagai bagian dari jalan cerita.
Kemunculan lagu MBG My Bahlil Ganteng menjadi salah satu contoh bagaimana unsur viral di dunia maya berhasil diadaptasi ke layar lebar secara kreatif.
Detail kecil tersebut justru menjadi bahan perbincangan publik bahkan sebelum film resmi dirilis.
Dengan perpaduan komedi, horor, satire sosial, serta referensi budaya populer yang sedang berkembang, Cek Khodam diharapkan mampu memberikan pengalaman menonton yang segar bagi penonton Indonesia saat mulai tayang serentak di bioskop pada 16 Juli mendatang.