Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Ingin Punya Anak Laki-laki atau Perempuan? Kenali Fakta Medis dan Tips yang Sering Dicoba Pasangan Suami Istri

Muhammad Azlan Syah • Jumat, 10 Juli 2026 | 06:35 WIB
Banyak pasangan suami istri berharap bisa memiliki anak laki-laki atau perempuan sesuai keinginan. Namun, benarkah ada cara alami yang terbukti berhasil? Simak penjelasan medis lengkap mengenai program hamil, mitos yang masih dipercaya, hingga fakta ilmiah tentang penentuan jenis kelamin bayi. (health.detik.com)
Banyak pasangan suami istri berharap bisa memiliki anak laki-laki atau perempuan sesuai keinginan. Namun, benarkah ada cara alami yang terbukti berhasil? Simak penjelasan medis lengkap mengenai program hamil, mitos yang masih dipercaya, hingga fakta ilmiah tentang penentuan jenis kelamin bayi. (health.detik.com)

RADARBONAG.ID – Banyak pasangan suami istri (pasutri) yang memiliki harapan tertentu mengenai jenis kelamin calon buah hati.

Ada yang menginginkan anak laki-laki sebagai penerus keluarga, sementara sebagian lainnya mendambakan anak perempuan karena alasan emosional maupun keseimbangan dalam keluarga.

Keinginan tersebut membuat tidak sedikit pasangan mencari berbagai informasi mengenai cara mendapatkan jenis kelamin bayi yang diinginkan.

Mulai dari mengatur pola makan, menentukan waktu berhubungan intim, hingga mengikuti berbagai metode yang banyak beredar di media sosial.

Namun, apakah cara-cara tersebut benar-benar terbukti secara ilmiah?

Para ahli menjelaskan bahwa hingga saat ini, tidak ada metode alami yang dapat menjamin pasangan memperoleh anak laki-laki atau perempuan sesuai keinginan.

Baca Juga: Kombucha Kian Populer sebagai Minuman Fermentasi, Benarkah Baik untuk Pencernaan? Ini Fakta yang Perlu Diketahui

Jenis kelamin bayi pada dasarnya ditentukan sejak proses pembuahan berlangsung.

Meski demikian, beberapa teori dan metode masih sering dibahas karena dianggap memiliki peluang tertentu, meskipun bukti ilmiahnya masih terbatas.

Jenis Kelamin Bayi Ditentukan Sejak Proses Pembuahan

Secara medis, jenis kelamin bayi ditentukan oleh kromosom yang dibawa oleh sperma.

Sel telur dari perempuan selalu membawa kromosom X, sedangkan sperma laki-laki dapat membawa kromosom X maupun Y.

Apabila sperma berkromosom X membuahi sel telur, bayi akan memiliki kromosom XX yang berkembang menjadi perempuan.

Sebaliknya, jika sperma berkromosom Y yang berhasil membuahi sel telur, maka bayi akan memiliki kromosom XY dan berkembang menjadi laki-laki.

Karena proses tersebut terjadi secara alami, peluang memperoleh bayi laki-laki maupun perempuan pada dasarnya hampir seimbang.

Faktor keberhasilan lebih banyak ditentukan oleh proses biologis dibandingkan berbagai mitos yang berkembang di masyarakat.

Metode Shettles Masih Banyak Dibicarakan

Salah satu teori yang paling sering dibahas adalah Metode Shettles.

Metode ini diperkenalkan oleh Dr. Landrum Shettles pada tahun 1960-an dan masih populer hingga sekarang.

Menurut teori tersebut, sperma pembawa kromosom Y bergerak lebih cepat tetapi memiliki daya tahan lebih pendek.

Sebaliknya, sperma pembawa kromosom X bergerak lebih lambat namun diklaim mampu bertahan lebih lama di saluran reproduksi.

Berdasarkan teori tersebut, pasangan yang menginginkan anak laki-laki dianjurkan berhubungan intim sedekat mungkin dengan waktu ovulasi.

Sementara pasangan yang menginginkan anak perempuan disarankan melakukan hubungan intim beberapa hari sebelum ovulasi.

Namun, berbagai penelitian modern menunjukkan bahwa efektivitas metode ini belum dapat dibuktikan secara konsisten.

Karena itu, dokter kandungan umumnya tidak menjadikan Metode Shettles sebagai cara yang dapat menjamin jenis kelamin bayi.

Pola Makan dan Kondisi Tubuh Sering Dikaitkan

Selain waktu berhubungan intim, pola makan juga kerap dikaitkan dengan peluang mendapatkan jenis kelamin tertentu.

Sebagian orang percaya makanan tinggi kalium dan natrium dapat meningkatkan peluang memperoleh anak laki-laki.

Sementara makanan kaya kalsium dan magnesium sering disebut berkaitan dengan peluang memiliki anak perempuan.

Meski begitu, hingga kini belum ada bukti ilmiah kuat yang membenarkan klaim tersebut.

Para ahli justru menyarankan pasangan yang sedang menjalani program hamil untuk lebih fokus memenuhi kebutuhan nutrisi secara seimbang.

Asupan seperti asam folat, zat besi, protein, vitamin, dan mineral jauh lebih penting untuk meningkatkan peluang kehamilan yang sehat dibanding mengejar jenis kelamin tertentu.

Program Hamil Sehat Tetap Menjadi Prioritas

Dokter menegaskan bahwa tujuan utama program hamil seharusnya bukan hanya memperoleh jenis kelamin bayi yang diinginkan, melainkan memastikan ibu dan calon bayi berada dalam kondisi sehat.

Pasutri dianjurkan menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, menghindari rokok dan alkohol, mengelola stres, serta melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum merencanakan kehamilan.

Pemeriksaan prakonsepsi juga penting untuk mengetahui apakah terdapat kondisi medis tertentu yang dapat memengaruhi kesuburan maupun kesehatan kehamilan.

Selain itu, mengonsumsi asam folat sejak sebelum hamil terbukti membantu menurunkan risiko cacat tabung saraf pada janin.

Apakah Ada Cara Memilih Jenis Kelamin Bayi?

Dalam dunia medis, memang terdapat teknologi yang memungkinkan pemilihan jenis kelamin embrio, salah satunya melalui program bayi tabung yang dikombinasikan dengan pemeriksaan genetik embrio (Preimplantation Genetic Testing/PGT).

Namun, prosedur tersebut umumnya dilakukan atas indikasi medis, misalnya untuk mencegah penyakit genetik tertentu yang berkaitan dengan jenis kelamin.

Di banyak negara, termasuk Indonesia, pemilihan jenis kelamin bayi semata-mata karena alasan preferensi pribadi memiliki aturan etika dan hukum yang ketat.

Baca Juga: LineageOS Siapkan Android 17, Bawa Web Flashing Tool Baru hingga Pembaruan OTA yang Lebih Cepat

Karena itu, prosedur tersebut tidak dapat dilakukan secara bebas hanya untuk memenuhi keinginan memiliki anak laki-laki atau perempuan.

Pada akhirnya, para ahli sepakat bahwa kesehatan ibu dan bayi jauh lebih penting dibanding mengejar jenis kelamin tertentu.

Anak, baik laki-laki maupun perempuan, memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, dan membanggakan keluarga.

Bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan, berkonsultasi dengan dokter kandungan tetap menjadi langkah terbaik agar memperoleh informasi yang tepat berdasarkan kondisi kesehatan masing-masing.

Dengan begitu, program hamil dapat dijalani secara aman, sehat, dan sesuai dengan rekomendasi medis, tanpa mudah terpengaruh oleh mitos yang belum terbukti kebenarannya.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#program hamil #jenis kelamin bayi #cara mendapatkan anak laki-laki #cara mendapatkan anak perempuan #tips program hamil