Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Tren Konten Digital Berubah, Gen Z Tinggalkan Konten Viral Sesaat dan Mulai Mencari Konten yang Bermakna

Arinie Khaqqo • Kamis, 9 Juli 2026 | 14:05 WIB
Masuk FYP saja ternyata sudah tidak cukup. Gen Z mulai mencari konten yang memberikan manfaat, inspirasi, dan terasa dekat dengan kehidupan mereka. Inilah tren baru yang mulai mengubah wajah media sosial. (ilustrasi)
Masuk FYP saja ternyata sudah tidak cukup. Gen Z mulai mencari konten yang memberikan manfaat, inspirasi, dan terasa dekat dengan kehidupan mereka. Inilah tren baru yang mulai mengubah wajah media sosial. (ilustrasi)

RADARBONAG.ID – Selama beberapa tahun terakhir, ukuran keberhasilan sebuah konten di media sosial identik dengan satu hal: viral dan masuk halaman For You Page (FYP).

Semakin banyak tayangan, semakin dianggap sukses. Namun, tren tersebut kini mulai bergeser.

Generasi Z atau Gen Z tidak lagi hanya mengejar hiburan singkat yang lewat begitu saja.

Mereka mulai mencari konten yang memberikan nilai tambah, baik berupa informasi, inspirasi, pengalaman, maupun solusi terhadap persoalan sehari-hari.

Fenomena ini dikenal dengan istilah from viral to valuable, yaitu perubahan cara masyarakat, khususnya anak muda, dalam mengonsumsi sekaligus menciptakan konten digital.

Pergeseran tersebut juga mulai memengaruhi strategi para kreator konten hingga cara kerja algoritma media sosial.

Baca Juga: Purbaya Akhirnya Bertemu Said Iqbal, Bahas Pajak JHT dan Pesangon Buruh Setelah Polemik Sulit Ditemui

Konten yang Bermakna Kini Lebih Menarik Perhatian

Beberapa tahun lalu, media sosial dipenuhi konten tantangan viral, tarian singkat, hingga berbagai tren yang berganti hampir setiap pekan.

Kini, jenis konten yang banyak mendapatkan perhatian justru berbeda.

Video berisi tips mengatur keuangan, pengalaman menghadapi burnout, cara meningkatkan produktivitas, cerita tentang kesehatan mental, hingga perjalanan membangun karier mulai mendapat tempat di hati para pengguna media sosial.

Konten-konten tersebut dianggap lebih relevan karena memberikan manfaat yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, banyak pengguna merasa lebih mudah terhubung dengan cerita yang jujur dibanding konten yang hanya berfokus pada hiburan sesaat.

Gen Z Mulai Memilih Konten yang "Relate"

Sebagai generasi yang tumbuh bersama internet, Gen Z menghabiskan banyak waktu untuk mengakses berbagai informasi setiap hari.

Dalam sehari, mereka bisa melihat ratusan bahkan ribuan unggahan dari berbagai platform media sosial.

Kondisi tersebut membuat perhatian mereka menjadi semakin selektif.

Konten yang tidak memberikan kesan mendalam biasanya hanya ditonton beberapa detik sebelum akhirnya dilewati.

Sebaliknya, konten yang mampu menghadirkan solusi, pengalaman pribadi, atau sudut pandang baru lebih sering disimpan, dibagikan, bahkan didiskusikan.

Karena itu, istilah relate menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan sebuah konten saat ini.

Semakin dekat sebuah cerita dengan pengalaman audiens, semakin besar peluang konten tersebut mendapatkan respons positif.

Kreator Tidak Lagi Hanya Mengejar Viral

Perubahan perilaku pengguna juga memengaruhi cara para kreator membangun strategi konten.

Jika sebelumnya fokus utama adalah memperoleh jumlah tayangan sebanyak mungkin, kini banyak kreator mulai memperhatikan kualitas interaksi dengan audiens.

Mereka lebih mengutamakan komentar yang bermakna, jumlah konten yang disimpan (save), serta banyaknya unggahan yang dibagikan kembali (share).

Hal ini karena konten yang memberikan manfaat cenderung memiliki umur lebih panjang dibanding konten yang hanya mengikuti tren sesaat.

Konten viral memang dapat mendatangkan perhatian dalam waktu singkat, tetapi konten yang memiliki nilai akan terus dicari meskipun tren telah berganti.

Algoritma Media Sosial Ikut Berubah

Perubahan preferensi pengguna ternyata juga diikuti oleh perkembangan algoritma media sosial.

Platform seperti TikTok maupun Instagram kini semakin memperhatikan kualitas interaksi pengguna terhadap suatu konten.

Durasi menonton yang tinggi, banyaknya komentar, jumlah penyimpanan, hingga unggahan yang dibagikan menjadi indikator penting dalam menentukan apakah sebuah konten layak direkomendasikan kepada lebih banyak orang.

Artinya, konten yang memberikan manfaat nyata memiliki peluang lebih besar untuk bertahan di lini masa dibanding konten yang hanya menarik perhatian sesaat.

Kondisi ini menjadi sinyal bagi para kreator bahwa membuat konten menarik saja tidak lagi cukup.

Konten juga perlu mampu memberikan pengalaman yang berkesan bagi audiens.

Storytelling Personal Semakin Digemari

Salah satu jenis konten yang mengalami peningkatan popularitas adalah storytelling personal.

Banyak kreator memilih membagikan pengalaman mereka menghadapi kegagalan, tekanan pekerjaan, quarter life crisis, perjuangan membangun usaha, hingga perjalanan menemukan jati diri.

Alih-alih menampilkan kehidupan yang tampak sempurna, mereka justru memperlihatkan sisi manusiawi yang lebih dekat dengan realitas.

Pendekatan seperti ini membuat audiens merasa tidak sendirian dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.

Kejujuran dan autentisitas menjadi nilai yang semakin dihargai, terutama oleh Gen Z yang cenderung lebih kritis terhadap konten yang terlihat terlalu dibuat-buat.

Media Sosial Kini Menjadi Ruang untuk Terhubung

Perubahan tren ini menunjukkan bahwa media sosial tidak lagi sekadar menjadi tempat mencari hiburan atau mengejar popularitas.

Bagi banyak pengguna, platform digital kini berfungsi sebagai ruang untuk belajar, berbagi pengalaman, dan membangun hubungan dengan orang lain.

Baca Juga: Erling Haaland ke Real Madrid Kembali Menguat, Sang Ayah Buka Peluang Meski Masih Betah di Manchester City

Konten yang baik tidak hanya mengundang banyak penonton, tetapi juga mampu menciptakan percakapan, memberikan inspirasi, bahkan membantu seseorang menemukan solusi atas masalah yang sedang dihadapi.

Di tengah derasnya arus informasi, kemampuan menghadirkan konten yang bernilai menjadi semakin penting.

Gen Z kini tidak hanya bertanya apakah sebuah konten bisa masuk FYP atau menjadi viral.

Mereka juga mulai mempertanyakan apakah konten tersebut memberikan manfaat, relevan dengan kehidupan, serta meninggalkan kesan setelah selesai ditonton.

Pergeseran dari viral menuju valuable menjadi bukti bahwa kualitas kini mulai mengalahkan sekadar popularitas.

Ke depan, kreator yang mampu menghadirkan konten autentik, informatif, dan bermakna diperkirakan akan memiliki peluang lebih besar untuk membangun komunitas yang loyal sekaligus bertahan di tengah persaingan dunia digital yang terus berkembang.

 
Editor : Muhammad Azlan Syah
#konten viral #konten valuable #tren konten digital #Gen Z #media sosial