RADARBONAG.ID – Sebuah peristiwa tragis terjadi di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, ketika seorang petani tebu dilaporkan meninggal dunia setelah terjebak dalam kebakaran lahan perkebunan.
Korban diketahui bernama Sakrum (60), warga yang saat itu berada di lokasi ketika api dengan cepat membesar dan melalap area kebun tebu.
Peristiwa nahas tersebut terjadi di Dusun Jatimalang, Desa Kedawung, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, pada Senin (6/7/2026). Selain merenggut satu korban jiwa, kebakaran juga menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp130 juta.
Aparat kepolisian bersama petugas pemadam kebakaran langsung mendatangi lokasi untuk memadamkan api sekaligus mengevakuasi korban.
Korban Diduga Terjebak Saat Api Cepat Meluas
Berdasarkan informasi di lokasi kejadian, insiden bermula ketika dilakukan pembakaran sisa-sisa daun tebu kering setelah panen.
Aktivitas tersebut diduga bertujuan membersihkan lahan sebelum memasuki proses pengolahan berikutnya.
Namun, kondisi cuaca yang kering disertai embusan angin kencang membuat api dengan cepat menjalar ke area perkebunan.
Dalam waktu singkat, kobaran api semakin sulit dikendalikan dan menyelimuti sebagian besar lahan.
Korban yang saat itu masih berada di dalam kebun diduga tidak sempat menyelamatkan diri ketika api terus membesar.
Asap tebal yang memenuhi area perkebunan juga diduga menghambat upaya korban untuk keluar dari lokasi sehingga akhirnya terjebak di tengah kobaran api.
Korban Ditemukan dalam Kondisi Meninggal Dunia
Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melakukan penyisiran di sekitar lokasi kebakaran.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di area lahan yang terbakar.
Temuan tersebut menambah duka atas peristiwa yang tidak hanya menghanguskan perkebunan, tetapi juga merenggut nyawa seorang petani yang tengah beraktivitas di lahannya.
Jenazah korban kemudian dievakuasi untuk penanganan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.
Sementara itu, aparat kepolisian juga melakukan olah tempat kejadian perkara guna mengetahui penyebab pasti kebakaran serta memastikan kronologi kejadian.
Kerugian Material Diperkirakan Mencapai Rp130 Juta
Selain menyebabkan korban jiwa, kebakaran juga mengakibatkan kerusakan pada lahan perkebunan tebu milik warga.
Besarnya area yang terbakar membuat nilai kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp130 juta.
Petugas pemadam kebakaran bekerja selama proses pemadaman untuk mencegah api meluas ke lahan lain di sekitarnya.
Upaya tersebut dilakukan mengingat kondisi cuaca kering dapat mempercepat penyebaran api, terutama pada lahan yang dipenuhi tanaman dan daun kering.
Petani Diimbau Tidak Membakar Lahan Sembarangan
Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya risiko pembakaran lahan, terutama pada musim dengan kondisi cuaca kering.
Pihak berwenang mengimbau para petani agar lebih berhati-hati dalam membersihkan lahan dan menghindari metode pembakaran terbuka yang berpotensi memicu kebakaran tidak terkendali.
Jika pembakaran memang diperlukan, pelaksanaannya diharapkan dilakukan dengan pengawasan yang ketat serta memperhatikan kondisi cuaca, termasuk arah dan kecepatan angin.
Langkah-langkah pencegahan dinilai penting untuk menghindari terulangnya kejadian serupa yang dapat membahayakan keselamatan jiwa maupun menyebabkan kerugian material dalam jumlah besar.
Peristiwa di Kediri ini menjadi pengingat bahwa kebakaran lahan dapat berkembang sangat cepat dan sulit dikendalikan.
Kewaspadaan serta penerapan cara pengelolaan lahan yang lebih aman diharapkan dapat mengurangi risiko terjadinya kecelakaan serupa di masa mendatang.
Editor : Muhammad Azlan Syah