RADARBONANG.ID – Banyak orang bermimpi menjadi penulis buku.
Namun, tidak sedikit yang akhirnya mengubur impian tersebut karena naskah yang dikirim ke penerbit besar tak kunjung mendapat balasan atau bahkan ditolak.
Padahal, kondisi tersebut bukan berarti kualitas tulisan buruk.
Setiap penerbit memiliki kebijakan, target pasar, hingga keterbatasan jumlah buku yang dapat diterbitkan setiap tahunnya.
Akibatnya, banyak naskah berkualitas belum tentu langsung mendapat kesempatan.
Kini, penulis tidak lagi harus menunggu "dipilih" penerbit. Perkembangan teknologi dan industri kreatif telah membuka jalan melalui self publishing atau penerbitan mandiri.
Melalui metode ini, penulis memiliki kendali penuh terhadap isi buku, desain, harga, hingga strategi pemasaran.
Bahkan, sejumlah penulis dunia yang kini terkenal pernah memulai perjalanan mereka melalui jalur self publishing sebelum akhirnya dilirik penerbit besar.
Apa Itu Self Publishing?
Self publishing adalah proses menerbitkan buku secara mandiri tanpa bergantung pada penerbit konvensional.
Penulis bertanggung jawab terhadap proses penyuntingan, desain sampul, tata letak, pencetakan, hingga pemasaran.
Namun saat ini banyak penyedia jasa self publishing di Indonesia yang menawarkan layanan lengkap, mulai dari editing hingga pengurusan ISBN, sehingga proses menjadi lebih mudah bagi penulis pemula.
Keuntungan terbesar self publishing adalah penulis memiliki kebebasan menentukan konsep buku sekaligus memperoleh porsi keuntungan yang umumnya lebih besar dibanding sistem royalti penerbit konvensional.
Langkah-Langkah Menerbitkan Buku Secara Mandiri
Sebelum menerbitkan buku, pastikan naskah benar-benar selesai dan telah melalui proses revisi.
Langkah berikutnya adalah meminta orang lain membaca naskah sebagai pembaca pertama (beta reader) agar mendapatkan masukan dari sudut pandang calon pembaca.
Setelah itu lakukan penyuntingan bahasa, tata letak isi buku, desain sampul yang menarik, lalu tentukan ukuran buku dan jenis kertas yang akan digunakan.
Jika ingin buku lebih mudah dipasarkan melalui toko buku maupun marketplace, lengkapi pula dengan ISBN.
Saat ini banyak penerbit self publishing yang menyediakan paket lengkap sehingga penulis tidak perlu mengurus seluruh proses secara sendiri.
Jangan Minder Jika Ditolak Penerbit Besar
Banyak penulis pemula menganggap penolakan dari penerbit besar sebagai akhir perjalanan.
Padahal kenyataannya tidak demikian.
Industri penerbitan merupakan bisnis yang mempertimbangkan tren pasar, kapasitas produksi, dan strategi penjualan.
Sebuah naskah bisa saja ditolak bukan karena buruk, melainkan karena tidak sesuai dengan kebutuhan pasar saat itu.
Karena itu, self publishing menjadi alternatif yang memungkinkan penulis tetap berkarya tanpa harus menunggu bertahun-tahun.
Jika bukunya mendapat respons positif dari pembaca, bukan tidak mungkin justru penerbit besar yang akan datang menawarkan kerja sama.
Strategi Agar Buku Tidak Hanya Terbit, tetapi Juga Laku Terjual
Kesalahan terbesar banyak penulis self publishing adalah berhenti setelah bukunya selesai dicetak.
Padahal, proses terpenting justru dimulai setelah buku terbit.
Beberapa strategi yang dapat dilakukan antara lain:
- Bangun akun media sosial khusus sebagai penulis dan bagikan proses penulisan buku.
- Lakukan pre-order sebelum buku dicetak agar mengetahui minat pasar.
- Buat konten pendek berupa kutipan menarik, video, atau cerita di balik penulisan buku.
- Jual buku melalui marketplace seperti Tokopedia, Shopee, TikTok Shop, dan situs pribadi.
- Adakan acara bedah buku atau peluncuran buku secara daring maupun luring.
- Kirim buku kepada kreator konten, blogger, atau media yang sesuai dengan tema buku untuk mendapatkan ulasan.
- Masuk ke komunitas membaca, komunitas literasi, dan klub buku agar buku lebih dikenal.
- Bangun daftar pembaca melalui WhatsApp Channel, Telegram, atau email sehingga promosi buku berikutnya menjadi lebih mudah.
Ingat, pembaca sering kali membeli bukan hanya karena judul bukunya, tetapi juga karena mengenal sosok penulisnya.
Penulis Besar yang Pernah Memulai dari Self Publishing
Sejarah dunia penerbitan mencatat banyak penulis sukses yang memulai karier melalui self publishing.
Salah satunya adalah Andy Weir. Novel The Martian awalnya dipublikasikan secara mandiri melalui internet sebelum diterbitkan secara resmi dan diadaptasi menjadi film layar lebar.
Contoh lainnya adalah E. L. James yang mula-mula menerbitkan karyanya secara independen sebelum menjadi fenomena global.
Ada pula Lisa Genova yang menerbitkan novel Still Alice secara mandiri sebelum akhirnya dilirik penerbit besar dan diangkat ke layar lebar.
Kisah-kisah tersebut menunjukkan bahwa kesuksesan sebuah buku tidak selalu dimulai dari penerbit besar, melainkan dari keberanian penulis memperkenalkan karyanya kepada pembaca.
Beberapa Penerbit Self Publishing di Indonesia
Bagi penulis yang ingin menerbitkan buku secara mandiri, terdapat sejumlah layanan self publishing yang cukup dikenal di Indonesia, di antaranya:
- Penerbit Deepublish, yang menyediakan layanan penerbitan lengkap mulai dari editing hingga ISBN, terutama untuk buku akademik dan umum.
- Bukunesia, yang berfokus pada buku populer dan menawarkan pendampingan serta strategi pemasaran bagi penulis.
- Penerbit Milestone, yang menyediakan layanan penerbitan profesional dari penulisan hingga distribusi buku.
Selain menggunakan jasa tersebut, penulis juga dapat memilih mencetak buku secara mandiri melalui percetakan dan memasarkannya sendiri melalui marketplace maupun media sosial.
Terus Menulis dan Bangun Pembaca
Pada akhirnya, menerbitkan buku hanyalah satu tahap dalam perjalanan seorang penulis.
Tantangan berikutnya adalah membangun hubungan dengan pembaca melalui karya-karya yang konsisten dan berkualitas.
Jangan takut jika naskah belum diterima penerbit besar.
Banyak penulis sukses membuktikan bahwa keberhasilan tidak selalu bergantung pada nama penerbit, melainkan pada kualitas karya, ketekunan membangun audiens, serta kemampuan memasarkan buku dengan strategi yang tepat.
Di era digital saat ini, kesempatan menjadi penulis jauh lebih terbuka dibanding sebelumnya. Yang dibutuhkan bukan hanya naskah yang baik, tetapi juga keberanian untuk memulai dan memperkenalkan karya kepada dunia.
Editor : Muhammad Azlan Syah