Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Kenapa Memar Berubah dari Merah, Ungu hingga Kuning? Ternyata Ini Proses Penyembuhan yang Terjadi di Dalam Tubuh

Arinie Khaqqo • Sabtu, 13 Juni 2026 | 09:28 WIB
Pernah heran kenapa memar berubah warna?. Awalnya merah, lalu ungu, kemudian hijau dan kuning sebelum akhirnya hilang. Ternyata perubahan warna itu bukan kebetulan, melainkan tanda bahwa tubuh sedang memperbaiki diri. (Ilustrasi)
Pernah heran kenapa memar berubah warna?. Awalnya merah, lalu ungu, kemudian hijau dan kuning sebelum akhirnya hilang. Ternyata perubahan warna itu bukan kebetulan, melainkan tanda bahwa tubuh sedang memperbaiki diri. (Ilustrasi)

RADARBONANG.ID – Hampir setiap orang pernah mengalami memar. Entah karena terbentur meja, terjatuh saat berolahraga, atau kecelakaan kecil dalam aktivitas sehari-hari.

Biasanya, memar dianggap sebagai hal sepele yang akan hilang dengan sendirinya.

Namun, pernahkah Anda memperhatikan bahwa warna memar selalu berubah seiring waktu?

Awalnya kemerahan, kemudian berubah menjadi ungu atau biru tua, lalu perlahan berubah hijau dan kuning sebelum akhirnya menghilang.

Banyak orang menganggap perubahan warna tersebut sebagai hal biasa tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh.

Padahal, setiap perubahan warna memar merupakan bagian dari proses biologis yang kompleks dan menjadi tanda bahwa tubuh sedang bekerja memperbaiki jaringan yang mengalami cedera.

Baca Juga: Ketika Semua Orang Ingin Didengar, Tapi Sedikit yang Mau Mendengarkan: Fenomena yang Makin Terasa di Era Media Sosial

Memar Berawal dari Perdarahan Kecil di Bawah Kulit

Memar terjadi ketika pembuluh darah kecil atau kapiler yang berada di bawah permukaan kulit pecah akibat benturan.

Saat pembuluh darah pecah, darah keluar dari salurannya dan terperangkap di jaringan sekitar.

Karena darah tidak bisa langsung keluar melalui kulit, warnanya akan terlihat dari luar sebagai bercak kemerahan atau kebiruan.

Semakin besar benturan yang terjadi, semakin banyak pembuluh darah yang rusak dan semakin jelas pula memar yang muncul.

Meski terlihat mengkhawatirkan, sebagian besar memar sebenarnya merupakan respons alami tubuh terhadap cedera ringan.

Warna Merah Menandakan Cedera Baru Terjadi

Pada tahap awal, memar biasanya tampak berwarna merah atau kemerahan.

Warna ini muncul karena darah yang keluar dari pembuluh darah masih kaya akan oksigen.

Hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen, memberikan warna merah cerah pada darah segar.

Karena itu, memar berwarna merah sering menjadi tanda bahwa cedera baru saja terjadi dalam beberapa jam terakhir.

Pada fase ini, area yang memar juga sering terasa nyeri atau sedikit bengkak akibat respons peradangan alami tubuh.

Mengapa Memar Berubah Menjadi Ungu atau Biru?

Setelah beberapa jam hingga beberapa hari, warna memar biasanya berubah menjadi ungu, biru tua, atau bahkan kehitaman.

Perubahan ini terjadi karena darah yang terjebak di jaringan mulai kehilangan oksigen.

Seiring waktu, hemoglobin mengalami perubahan kimia sehingga menghasilkan warna yang lebih gelap.

Inilah fase yang paling mudah dikenali karena warna memar terlihat paling mencolok dibandingkan tahap lainnya.

Pada sebagian orang, terutama yang memiliki kulit lebih terang, warna ungu atau biru ini bisa tampak sangat jelas selama satu hingga tiga hari setelah benturan.

Warna Hijau dan Kuning Menjadi Tanda Penyembuhan

Salah satu perubahan warna yang paling sering membuat orang penasaran adalah ketika memar berubah menjadi hijau atau kuning.

Banyak yang mengira kondisi tersebut menunjukkan memar semakin parah. Padahal kenyataannya justru sebaliknya.

Pada tahap ini, tubuh sedang bekerja membersihkan sisa-sisa darah yang menumpuk di jaringan.

Hemoglobin yang sebelumnya memberi warna merah dan ungu mulai dipecah menjadi zat lain. Proses ini menghasilkan senyawa bernama biliverdin yang berwarna hijau.

Setelah itu, biliverdin kembali diurai menjadi bilirubin yang berwarna kuning.

Karena itulah memar sering berubah dari hijau menjadi kuning sebelum akhirnya memudar sepenuhnya.

Semakin jelas warna kuning yang terlihat, biasanya menandakan bahwa proses penyembuhan sudah memasuki tahap akhir.

Berapa Lama Memar Akan Hilang?

Lamanya memar bertahan berbeda-beda pada setiap orang.

Untuk memar ringan akibat benturan kecil, warna biasanya mulai memudar dalam waktu satu hingga dua minggu.

Namun, memar yang lebih besar atau disebabkan benturan keras dapat membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih sepenuhnya.

Faktor usia, kondisi kesehatan, dan lokasi memar juga memengaruhi kecepatan penyembuhan.

Orang lanjut usia, misalnya, cenderung mengalami memar yang bertahan lebih lama karena kulit dan pembuluh darah mereka lebih rapuh dibandingkan orang yang lebih muda.

Warna Memar Bisa Menjadi Petunjuk Waktu

Menariknya, dokter sering menggunakan warna memar sebagai petunjuk untuk memperkirakan kapan cedera terjadi.

Secara umum:

• Merah: cedera baru terjadi
• Ungu atau biru: sekitar 1–3 hari
• Hijau: memasuki tahap penyembuhan
• Kuning: fase akhir penyembuhan

Meski tidak bisa dijadikan patokan yang benar-benar akurat, perubahan warna tersebut dapat membantu memberikan gambaran mengenai usia memar.

Karena itu, banyak ahli menyebut warna memar sebagai “jam biologis” alami yang menunjukkan perkembangan proses penyembuhan tubuh.

Kapan Memar Perlu Diwaspadai?

Sebagian besar memar akan sembuh dengan sendirinya tanpa memerlukan pengobatan khusus.

Namun, ada beberapa kondisi yang sebaiknya tidak diabaikan.

Misalnya jika memar muncul tanpa sebab yang jelas, terjadi terlalu sering, berukuran sangat besar, tidak kunjung hilang dalam waktu lama, atau disertai nyeri yang berlebihan.

Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan gangguan pembekuan darah, efek samping obat tertentu, kekurangan vitamin, atau masalah kesehatan lainnya yang memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut.

Jika mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca Juga: Kenapa Banyak Anak Muda Kembali Gemar Membaca Buku? Ternyata Ada Manfaat yang Lebih Besar dari Sekadar Pengetahuan

Tubuh Memiliki Cara Hebat untuk Memperbaiki Diri

Pada akhirnya, perubahan warna memar bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti.

Sebaliknya, perubahan tersebut merupakan bukti bahwa tubuh memiliki sistem perbaikan yang luar biasa.

Setiap warna yang muncul menandakan tahapan berbeda dalam proses penyembuhan.

Dari darah yang keluar akibat benturan hingga pembersihan sisa-sisa sel yang rusak, semuanya berlangsung secara otomatis tanpa kita sadari.

Jadi, ketika suatu hari Anda melihat memar berubah dari merah menjadi ungu lalu kuning, jangan langsung panik.

Itu adalah tanda bahwa tubuh sedang bekerja keras memperbaiki dirinya sendiri dan mengembalikan kondisi kulit seperti semula.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#penyebab memar tanpa benturan