Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Menggemparkan! Ratusan Pohon Kemenyan Putih Berusia Hingga 150 Tahun Ditemukan di Hutan Nganjuk

Amaliya Syafithri • Jumat, 5 Juni 2026 | 15:22 WIB
Selama ini kemenyan putih identik dengan Sumatera. Namun siapa sangka, ratusan pohon kemenyan putih berusia lebih dari satu abad ternyata tumbuh alami di hutan Nganjuk. Penemuan langka ini disebut sebagai harta karun hayati yang berpotensi bernilai ekonomi tinggi (instagram.com/@nganjuk)
Selama ini kemenyan putih identik dengan Sumatera. Namun siapa sangka, ratusan pohon kemenyan putih berusia lebih dari satu abad ternyata tumbuh alami di hutan Nganjuk. Penemuan langka ini disebut sebagai harta karun hayati yang berpotensi bernilai ekonomi tinggi (instagram.com/@nganjuk)

RADARBONAG.ID – Kawasan hutan lindung di Desa Tritik, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, mendadak menjadi sorotan setelah ditemukannya ratusan pohon kemenyan putih (Styrax benzoin) yang diperkirakan telah berusia lebih dari satu abad.

Temuan tersebut menarik perhatian para peneliti, pemerhati lingkungan, hingga masyarakat karena keberadaan kemenyan putih dalam jumlah besar di Pulau Jawa tergolong sangat langka.

Selama ini tanaman penghasil getah aromatik bernilai ekonomi tinggi tersebut lebih dikenal tumbuh di wilayah Sumatera, khususnya kawasan Tapanuli.

Baca Juga: Erick Thohir Tetap Optimistis Meski Anggaran Dipangkas, Indonesia Bidik Empat Medali Emas di Asian Games 2026

Keberadaan tegakan kemenyan putih di Hutan Tritik bahkan disebut sebagai salah satu penemuan hayati penting yang berpotensi membuka peluang penelitian sekaligus pengembangan ekonomi berbasis hasil hutan non-kayu.

Berawal dari Penjelajahan Komunitas Pecinta Alam

Penemuan pohon-pohon kemenyan putih ini bermula ketika sejumlah anggota komunitas peduli lingkungan melakukan penelusuran di kawasan hutan lindung Tritik.

Saat menyusuri area hutan yang masih terjaga keasriannya, mereka menemukan sejumlah pohon berukuran besar dengan batang kokoh dan karakteristik yang berbeda dibanding vegetasi di sekitarnya.

Kecurigaan semakin kuat ketika ditemukan getah berwarna putih mengilap yang menempel pada batang pohon.

Getah tersebut tampak seperti kristal alami yang mengeras.

Untuk memastikan jenis tanaman yang ditemukan, warga kemudian mengambil sampel getah dan melakukan pengujian sederhana dengan membakarnya.

Hasilnya cukup mengejutkan. Saat terbakar, getah tersebut mengeluarkan aroma khas kemenyan yang sangat kuat dan harum.

Dari sinilah dugaan bahwa pohon tersebut merupakan kemenyan putih mulai menguat sebelum akhirnya dilakukan pendataan lebih lanjut.

Diperkirakan Berusia 100 hingga 150 Tahun

Berdasarkan pengamatan awal di lapangan, pohon-pohon kemenyan putih yang ditemukan memiliki ukuran yang tergolong besar.

Beberapa pohon bahkan memiliki diameter batang mendekati satu meter.

Ukuran tersebut menunjukkan bahwa tanaman telah tumbuh dalam waktu yang sangat lama.

Para pemerhati lingkungan memperkirakan usia pohon-pohon tersebut berada pada kisaran 100 hingga 150 tahun.

Artinya, sebagian besar tegakan kemenyan putih di kawasan tersebut telah ada jauh sebelum Indonesia merdeka.

Keberadaan pohon-pohon tua ini juga menjadi bukti bahwa kawasan Hutan Tritik memiliki nilai ekologis yang tinggi dan menyimpan kekayaan biodiversitas yang belum sepenuhnya terungkap.

Sekitar 300 Batang Ditemukan di Kawasan BKPH Tritik

Hasil pendataan awal menunjukkan jumlah pohon kemenyan putih yang ditemukan mencapai sekitar 300 batang.

Seluruhnya tumbuh secara alami di kawasan BKPH Tritik dan tersebar di beberapa titik dalam area hutan lindung.

Jumlah tersebut tergolong sangat besar untuk ukuran populasi kemenyan putih di luar habitat utamanya di Sumatera.

Temuan ini memunculkan berbagai pertanyaan ilmiah mengenai sejarah persebaran tanaman kemenyan di Indonesia.

Para peneliti menilai keberadaan ratusan pohon tersebut dapat menjadi sumber data penting untuk memahami perkembangan vegetasi dan perubahan ekosistem di Pulau Jawa pada masa lampau.

Kemenyan Putih Memiliki Nilai Ekonomi Tinggi

Kemenyan putih dikenal sebagai salah satu komoditas hasil hutan non-kayu yang memiliki nilai jual cukup tinggi.

Getahnya banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku industri parfum, kosmetik, aromaterapi, dupa, hingga berbagai produk kesehatan tradisional.

Permintaan terhadap kemenyan berkualitas baik terus meningkat seiring berkembangnya industri wewangian dan produk alami di berbagai negara.

Karena itu, keberadaan populasi kemenyan putih dalam jumlah besar di Nganjuk dinilai memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan apabila dikelola secara berkelanjutan.

Namun berbagai pihak menegaskan bahwa aspek konservasi tetap harus menjadi prioritas utama sebelum pemanfaatan ekonomi dilakukan.

Fosil Kemenyan Perkuat Dugaan Ekosistem Purba

Menariknya, di sekitar lokasi penemuan juga ditemukan jejak fosil yang diduga berkaitan dengan keberadaan tanaman kemenyan pada masa lalu.

Temuan tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa kawasan Hutan Tritik telah menjadi habitat alami tanaman kemenyan sejak ratusan bahkan ribuan tahun lalu.

Jika hasil penelitian lebih lanjut membuktikan keterkaitan tersebut, Hutan Tritik berpotensi menjadi salah satu kawasan penting untuk studi sejarah vegetasi dan ekologi di Indonesia.

Keberadaan fosil juga menunjukkan bahwa ekosistem kawasan tersebut mungkin memiliki sejarah yang jauh lebih tua dibanding perkiraan sebelumnya.

Perhutani dan Pemda Siapkan Langkah Pelestarian

Menyadari pentingnya temuan tersebut, Perhutani KPH Nganjuk bersama pemerintah daerah mulai melakukan koordinasi untuk memastikan kelestarian pohon-pohon kemenyan putih tersebut.

Langkah perlindungan dinilai sangat penting agar populasi yang ada tidak mengalami kerusakan akibat aktivitas manusia maupun eksploitasi yang tidak terkendali.

Baca Juga: Belum 24 Jam Dicopot Prabowo, Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung

Selain menjaga kelestarian hutan, pemerintah juga berpeluang mengembangkan kawasan tersebut sebagai pusat penelitian, edukasi lingkungan, hingga wisata berbasis konservasi.

Dengan keberadaan sekitar 300 pohon kemenyan putih berusia lebih dari satu abad, Hutan Tritik kini menjadi salah satu lokasi yang menyimpan kekayaan hayati unik di Pulau Jawa.

Temuan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi masyarakat Nganjuk, tetapi juga membuka peluang baru bagi penelitian ilmiah dan pengembangan potensi hasil hutan berkelanjutan di masa depan.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#pohon kemenyan putih #Hutan Tritik Nganjuk #Styrax benzoin #kemenyan Jawa Timur #penemuan langka Nganjuk