Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Sering Lupa Cabut Charger HP? Kebiasaan Sepele Ini Ternyata Bisa Menimbulkan Berbagai Risiko

Muhammad Azlan Syah • Rabu, 3 Juni 2026 | 13:07 WIB
Banyak orang membiarkan charger HP tetap terpasang di stopkontak setelah digunakan. Padahal, kebiasaan sederhana ini menyimpan sejumlah risiko yang sering tidak disadari. (ilustrasi)
Banyak orang membiarkan charger HP tetap terpasang di stopkontak setelah digunakan. Padahal, kebiasaan sederhana ini menyimpan sejumlah risiko yang sering tidak disadari. (ilustrasi)

RADARBONAG.ID – Setelah ponsel terisi penuh, banyak orang langsung mencabut kabel dari perangkat, tetapi membiarkan adaptor atau charger tetap menancap di stopkontak.

Kebiasaan ini mungkin terdengar biasa dan dilakukan hampir setiap hari.

Bahkan sebagian orang sengaja membiarkan charger tetap terpasang karena merasa akan menggunakannya kembali beberapa jam kemudian.

Namun, sejumlah ahli kelistrikan dan keselamatan perangkat elektronik menyarankan agar charger dicabut ketika tidak digunakan.

Meski charger modern telah dilengkapi berbagai fitur pengaman, membiarkannya terus terhubung ke sumber listrik tetap memiliki beberapa risiko yang patut diperhatikan.

Baca Juga: Gelar Sarjana: Investasi Masa Depan atau Sekadar Formalitas?

Tetap Menggunakan Daya Listrik

Banyak orang tidak menyadari bahwa adaptor charger yang masih terpasang di stopkontak tetap mengonsumsi daya listrik dalam jumlah kecil meskipun tidak sedang mengisi daya ponsel.

Fenomena ini dikenal sebagai standby power atau konsumsi listrik siaga.

Besarnya memang sangat kecil pada satu perangkat, tetapi jika terjadi terus-menerus pada banyak perangkat elektronik di rumah, penggunaan energi dapat menjadi kurang efisien.

Karena itu, mencabut charger setelah digunakan dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi pemborosan listrik.

Komponen Charger Bisa Mengalami Keausan

Saat masih terhubung dengan aliran listrik, komponen elektronik di dalam adaptor tetap bekerja meskipun bebannya sangat rendah.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat menyebabkan penurunan kualitas komponen secara perlahan, terutama pada charger yang sudah berusia lama atau memiliki kualitas yang kurang baik.

Akibatnya, umur pakai adaptor bisa menjadi lebih pendek dibandingkan jika digunakan sesuai kebutuhan.

Risiko Panas Berlebih

Pada kondisi normal, charger yang berkualitas baik biasanya tetap aman ketika dibiarkan terpasang dalam waktu tertentu.

Namun, adaptor yang mengalami kerusakan atau menggunakan komponen berkualitas rendah berpotensi menghasilkan panas berlebih.

Panas tersebut dapat meningkat apabila charger ditempatkan di area tertutup, minim ventilasi, atau berada di dekat benda yang mudah menyimpan panas.

Karena itu, pengguna disarankan untuk secara rutin memeriksa kondisi charger dan menggantinya jika ditemukan kerusakan fisik seperti retak, kabel terkelupas, atau konektor yang longgar.

Potensi Korsleting Tidak Bisa Diabaikan

Meskipun relatif jarang terjadi, risiko korsleting listrik tetap ada pada perangkat elektronik yang terus terhubung dengan sumber daya.

Kemungkinan tersebut dapat meningkat apabila charger mengalami kerusakan internal, terkena kelembapan, atau digunakan pada instalasi listrik yang tidak memenuhi standar keamanan.

Dalam kasus tertentu, korsleting dapat memicu percikan api yang berpotensi menimbulkan kerusakan lebih besar.

Oleh sebab itu, mencabut charger ketika tidak digunakan menjadi langkah pencegahan sederhana yang banyak direkomendasikan oleh praktisi keselamatan listrik.

Hindari Mengisi Daya di Kasur atau Bantal

Selain memperhatikan adaptor, cara meletakkan ponsel saat mengisi daya juga penting.

Ponsel yang sedang diisi daya menghasilkan panas sebagai bagian dari proses pengisian baterai.

Jika perangkat diletakkan di atas kasur, bantal, selimut, atau permukaan empuk lainnya, pelepasan panas dapat terhambat.

Akibatnya, suhu perangkat dapat meningkat lebih cepat dibandingkan ketika diletakkan di atas meja atau permukaan keras yang memiliki sirkulasi udara lebih baik.

Untuk alasan keamanan, pengisian daya sebaiknya dilakukan di tempat yang datar, kering, dan memiliki ventilasi yang cukup.

Gunakan Charger Resmi dan Bersertifikasi

Faktor penting lainnya adalah penggunaan charger yang sesuai standar.

Adaptor dan kabel pengisian daya yang tidak resmi atau tidak memiliki sertifikasi keamanan umumnya memiliki tingkat perlindungan yang lebih rendah terhadap lonjakan arus, panas berlebih, maupun gangguan kelistrikan lainnya.

Karena itu, pengguna disarankan memilih charger asli bawaan perangkat atau produk dari merek terpercaya yang telah memenuhi standar keselamatan.

Baca Juga: Bikin Penasaran! Fullball, Olahraga Kreasi Anak Bangsa yang Memadukan Kaki dan Tangan dalam Satu Permainan

Kebiasaan Kecil yang Berdampak Besar

Mencabut charger setelah selesai digunakan mungkin terlihat sebagai tindakan sederhana.

Namun kebiasaan kecil tersebut dapat membantu menjaga keamanan perangkat elektronik, memperpanjang usia pakai charger, sekaligus mengurangi risiko gangguan kelistrikan di rumah.

Di tengah penggunaan ponsel yang semakin tinggi setiap hari, kesadaran terhadap keamanan perangkat elektronik menjadi hal yang penting untuk diterapkan.

Mulai sekarang, tidak ada salahnya meluangkan beberapa detik untuk mencabut charger setelah digunakan.

Langkah sederhana ini dapat membantu menjaga perangkat tetap awet sekaligus menciptakan lingkungan rumah yang lebih aman.

 
Editor : Muhammad Azlan Syah
#charger HP #bahaya charger ponsel #charger menancap di stopkontak #keamanan listrik rumah #tips penggunaan charger