RADARBONAG.ID - Dunia konservasi internasional kembali dikejutkan dengan kabar menggembirakan yang datang dari Indonesia.
Seekor predator air tawar yang selama ini diyakini nyaris punah, Hiu Gangga (Glyphis gangeticus), ternyata masih bertahan hidup di perairan Kalimantan Utara.
Penemuan ini langsung menarik perhatian para ilmuwan dan pemerhati lingkungan global karena spesies tersebut termasuk salah satu hiu paling langka di dunia.
Selama bertahun-tahun, keberadaannya hampir tidak pernah tercatat sehingga banyak pihak khawatir populasi satwa tersebut sudah berada di ambang kepunahan.
Harapan baru itu muncul setelah tim peneliti gabungan berhasil menemukan puluhan spesimen Hiu Gangga di kawasan hilir Sungai Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara.
Baca Juga: Menang Grand Prix Cannes 2026, Sutradara Rusia Andrey Zvyagintsev Serukan Putin Hentikan Perang
Temuan tersebut menjadi salah satu penemuan konservasi paling penting dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia.
Ditemukan Melalui Ekspedisi Ilmiah Berskala Internasional
Penemuan langka ini merupakan hasil dari riset lapangan yang dilakukan oleh tim gabungan dari Universitas Hasanuddin Makassar, James Cook University Australia, dan Universitas Borneo Tarakan.
Para peneliti melakukan survei intensif di kawasan Sungai Sesayap yang dikenal memiliki ekosistem perairan unik.
Dari hasil penelitian tersebut, mereka berhasil mengidentifikasi sebanyak 43 spesimen Hiu Gangga yang hidup di habitat alaminya.
Jumlah tersebut dianggap sangat signifikan mengingat spesies ini sangat jarang terlihat dalam dua dekade terakhir.
Bahkan dalam catatan ilmiah internasional, kemunculan Hiu Gangga di habitat liar tercatat kurang dari sepuluh kali sejak awal tahun 2000-an.
Penemuan ini sekaligus memperkuat dugaan bahwa wilayah perairan Indonesia, khususnya Kalimantan Utara, masih menjadi habitat penting bagi spesies langka tersebut.
Hiu Air Tawar yang Sangat Misterius dan Langka
Berbeda dengan kebanyakan hiu yang hidup di lautan, Hiu Gangga merupakan spesies yang mampu hidup di perairan tawar seperti sungai dan muara.
Inilah yang membuatnya menjadi salah satu predator paling unik di dunia.
Spesies ini memiliki karakteristik biologis yang membuat populasinya sangat rentan mengalami penurunan.
Hiu Gangga diketahui tumbuh sangat lambat, memiliki masa reproduksi panjang, dan hanya melahirkan sedikit anakan.
Kondisi tersebut menyebabkan populasi mereka sulit pulih ketika mengalami tekanan akibat aktivitas manusia.
Saat ini, Hiu Gangga telah masuk dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN) dengan status Critically Endangered atau sangat terancam punah.
Wilayah persebarannya pun sangat terbatas, hanya ditemukan di beberapa kawasan perairan Asia Selatan dan Asia Tenggara, mulai dari Pakistan, India, Bangladesh, Myanmar, hingga sebagian kecil wilayah Indonesia.
Ancaman Besar dari Aktivitas Manusia
Meski penemuan ini menjadi kabar baik, para peneliti mengingatkan bahwa ancaman terhadap keberlangsungan hidup Hiu Gangga masih sangat besar.
Aktivitas penangkapan ikan menggunakan jaring insang atau gill net disebut menjadi salah satu ancaman utama bagi spesies ini.
Banyak hiu yang tidak sengaja tertangkap dan akhirnya mati sebelum bisa dilepaskan kembali.
Selain itu, kerusakan habitat akibat pencemaran sungai, aktivitas industri, serta perubahan ekosistem juga memperburuk kondisi populasi Hiu Gangga di alam liar.
Para ahli menilai bahwa tanpa langkah perlindungan yang serius, spesies ini tetap berisiko mengalami kepunahan meski keberadaannya kini berhasil ditemukan kembali.
Pemerintah Mulai Bergerak Lindungi Habitat Hiu Gangga
Menanggapi temuan bersejarah tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara langsung mengambil langkah cepat untuk meningkatkan perlindungan terhadap ekosistem Sungai Sesayap.
Masyarakat sekitar diimbau untuk ikut menjaga kelestarian habitat sungai dan tidak melakukan aktivitas penangkapan ikan yang dapat membahayakan populasi Hiu Gangga.
Pemerintah juga mulai memperketat pengawasan terhadap penggunaan alat tangkap ilegal di wilayah perairan tersebut.
Langkah ini dinilai sangat penting karena Sungai Sesayap kini diyakini menjadi salah satu habitat utama yang tersisa bagi Hiu Gangga di dunia.
Jika perlindungan habitat berhasil dilakukan secara berkelanjutan, bukan tidak mungkin populasi predator air tawar langka tersebut perlahan dapat pulih kembali.
Indonesia Kembali Jadi Sorotan Dunia Konservasi
Penemuan Hiu Gangga di Kalimantan Utara kembali menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan hayati luar biasa yang belum sepenuhnya terungkap.
Di tengah meningkatnya ancaman kepunahan spesies liar di berbagai belahan dunia, keberhasilan menemukan kembali predator langka ini menjadi simbol harapan baru bagi dunia konservasi.
Bagi para ilmuwan, penemuan ini bukan sekadar kabar baik, tetapi juga pengingat penting bahwa menjaga ekosistem alam tetap menjadi kunci utama untuk menyelamatkan spesies-spesies langka dari kepunahan.
Editor : Muhammad Azlan Syah