Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Mengenang Buah Gowok, Ceplukan hingga Jambu Mawar yang Pernah Jadi Favorit Anak Zaman Dulu

Amaliya Syafithri • Jumat, 29 Mei 2026 | 08:14 WIB
Dulu jadi camilan favorit anak-anak saat bermain, kini buah gowok dan buah lokal lainnya mulai sulit ditemukan. (Ilustrasi buah gowok atau kupa/syzygium polycephalum)
Dulu jadi camilan favorit anak-anak saat bermain, kini buah gowok dan buah lokal lainnya mulai sulit ditemukan. (Ilustrasi buah gowok atau kupa/syzygium polycephalum)

RADARBONAG.ID — Generasi yang tumbuh besar pada era 90-an tentu masih mengingat berbagai buah liar yang dulu mudah ditemukan di pinggir jalan, kebun, hingga area hutan dekat permukiman.

Buah-buah lokal tersebut bukan sekadar makanan ringan alami, tetapi juga bagian dari kenangan masa kecil yang penuh kesederhanaan.

Salah satu yang paling membekas di ingatan banyak orang adalah buah gowok atau kupa (Syzygium polycephalum).

Buah mungil berwarna ungu kehitaman saat matang itu dahulu tumbuh liar di berbagai daerah dan sering menjadi buruan anak-anak saat bermain bersama teman sebaya.

Kini, keberadaan buah lokal seperti gowok mulai semakin sulit ditemukan.

Baca Juga: Scan QR Tinggal Tap! Begini Cara Gen Z Mengubah Kebiasaan Belanja dan Gaya Hidup di Era Cashless yang Serba Instan

Buah Gowok Punya Rasa Khas yang Sulit Dilupakan

Buah gowok dikenal memiliki rasa unik yang memadukan manis, asam, dan sedikit sepat dalam satu gigitan.

Kulit buahnya tampak mengilap, sementara daging buahnya mengandung banyak air sehingga terasa segar saat dimakan langsung.

Bagi banyak orang, buah ini bukan hanya soal rasa, tetapi juga simbol nostalgia masa kecil sebelum era gadget dan permainan digital mendominasi kehidupan anak-anak.

Dulu, pohon gowok tumbuh alami tanpa perlu perawatan khusus.

Anak-anak biasanya memetik langsung buah yang matang dari pohonnya saat bermain di alam terbuka.

Urbanisasi Membuat Buah Lokal Semakin Langka

Seiring perkembangan zaman, keberadaan pohon buah lokal mulai tergerus oleh urbanisasi dan alih fungsi lahan.

Banyak kebun, sawah, hingga area hijau yang berubah menjadi permukiman maupun bangunan modern.

Akibatnya, tanaman buah tradisional yang dahulu tumbuh liar kini semakin jarang ditemukan di alam bebas.

Tak sedikit generasi muda saat ini yang bahkan belum pernah melihat bentuk asli buah gowok.

Fenomena ini memunculkan kekhawatiran tersendiri bagi pecinta lingkungan dan pemerhati tanaman lokal nusantara.

Bukan Hanya Gowok, Banyak Buah Lokal Mulai Menghilang

Selain gowok, sejumlah buah lokal lain juga mengalami nasib serupa.

Beberapa di antaranya adalah jambu mawar, ceplukan, hingga markisa liar yang dulu cukup populer di kalangan masyarakat pedesaan.

Buah-buahan tersebut perlahan kalah populer dibandingkan buah impor yang kini lebih mudah ditemukan di supermarket modern.

Padahal, buah lokal memiliki nilai budaya dan sejarah yang sangat kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Komunitas Berkebun Mulai Bergerak

Melihat semakin langkanya tanaman buah tradisional, sejumlah komunitas berkebun kini mulai menggalakkan gerakan pelestarian tanaman lokal.

Mereka mengajak masyarakat menanam kembali pohon buah nusantara di halaman rumah maupun lahan kosong.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga plasma nutfah asli Indonesia agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

Selain itu, gerakan tersebut juga bertujuan mengenalkan kembali buah-buah lokal kepada generasi muda yang mulai asing dengan tanaman tradisional.

Menanam Buah Lokal Jadi Bentuk Merawat Kenangan

Banyak orang menilai menanam kembali buah masa kecil bukan sekadar soal ketahanan pangan atau penghijauan lingkungan.

Lebih dari itu, ada nilai emosional dan nostalgia yang ikut tersimpan di dalamnya.

Buah lokal seperti gowok menjadi pengingat tentang masa kecil yang sederhana, kebersamaan dengan teman sebaya, hingga kebiasaan bermain di alam terbuka.

Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, kenangan tersebut kini terasa semakin berharga.

Baca Juga: Lawatan Presiden Prabowo ke Perancis Fokus Perkuat Investasi, Energi Terbarukan, dan Industri Pertahanan Nasional

Edukasi Daring Mulai Kenalkan Tanaman Tradisional

Melalui media sosial dan komunitas daring, edukasi tentang tanaman buah lokal kini mulai kembali berkembang.

Masyarakat diajak mengenal kembali jenis-jenis buah tradisional yang hampir terlupakan.

Tidak sedikit pula pehobi tanaman yang mulai membagikan bibit serta pengalaman membudidayakan buah lokal di rumah.

Harapannya, generasi mendatang tetap bisa mengenal kekayaan hayati nusantara yang pernah menjadi bagian penting kehidupan masyarakat Indonesia.

Karena pada akhirnya, menjaga buah lokal bukan hanya tentang mempertahankan tanaman, tetapi juga merawat identitas budaya dan memori kolektif bangsa.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#buah gowok #buah lokal langka #buah zaman dulu #ceplukan #jambu mawar