Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Anti Mainstream, Kompetisi Rebahan di Yogyakarta Sukses Sedot Ratusan Peserta demi Hadiah Jutaan Rupiah

Amaliya Syafithri • Senin, 25 Mei 2026 | 10:52 WIB
Siapa sangka rebahan bisa menghasilkan jutaan rupiah? Kompetisi unik di Jogja ini viral karena peserta hanya diminta tiduran selama mungkin! (Sumber: Instagram @ahquote)
Siapa sangka rebahan bisa menghasilkan jutaan rupiah? Kompetisi unik di Jogja ini viral karena peserta hanya diminta tiduran selama mungkin! (Sumber: Instagram @ahquote)

RADARBONAG.ID - Sebuah kompetisi unik dan nyeleneh sukses mencuri perhatian masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Jika biasanya perlombaan identik dengan aktivitas fisik yang menguras tenaga seperti lari, olahraga, atau adu ketangkasan, kali ini justru sebaliknya.

Ajang yang digelar di salah satu pusat perbelanjaan di Yogyakarta tersebut menantang peserta untuk melakukan aktivitas yang sangat disukai banyak orang, yakni rebahan selama mungkin di atas kasur.

Perlombaan ini langsung viral di media sosial karena konsepnya yang tidak biasa dan dianggap sangat relate dengan kebiasaan generasi masa kini yang akrab dengan istilah “mager” atau malas gerak.

Menariknya lagi, peserta yang berhasil bertahan rebahan paling lama tanpa melanggar aturan berhak membawa pulang hadiah uang tunai sebesar Rp5 juta.

Baca Juga: Threads Jadi Tempat Curhat Favorit Gen Z, Budaya Oversharing Kini Dianggap Relatable dan Menenangkan

Tak heran jika kompetisi tersebut langsung dibanjiri pendaftar dari berbagai kalangan usia.

Ratusan Peserta Rela Ikut Demi Uji Kesabaran dan Hadiah Jutaan Rupiah

Kompetisi rebahan ini ternyata tidak semudah yang dibayangkan banyak orang.

Meski hanya terlihat seperti aktivitas tiduran biasa, para peserta justru harus menghadapi berbagai aturan ketat yang menguji kesabaran dan daya tahan mental mereka.

Panitia menyediakan kasur khusus bagi seluruh peserta yang mengikuti lomba tersebut. Setelah perlombaan dimulai, mereka diwajibkan tetap berada di area masing-masing tanpa banyak bergerak.

Peserta dilarang menggunakan smartphone, tidak boleh mengobrol dengan peserta lain, serta tidak diperkenankan melakukan aktivitas yang dianggap mengganggu jalannya lomba.

Bahkan, peserta yang tertidur terlalu pulas hingga mendengkur keras juga bisa mendapat teguran dari panitia.

Selain itu, perubahan posisi tubuh secara drastis dalam waktu tertentu juga menjadi pelanggaran yang dapat menyebabkan peserta didiskualifikasi.

Aturan inilah yang membuat lomba rebahan berubah menjadi tantangan serius yang membutuhkan konsentrasi, ketenangan, serta kemampuan mengontrol diri.

Banyak peserta mengaku awalnya menganggap kompetisi tersebut sangat mudah. Namun setelah berlangsung cukup lama, mereka mulai merasakan pegal, bosan, hingga kesulitan menahan godaan untuk bergerak atau memainkan ponsel.

Situasi tersebut justru memicu gelak tawa para penonton yang menyaksikan langsung jalannya perlombaan.

Jadi Hiburan Sekaligus Sindiran untuk Gaya Hidup Modern

Menurut pihak penyelenggara, lomba rebahan ini tidak hanya dibuat untuk hiburan semata.

Di balik konsep unik dan mengundang tawa tersebut, panitia ternyata ingin menyampaikan pesan sosial mengenai pentingnya beristirahat di tengah gaya hidup modern yang serba sibuk dan penuh tekanan.

Saat ini, banyak masyarakat terutama anak muda dan pekerja kantoran yang terlalu fokus pada pekerjaan, tugas, atau aktivitas digital hingga lupa memberikan waktu istirahat yang cukup bagi tubuh dan pikiran mereka.

Melalui kompetisi ini, panitia ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental dan fisik dengan cara sederhana, salah satunya melalui istirahat berkualitas.

Fenomena tersebut dianggap sangat relevan dengan kondisi kehidupan modern saat ini yang sering kali membuat orang sulit benar-benar bersantai tanpa gangguan gadget atau media sosial.

Karena itulah, konsep lomba rebahan ini dinilai bukan sekadar hiburan absurd, tetapi juga bentuk kritik sosial yang dikemas dengan cara kreatif dan ringan.

Viral di Media Sosial dan Banjir Komentar Lucu

Tak membutuhkan waktu lama, dokumentasi lomba rebahan tersebut langsung menyebar luas di berbagai platform media sosial.

Banyak netizen merasa terhibur dengan konsep perlombaan yang dianggap sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Hull City Resmi Promosi ke Premier League Setelah Menang Dramatis 2-1 atas Middlesbrough di Wembley

Kolom komentar pun dipenuhi candaan lucu dari warganet yang mengaku memiliki “bakat rebahan” dan siap ikut apabila kompetisi serupa kembali digelar.

Sebagian netizen bahkan bercanda bahwa mereka merasa memiliki peluang besar untuk memenangkan lomba karena sudah terbiasa rebahan berjam-jam di rumah.

Di sisi lain, ada pula yang mengapresiasi kreativitas panitia karena berhasil menciptakan hiburan sederhana namun mampu menarik perhatian publik secara luas.

Fenomena ini membuktikan bahwa ide kreatif tidak selalu harus rumit atau mahal untuk bisa viral dan disukai masyarakat.

Dengan konsep unik, hadiah menarik, serta pesan sosial yang relevan, kompetisi rebahan di Yogyakarta tersebut sukses menjadi hiburan segar yang mengundang tawa sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan hidup di tengah rutinitas yang melelahkan.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#lomba rebahan Jogja #kompetisi unik Yogyakarta #hadiah 5 juta rupiah #lomba viral Indonesia #kompetisi rebahan terlama