RADARBONAG.ID - Di tengah modernisasi kota-kota besar dunia yang dipenuhi kemacetan dan polusi kendaraan, terdapat sebuah desa indah di Belanda yang justru menawarkan suasana sebaliknya.
Tempat ini begitu tenang, bersih, dan nyaman karena sama sekali tidak memiliki jalan raya untuk kendaraan bermotor.
Desa tersebut bernama Giethoorn, sebuah permukiman unik yang berada di Provinsi Overijssel, Belanda.
Keindahannya membuat desa ini menjadi salah satu destinasi wisata paling terkenal di Eropa dan selalu menarik perhatian wisatawan dari berbagai negara.
Berbeda dengan kawasan perkotaan pada umumnya, masyarakat di Giethoorn tidak menggunakan mobil atau sepeda motor untuk aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: Pementasan “Hikayat Demak” Hidupkan Kembali Kisah Sultan Fatah Lewat Musik, Tari, dan Teater Kolosal
Desa ini lebih mengandalkan kanal-kanal air yang membelah permukiman sebagai jalur utama transportasi.
Karena keunikannya itu, Giethoorn sering dijuluki sebagai “Venesia dari Utara”.
Julukan tersebut muncul karena suasana desa sangat identik dengan saluran air yang indah serta lalu lalang perahu kecil di sepanjang kanal.
Kanal Air Jadi Jalur Kehidupan Warga
Alih-alih dipenuhi jalan beraspal, Desa Giethoorn justru memiliki jaringan kanal air buatan yang membentang sepanjang puluhan kilometer.
Kanal-kanal inilah yang menghubungkan rumah warga, area wisata, restoran, hingga penginapan.
Transportasi utama di desa ini adalah perahu.
Warga lokal maupun wisatawan biasanya menggunakan kano tradisional atau perahu listrik ramah lingkungan yang bergerak dengan sangat halus tanpa suara bising.
Suasana tenang menjadi salah satu daya tarik utama Giethoorn.
Pengunjung dapat menikmati perjalanan menyusuri kanal sambil melihat pemandangan rumah-rumah klasik yang tertata rapi di sepanjang tepian air.
Tidak sedikit wisatawan yang merasa pengalaman di desa ini begitu berbeda karena udara terasa lebih segar dan lingkungan sangat minim polusi.
Ketiadaan kendaraan bermotor membuat suasana Giethoorn terasa damai dan nyaman untuk melepas penat.
Rumah Klasik dan Jembatan Kayu yang Ikonik
Selain kanal airnya yang menawan, Giethoorn juga terkenal dengan rumah-rumah tradisional bergaya Eropa klasik yang masih dipertahankan hingga sekarang.
Sebagian besar bangunan di desa ini memiliki atap jerami khas abad ke-18 yang dirawat dengan sangat baik.
Di sekeliling rumah, terdapat taman hijau luas yang dihiasi bunga-bunga warna-warni sehingga menciptakan pemandangan yang sangat memanjakan mata.
Salah satu bunga yang paling sering terlihat adalah hortensia yang bermekaran cantik di tepi kanal. Kombinasi bunga, rumput hijau, dan air jernih membuat suasana Giethoorn tampak seperti negeri dongeng.
Keunikan lain dari desa ini adalah keberadaan lebih dari 150 jembatan kayu kecil yang menghubungkan satu area dengan area lainnya.
Jembatan-jembatan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai akses pejalan kaki, tetapi juga menjadi spot favorit wisatawan untuk berfoto.
Banyak pengunjung memilih berjalan kaki atau bersepeda santai untuk menikmati keindahan desa dari sudut yang lebih dekat.
Aktivitas sederhana tersebut justru menjadi pengalaman berharga karena suasana Giethoorn sangat mendukung wisata yang tenang dan menenangkan pikiran.
Berawal dari Aktivitas Penggalian Gambut
Sejarah Giethoorn ternyata sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu.
Desa ini mulai berkembang pada abad ke-13 ketika para penduduk melakukan aktivitas penggalian tanah gambut di kawasan tersebut.
Lubang-lubang hasil penggalian lama-kelamaan terisi air dan berubah menjadi saluran kanal yang kini menjadi ciri khas utama Giethoorn.
Seiring waktu, masyarakat mulai membangun rumah dan jalur transportasi air di sekitar kanal tersebut.
Hingga saat ini, sistem kanal itu tetap dipertahankan sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat sekaligus daya tarik wisata internasional.
Keberhasilan Giethoorn menjaga lingkungan alami dan budaya tradisional membuat desa ini sering disebut sebagai contoh permukiman ramah lingkungan yang harmonis dengan alam.
Destinasi Wisata yang Serasa Dunia Dongeng
Berkunjung ke Giethoorn memberikan pengalaman yang sulit ditemukan di tempat lain.
Suasana sunyi tanpa suara mesin kendaraan membuat banyak wisatawan merasa lebih rileks dan nyaman.
Baca Juga: Google Perkenalkan Gemini Built In, Speaker dan Kamera Pintar Kini Bisa Punya AI Secanggih Chatbot
Ketika menyusuri kanal dengan perahu kecil, pengunjung akan disuguhkan panorama rumah klasik, jembatan kayu artistik, serta pepohonan hijau yang memantul indah di permukaan air.
Tidak heran jika banyak orang menyebut Giethoorn sebagai desa paling romantis dan damai di Belanda.
Bahkan, kawasan ini kerap dijadikan lokasi fotografi, syuting film, hingga inspirasi lukisan karena keindahannya yang begitu memukau.
Giethoorn menjadi bukti bahwa sebuah kawasan wisata tidak harus dipenuhi gedung modern atau pusat hiburan mewah untuk menarik perhatian dunia.
Keaslian alam, ketenangan suasana, dan gaya hidup sederhana justru menjadi daya tarik utama yang membuat desa ini begitu istimewa.