Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Rahasia UMKM Bertahan dan Untung: Bos Roti Cokro Ungkap Pentingnya Pisahkan Uang Pribadi dan Usaha

Nadia Nur Riyadotul Aicha • Jumat, 22 Mei 2026 | 16:13 WIB
Banyak UMKM gagal bukan karena produk jelek, tapi karena keuangan berantakan. Bos Roti Cokro bongkar rahasia agar bisnis tidak boncos. (online-pajak.com)
Banyak UMKM gagal bukan karena produk jelek, tapi karena keuangan berantakan. Bos Roti Cokro bongkar rahasia agar bisnis tidak boncos. (online-pajak.com)

RADARBONANG.ID – Mengelola usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ternyata tidak cukup hanya mengandalkan produk yang enak atau strategi pemasaran yang ramai di media sosial.

Di balik bisnis yang bisa bertahan dan berkembang, ada satu hal penting yang sering disepelekan pelaku usaha, yaitu pengelolaan keuangan yang rapi dan disiplin.

Praktisi bisnis sekaligus sosok di balik kesuksesan usaha Roti Cokro, Erika, mengungkapkan bahwa fondasi utama sebuah usaha sebenarnya terletak pada akurasi data dan pembukuan yang matang.

Menurutnya, banyak pelaku UMKM yang terlalu fokus pada penjualan, tetapi lupa mencatat arus uang dengan benar.

Baca Juga: IPAL Taman Bendera Pusaka Ditarget Rampung Juni 2026, Pemprov DKI Janjikan Air Danau Lebih Bersih

Akibatnya, bisnis terlihat ramai, tetapi pemilik usaha justru tidak tahu apakah sebenarnya untung atau malah diam-diam merugi.

Jangan Jalankan Bisnis Pakai Feeling

Erika menegaskan bahwa keputusan bisnis seharusnya dibuat berdasarkan data, bukan sekadar perasaan atau perkiraan.

Karena itu, pencatatan omzet harian menjadi hal penting yang tidak boleh diabaikan.

Dengan data penjualan yang jelas, pelaku usaha bisa mengetahui perkembangan bisnis sekaligus menentukan target yang realistis untuk masa depan.

“Kalau tidak punya pembukuan yang matang, semua keputusan jadinya seperti pakai feeling,” jelas Erika.

Ia menyebut banyak UMKM gagal berkembang karena tidak memiliki data yang cukup untuk membaca kondisi bisnis mereka sendiri.

HPP Sering Dianggap Sepele, Padahal Sangat Penting

Selain omzet, Erika juga menyoroti pentingnya menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) secara detail.

Menurutnya, masih banyak pelaku usaha yang menentukan harga jual hanya mengikuti harga pasar tanpa benar-benar menghitung biaya produksi.

Padahal, HPP sangat menentukan apakah sebuah produk benar-benar menghasilkan keuntungan atau justru membuat usaha boncos secara perlahan.

Biaya bahan baku, gas, listrik, kemasan, hingga tenaga kerja harus dihitung dengan rinci agar harga jual tidak asal ditentukan.

Jika HPP tidak dihitung dengan benar, omzet besar belum tentu berarti untung besar.

Pisahkan Uang Pribadi dan Uang Usaha

Salah satu kesalahan paling umum dalam bisnis UMKM adalah mencampur uang pribadi dengan uang usaha.

Menurut Erika, kebiasaan ini sering membuat kondisi keuangan bisnis menjadi tidak jelas.

Pemilik usaha akhirnya sulit membedakan mana pengeluaran pribadi dan mana kebutuhan operasional perusahaan.

Akibatnya, arus kas usaha menjadi berantakan dan sulit diawasi.

Karena itu, Erika menyarankan agar pelaku usaha memiliki rekening terpisah khusus bisnis.

Ia juga menilai pemilik usaha sebaiknya menetapkan “gaji” untuk dirinya sendiri agar pengeluaran pribadi tetap terkontrol.

Dengan cara itu, uang usaha tidak terus-menerus dipakai untuk kebutuhan di luar bisnis.

Disiplin dari Hal Kecil Jadi Bekal Naik Kelas

Menurut Erika, bisnis besar lahir dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Hal-hal sederhana seperti mencatat pengeluaran harian, menghitung stok bahan baku, hingga mengatur waktu kerja karyawan menjadi fondasi penting sebelum bisnis melakukan ekspansi.

Ia mengingatkan bahwa banyak usaha gagal berkembang karena terburu-buru membuka cabang atau meningkatkan produksi tanpa sistem yang rapi.

Akibatnya, muncul pemborosan bahan baku, kesalahan produksi, hingga pengeluaran yang sulit dikendalikan.

Karena itu, disiplin dalam pengelolaan bisnis sejak level UMKM menjadi bekal penting agar usaha bisa naik kelas secara sehat.

UMKM Perlu Belajar Jadi Lebih Profesional

Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, pelaku UMKM kini dituntut untuk lebih profesional dalam mengelola usaha.

Baca Juga: Tak Mampu Bayar Operasi Rp150 Juta, Korban Pembacokan di Tomang Pilih Pulang usai Dapat 100 Jahitan

Tidak hanya soal produk dan promosi, tetapi juga bagaimana mengatur keuangan secara benar.

Dengan pembukuan yang rapi, pelaku usaha akan lebih mudah:

Karena pada akhirnya, bisnis yang bertahan lama bukan hanya yang ramai pembeli, tetapi yang mampu mengelola uang dengan baik.

Dan bagi banyak UMKM, langkah sederhana seperti mulai mencatat pemasukan dan pengeluaran ternyata bisa menjadi pembeda antara bisnis yang berkembang dan bisnis yang diam di tempat.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#tips UMKM #cara mengatur keuangan usaha #Roti Cokro #pembukuan UMKM #bisnis naik kelas