RADARBONANG.ID – Banyak pemilik mobil mengeluhkan konsumsi bahan bakar kendaraannya terasa semakin boros.
Padahal, penyebabnya tidak selalu berasal dari mesin yang rusak.
Tanpa disadari, ada sejumlah kebiasaan dan kondisi sederhana yang justru membuat mobil lebih banyak “minum” bensin setiap hari.
Jika terus dibiarkan, pengeluaran untuk bahan bakar tentu bisa semakin membengkak.
Beberapa faktor mulai dari gaya berkendara hingga perawatan kendaraan ternyata sangat berpengaruh terhadap efisiensi bahan bakar mobil.
Berikut tujuh hal yang sering menjadi penyebab mobil boros bensin.
1. Tekanan Angin Ban Kurang
Banyak orang menganggap tekanan angin ban hanyalah hal sepele. Padahal, ban yang kurang angin bisa membuat mesin bekerja lebih keras saat mobil melaju.
Ketika tekanan ban rendah, permukaan ban yang bergesekan dengan jalan menjadi lebih besar.
Akibatnya, mesin membutuhkan tenaga tambahan untuk menggerakkan kendaraan sehingga konsumsi BBM meningkat.
Karena itu, penting untuk rutin mengecek tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan.
2. Telat Ganti Oli
Oli mesin memiliki fungsi penting untuk melumasi komponen kendaraan agar tetap bekerja optimal.
Jika oli terlambat diganti, kualitas pelumas akan menurun dan membuat gesekan mesin menjadi lebih berat.
Kondisi tersebut bisa memicu konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.
Selain membuat BBM cepat habis, oli yang jarang diganti juga berisiko merusak komponen mesin dalam jangka panjang.
3. Mengemudi Secara Agresif
Kebiasaan menginjak gas secara mendadak, sering mengerem tiba-tiba, atau berkendara dengan rpm tinggi ternyata sangat memengaruhi konsumsi BBM.
Gaya berkendara agresif membuat mesin membutuhkan tenaga lebih besar sehingga bahan bakar lebih cepat terkuras.
Karena itu, teknik eco driving atau berkendara lebih halus dinilai jauh lebih hemat bahan bakar sekaligus aman di jalan.
4. Menggunakan BBM Tidak Sesuai Rekomendasi
Setiap mobil memiliki standar bahan bakar yang direkomendasikan pabrikan, terutama terkait angka oktan atau RON.
Jika kendaraan membutuhkan BBM dengan oktan tinggi tetapi diisi bahan bakar yang lebih rendah, proses pembakaran bisa menjadi tidak sempurna dan membuat konsumsi bensin lebih boros.
Selain itu, penggunaan BBM yang tidak sesuai juga berpotensi memengaruhi performa mesin.
5. Filter Udara dan Filter Bensin Kotor
Filter udara dan filter bensin memiliki peran penting dalam menjaga suplai udara dan bahan bakar tetap bersih.
Ketika kedua komponen tersebut kotor, proses pembakaran di mesin menjadi tidak optimal sehingga mobil membutuhkan lebih banyak bahan bakar untuk menghasilkan tenaga.
Karena itu, servis berkala menjadi penting untuk memastikan filter tetap bersih dan bekerja maksimal.
6. AC Terlalu Dingin
Menggunakan AC mobil dengan suhu terlalu rendah ternyata juga bisa membuat konsumsi BBM meningkat.
Saat AC bekerja lebih keras, mesin mobil harus membagi tenaga tambahan untuk menjalankan kompresor pendingin. Akibatnya, konsumsi bahan bakar ikut bertambah.
Meski terlihat sederhana, pengaturan suhu AC yang terlalu ekstrem dapat memengaruhi efisiensi kendaraan terutama saat macet.
7. Knalpot Bocor atau Bermasalah
Knalpot yang bocor sering kali dianggap tidak terlalu penting selama mobil masih bisa berjalan. Padahal, kondisi ini juga dapat memicu pemborosan bahan bakar.
Kebocoran pada sistem pembuangan membuat proses pembakaran mesin tidak berjalan optimal sehingga penggunaan BBM menjadi lebih besar.
Jika dibiarkan terlalu lama, kerusakan knalpot juga bisa memengaruhi performa kendaraan secara keseluruhan.
Servis Rutin Jadi Kunci Mobil Lebih Irit
Selain gaya berkendara, kondisi kendaraan yang terawat menjadi faktor utama agar mobil tetap hemat bahan bakar.
Servis rutin membantu mendeteksi kerusakan lebih awal sekaligus menjaga performa mesin tetap optimal.
Dengan perawatan yang tepat dan kebiasaan berkendara yang lebih bijak, konsumsi BBM mobil bisa menjadi lebih efisien dan pengeluaran harian pun lebih hemat.
Editor : Muhammad Azlan Syah