RADARBONANG.ID – Pabrik katering haji asal Solo, Halalanayy Indonesia atau PT Halalan Thayyiban Indonesia (PT HATI), memproduksi sekitar 2,3 juta porsi makanan siap saji untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia selama musim haji 2026 di Arab Saudi.
Produksi besar-besaran tersebut dilakukan sebagai bagian dari dukungan logistik konsumsi jemaah di kawasan Armuzna, yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina, yang menjadi pusat aktivitas ibadah haji.
Pabrik yang dikembangkan pengusaha kuliner Puspo Wardoyo itu mengandalkan sistem produksi makanan siap saji atau ready-to-eat (RTE) dengan cita rasa khas Indonesia.
Jutaan Porsi dan Ratusan Ton Bumbu Dikirim ke Arab Saudi
Selain memproduksi jutaan porsi makanan siap saji, perusahaan asal Solo tersebut juga mengirim ratusan ton rempah dan bumbu khas Nusantara ke Arab Saudi.
Bumbu-bumbu itu nantinya digunakan di dapur-dapur fresh yang melayani konsumsi jemaah haji Indonesia di Tanah Suci.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga cita rasa masakan Indonesia tetap terasa meski proses produksi dilakukan jauh dari tanah air.
Dengan begitu, jemaah tetap dapat menikmati makanan yang sesuai dengan selera dan kebiasaan konsumsi masyarakat Indonesia selama menjalankan ibadah haji.
Gunakan Teknologi Sterilisasi Suhu Tinggi
Untuk menjaga keamanan dan kualitas makanan selama pengiriman jarak jauh, pabrik menerapkan teknologi sterilisasi modern.
Produk makanan siap saji diproses menggunakan suhu tinggi hingga 121 derajat Celsius dengan tekanan dua bar.
Teknologi tersebut bertujuan memastikan produk bebas dari kontaminasi mikrobiologis sehingga aman dikonsumsi meski disimpan dalam waktu lama.
Selain sterilisasi, perusahaan juga menggunakan sistem kemasan vakum guna mengurangi risiko kerusakan dan kontaminasi selama distribusi.
Dengan metode tersebut, makanan siap saji diklaim mampu bertahan hingga 18 bulan sebelum dibuka.
Ketahanan produk yang panjang membuat makanan layak dikirim melalui jalur udara dan disimpan hingga digunakan di lokasi ibadah haji.
Standar Higienis Industri Pangan Diterapkan Ketat
Dalam proses produksinya, PT HATI disebut menerapkan standar higienis industri pangan secara ketat.
Hal ini penting karena makanan akan dikonsumsi jutaan jemaah di tengah aktivitas ibadah yang padat dan kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi.
Sistem produksi dirancang agar makanan tetap aman, layak konsumsi, dan praktis disajikan selama pelaksanaan ibadah haji.
Keamanan pangan menjadi salah satu prioritas utama karena distribusi makanan dalam skala besar membutuhkan pengawasan kualitas yang konsisten.
Dukung Kelancaran Logistik Musim Haji
Pengiriman massal produk katering dari Indonesia ke Arab Saudi dilakukan melalui jalur udara untuk menjaga kualitas produk dan memastikan distribusi berjalan tepat waktu.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendukung kelancaran logistik konsumsi jemaah selama musim haji.
Distribusi makanan di kawasan Armuzna memang menjadi tantangan besar setiap tahun karena jutaan jemaah berkumpul dalam waktu bersamaan.
Karena itu, keberadaan makanan siap saji dinilai membantu mempercepat pelayanan konsumsi dan mempermudah distribusi di lokasi ibadah.
Industri Pangan Nasional Tunjukkan Kapasitas Global
Produksi jutaan porsi makanan siap saji dari Solo dinilai menjadi bukti bahwa industri pangan nasional memiliki kemampuan untuk melayani kebutuhan internasional dalam skala besar.
Baca Juga: Leeds United Dapat Kabar Buruk, Cedera Serius Anton Stach Ancam Peluangnya ke Piala Dunia 2026
Tidak hanya memenuhi standar keamanan pangan, produk Indonesia juga mampu mempertahankan cita rasa khas Nusantara bagi jemaah di luar negeri.
Inovasi dalam teknologi makanan siap saji serta penguatan rantai pasok dari daerah seperti Solo menunjukkan potensi besar industri pangan Indonesia di pasar global.
Selain menjadi dukungan penting bagi layanan haji, langkah tersebut juga membuka peluang lebih luas bagi produk makanan Indonesia untuk bersaing di tingkat internasional.