RADARBONANG.ID – Kemunculan kelabang di dalam rumah sering membuat penghuni merasa takut dan tidak nyaman.
Hewan berkaki banyak ini biasanya muncul tiba-tiba di kamar mandi, gudang, dapur, hingga sudut rumah yang lembap dan gelap.
Meski umumnya tidak berbahaya bagi manusia, gigitan kelabang tetap bisa menyebabkan rasa sakit dan iritasi pada sebagian orang.
Karena itu, penting mengetahui penyebab kelabang masuk rumah sekaligus cara mencegahnya agar tidak berkembang biak di dalam hunian.
Menurut berbagai sumber, kelabang sangat menyukai tempat dengan tingkat kelembapan tinggi.
Baca Juga: Baru Mulai Bangkit, Paul Pogba Kembali Dihantam Cedera hingga Absen Bela Monaco di Akhir Musim
Mereka biasanya masuk ke rumah untuk mencari makanan sekaligus tempat berlindung.
Mangsa utama kelabang adalah serangga kecil seperti kecoak, lalat, rayap, dan semut.
Artinya, jika rumah sering didatangi banyak serangga, kemungkinan besar kelabang juga akan ikut muncul.
Kurangi Kelembapan Jadi Langkah Paling Penting
Salah satu cara paling efektif mencegah kelabang masuk rumah adalah menjaga kondisi rumah tetap kering.
Area yang lembap seperti kamar mandi, gudang, bawah wastafel, hingga garasi sering menjadi lokasi favorit kelabang untuk bersembunyi.
Karena itu, penghuni rumah disarankan segera memperbaiki kebocoran pipa, membersihkan saluran air, dan memastikan sirkulasi udara berjalan baik.
Beberapa ahli pengendalian hama bahkan menyarankan penggunaan dehumidifier untuk menjaga kelembapan udara tetap rendah, terutama di ruangan tertutup.
Selain itu, jangan biarkan pakaian basah, tumpukan kardus, atau kain lembap terlalu lama berada di sudut rumah karena bisa menjadi tempat persembunyian kelabang.
Tutup Semua Celah dan Lubang Kecil
Kelabang biasanya masuk melalui retakan kecil di dinding, ventilasi, celah pintu, hingga saluran air.
Karena itu, penting memeriksa seluruh bagian rumah dan segera menutup akses yang berpotensi menjadi jalur masuk hewan tersebut.
Jika dari luar rumah masih terlihat cahaya masuk melalui sela pintu atau jendela, berarti masih ada celah yang perlu diperbaiki.
Gunakan sealant, kawat kasa, atau penutup khusus untuk mencegah kelabang maupun serangga lain masuk ke dalam rumah.
Langkah sederhana ini juga membantu mengurangi risiko masuknya kecoak dan nyamuk.
Bersihkan Lingkungan Rumah Secara Rutin
Lingkungan rumah yang kotor dan penuh barang menumpuk bisa menjadi tempat ideal bagi kelabang berkembang biak.
Daun kering, kayu lapuk, tumpukan sampah organik, hingga sudut rumah yang jarang dibersihkan menjadi lokasi favorit hewan tersebut.
Karena itu, halaman rumah perlu rutin dibersihkan agar tidak menjadi sarang serangga kecil yang nantinya menarik perhatian kelabang.
Membersihkan saluran air dan got juga penting dilakukan untuk mencegah kelembapan berlebih di sekitar rumah.
Beberapa orang juga menggunakan cuka atau cairan tertentu untuk membersihkan saluran pembuangan agar kelabang tidak muncul dari area tersebut.
Gunakan Bahan Alami dan Perangkap
Selain menjaga kebersihan rumah, beberapa bahan alami juga dipercaya membantu mengusir kelabang.
Tanah diatom atau diatomaceous earth misalnya, sering digunakan untuk membasmi berbagai jenis serangga termasuk kelabang.
Bubuk ini bekerja dengan merusak lapisan tubuh serangga hingga membuatnya mati perlahan.
Cara penggunaannya cukup mudah, yakni dengan menaburkan bubuk di sudut lembap, dekat celah pintu, atau area yang sering dilewati kelabang.
Selain itu, perangkap lengket juga dapat dipasang di area rawan untuk menangkap kelabang yang berkeliaran pada malam hari.
Beberapa penghuni rumah juga memanfaatkan campuran sabun cair dan air sebagai semprotan sederhana untuk mengusir serangga di area tertentu.
Jangan Abaikan Kehadiran Serangga Lain
Karena kelabang memakan serangga kecil, maka membasmi sumber makanannya juga sangat penting.
Jika rumah masih dipenuhi kecoak, rayap, atau semut, kemungkinan kelabang akan terus datang meski sudah diusir berkali-kali.
Karena itu, menjaga rumah tetap bersih dan bebas hama menjadi solusi jangka panjang paling efektif.
Banyak pengguna internet juga menyarankan penanganan menyeluruh terhadap hama rumah agar serangga tidak kembali muncul dari titik lain.
Dengan menjaga kebersihan rumah, mengurangi kelembapan, dan menutup akses masuk, risiko kemunculan kelabang bisa ditekan secara signifikan.
Editor : Muhammad Azlan Syah