Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Kabar Duka dari Dunia Satwa, Merpati Hijau Timor Kini Tinggal Sedikit dan Terancam Punah Selamanya

Amaliya Syafithri • Jumat, 15 Mei 2026 | 13:58 WIB
Perburuan liar dan hilangnya hutan membuat Merpati Hijau Timor berada di ambang kepunahan global. Jika tidak diselamatkan, dunia bisa kehilangan spesies langka ini selamanya. (Sumber: Instagram @mongabayindonesia)
Perburuan liar dan hilangnya hutan membuat Merpati Hijau Timor berada di ambang kepunahan global. Jika tidak diselamatkan, dunia bisa kehilangan spesies langka ini selamanya. (Sumber: Instagram @mongabayindonesia)

RADARBONANG.ID - Dunia konservasi satwa liar kembali mendapat kabar yang memprihatinkan.

Salah satu burung endemik Indonesia yang terkenal karena warna hijaunya yang mencolok, Merpati Hijau Timor, kini dilaporkan telah punah di wilayah Indonesia.

Burung bernama ilmiah Treron psittaceus ini sebelumnya hidup di kawasan Pulau Timor dan menjadi bagian penting dari ekosistem hutan tropis di wilayah tersebut.

Namun dalam beberapa dekade terakhir, populasinya terus menurun hingga nyaris tidak lagi ditemukan di habitat aslinya di Indonesia.

Kini, keberadaan spesies tersebut diyakini mungkin hanya tersisa dalam jumlah sangat kecil di wilayah Timor Leste.

Baca Juga: MPR Putuskan Final Lomba Cerdas Cermat Kalbar Diulang Usai Viral Polemik Penilaian Juri

Jika kondisi ini terus berlanjut tanpa langkah penyelamatan serius, dunia berisiko kehilangan salah satu spesies burung unik Asia Tenggara untuk selamanya.

Burung Endemik dengan Warna Hijau Cerah yang Ikonik

Merpati Hijau Timor dikenal memiliki penampilan yang sangat khas.

Tubuhnya didominasi warna hijau terang yang membuatnya terlihat menyatu dengan dedaunan hutan tropis.

Warna tersebut juga menjadi salah satu alasan mengapa burung ini dianggap sangat indah dan menarik perhatian banyak kolektor satwa.

Selain penampilannya yang unik, spesies ini juga termasuk burung endemik yang hanya hidup di kawasan tertentu, terutama Pulau Timor dan sekitarnya.

Karena wilayah penyebarannya terbatas, populasi Merpati Hijau Timor menjadi sangat rentan terhadap perubahan lingkungan dan aktivitas manusia.

Perburuan Liar Jadi Ancaman Besar

Salah satu penyebab utama penurunan populasi Merpati Hijau Timor adalah perburuan liar.

Burung ini sering diburu karena keindahan warna bulunya dan dianggap memiliki nilai tinggi di pasar gelap perdagangan satwa.

Meski termasuk spesies yang dilindungi, praktik perburuan ilegal masih terus terjadi di berbagai wilayah.

Banyak burung langka ditangkap untuk dijadikan hewan peliharaan eksotis atau diperdagangkan secara ilegal kepada kolektor.

Fenomena ini tidak hanya mengancam keberlangsungan Merpati Hijau Timor, tetapi juga berbagai satwa endemik Indonesia lainnya.

Habitat Alami Terus Menyusut

Selain perburuan, hilangnya habitat menjadi faktor lain yang mempercepat kepunahan spesies ini.

Pembukaan hutan untuk perkebunan, pembangunan permukiman, hingga aktivitas eksploitasi lahan membuat kawasan tempat hidup Merpati Hijau Timor semakin sempit.

Padahal, hutan tropis merupakan sumber utama makanan dan tempat berkembang biak bagi burung tersebut.

Ketika hutan rusak atau hilang, burung kehilangan tempat berlindung dan kesulitan bertahan hidup.

Kondisi ini membuat populasi yang sudah kecil menjadi semakin rentan terhadap kepunahan.

Punah di Indonesia Jadi Peringatan Serius

Status “punah di Indonesia” menjadi sinyal serius bagi dunia konservasi.

Hilangnya Merpati Hijau Timor dari wilayah Indonesia menunjukkan bahwa ancaman terhadap satwa liar bukan lagi sekadar kemungkinan, melainkan sudah terjadi secara nyata.

Banyak aktivis lingkungan menilai kasus ini sebagai pengingat bahwa perlindungan satwa dan hutan tidak boleh dianggap sepele.

Jika tidak ada tindakan nyata, bukan tidak mungkin spesies-spesies lain akan mengalami nasib serupa di masa depan.

Konservasi Lintas Negara Dinilai Sangat Penting

Karena populasi yang tersisa diduga berada di wilayah Timor Leste, upaya konservasi lintas negara menjadi sangat penting.

Kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Timor Leste dinilai diperlukan untuk menjaga habitat tersisa sekaligus mencegah perburuan ilegal terus berlangsung.

Selain perlindungan habitat, edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga satwa endemik juga menjadi bagian penting dalam upaya penyelamatan spesies langka.

Tanpa langkah cepat dan serius, kemungkinan Merpati Hijau Timor hilang sepenuhnya dari muka Bumi akan semakin besar.

Kehilangan Satu Spesies Berarti Kehilangan Bagian Ekosistem

Kepunahan satwa bukan hanya soal hilangnya satu jenis hewan.

Setiap spesies memiliki peran tertentu dalam menjaga keseimbangan ekosistem, termasuk membantu penyebaran biji tumbuhan dan menjaga rantai makanan alami.

Ketika satu spesies menghilang, keseimbangan alam juga ikut terganggu.

Karena itu, perlindungan terhadap satwa liar sebenarnya bukan hanya untuk menjaga keindahan alam, tetapi juga untuk mempertahankan kestabilan lingkungan bagi kehidupan manusia sendiri.

Baca Juga: Timnas Indonesia U-17 Tersingkir dari Piala Asia U-17 2026, Kurniawan Dwi Yulianto Minta Maaf dan Siap Bertanggung Jawab

Alarm bagi Masa Depan Keanekaragaman Hayati Indonesia

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat keanekaragaman hayati terbesar di dunia.

Namun kasus Merpati Hijau Timor menjadi alarm bahwa kekayaan alam tersebut bisa hilang jika tidak dijaga dengan serius.

Perburuan liar, kerusakan hutan, dan lemahnya pengawasan masih menjadi tantangan besar dalam upaya konservasi.

Pada akhirnya, nasib Merpati Hijau Timor menjadi pengingat bahwa kepunahan bukanlah cerita masa lalu, melainkan ancaman nyata yang kini terjadi di depan mata.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Merpati Hijau Timor #burung endemik Timor #satwa terancam punah #konservasi burung Indonesia #Treron psittaceus