Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Banyak yang Masih Bingung soal Koperasi Merah Putih, Padahal Cara Kerjanya Mirip Patungan Bareng Teman

M. Afiqul Adib • Selasa, 12 Mei 2026 | 14:23 WIB
penjelasan sederhana tentang Koperasi Merah Putih, cara kerjanya, dan siapa yang diuntungkan. (Photo by Randy Fath on Unsplash)
penjelasan sederhana tentang Koperasi Merah Putih, cara kerjanya, dan siapa yang diuntungkan. (Photo by Randy Fath on Unsplash)

RADARBONANG.ID – Banyak orang sering mendengar istilah Koperasi Merah Putih, tetapi masih bingung memahami cara kerjanya.

Padahal kalau dijelaskan dengan “bahasa bayi”, konsep koperasi sebenarnya cukup sederhana.

Bayangkan ada sekelompok teman yang sepakat untuk saling membantu supaya bisa punya usaha bersama.

Mereka patungan uang sedikit demi sedikit, lalu uang itu dipakai untuk menjalankan usaha.

Keuntungan yang didapat nantinya tidak hanya dinikmati satu orang, tetapi dibagi bersama sesuai aturan yang disepakati.

Baca Juga: Pengendara Motor Tipe Ini Bikin Orang Geleng Kepala, dari Perokok sampai Motor Tanpa Lampu Malam Hari

Nah, sesederhana itulah gambaran dasar koperasi.

Karena itu, koperasi sering disebut sebagai ekonomi gotong royong.

Apa Itu Koperasi Merah Putih?

Koperasi Merah Putih adalah bentuk kerja sama ekonomi yang dibangun dengan semangat kebersamaan dan gotong royong.

Artinya, koperasi bukan milik satu orang kaya atau satu bos besar saja.

Tetapi milik bersama.

Semua anggota punya hak untuk ikut menentukan keputusan dan ikut menikmati hasil usaha.

Karena itu dalam koperasi, setiap anggota dianggap penting.

Tidak peduli modalnya besar atau kecil, semua tetap punya suara dalam pengambilan keputusan.

Inilah yang membuat koperasi berbeda dari perusahaan biasa.

Kalau perusahaan biasanya fokus mencari keuntungan untuk pemilik modal terbesar, koperasi justru lebih fokus pada kesejahteraan anggotanya.

Kenapa Disebut Sistem “Rame-Rame”?

Karena inti koperasi memang kebersamaan.

Bayangkan ada 100 orang yang masing-masing menyetor uang Rp10 ribu.

Kalau dikumpulkan, uangnya jadi besar dan bisa dipakai membuka usaha.

Misalnya:

Kalau usaha itu untung, hasilnya nanti dibagi kembali ke anggota.

Jadi bukan cuma satu orang yang menikmati keuntungan.

Semua ikut merasakan manfaatnya.

Karena itu koperasi sering dianggap sebagai contoh nyata ekonomi kerakyatan.

Cara Kerja Koperasi dengan Bahasa Paling Sederhana

Supaya lebih mudah dipahami, bayangkan ada sebuah celengan besar milik bersama.

Semua anggota memasukkan uang ke dalam celengan itu sesuai kemampuan masing-masing.

Setelah terkumpul, uang tersebut dipakai untuk menjalankan usaha.

Misalnya membuka warung.

Dari warung itu nanti ada keuntungan.

Nah, keuntungan tersebut kemudian dibagikan lagi kepada anggota sesuai aturan koperasi.

Dalam dunia koperasi, pembagian hasil usaha biasanya disebut SHU atau Sisa Hasil Usaha.

Jadi anggota tidak hanya menjadi “penonton”, tetapi juga ikut memiliki usaha tersebut.

Kenapa Banyak Orang Suka Konsep Koperasi?

Karena koperasi dianggap lebih adil dan dekat dengan masyarakat kecil.

Banyak orang yang mungkin sulit membuka usaha sendiri akhirnya bisa ikut berkembang lewat sistem gotong royong ini.

Selain itu, koperasi biasanya juga lebih fokus memenuhi kebutuhan lokal masyarakat.

Misalnya:

Karena orientasinya kebersamaan, koperasi sering dianggap lebih manusiawi dibanding sistem bisnis yang terlalu kompetitif.

Semua Anggota Punya Hak Bicara

Salah satu hal paling unik dari koperasi adalah sistem pengambilan keputusannya.

Kalau di perusahaan biasa keputusan sering ditentukan pemilik modal terbesar, di koperasi semua anggota punya hak suara.

Artinya, keputusan penting biasanya dibahas bersama melalui rapat anggota.

Karena itu koperasi sering disebut sebagai sistem ekonomi demokratis.

Bukan yang paling kaya yang paling berkuasa.

Tetapi semua anggota dianggap punya peran yang sama pentingnya.

Koperasi Tidak Selalu Soal Uang

Banyak orang mengira koperasi hanya soal simpan pinjam atau pinjam uang.

Padahal koperasi sebenarnya punya fungsi lebih luas.

Koperasi bisa menjadi:

Karena itu, di banyak daerah koperasi sering menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat kecil.

Kenapa Koperasi Dianggap Penting untuk Indonesia?

Indonesia sejak dulu dikenal punya budaya gotong royong yang kuat.

Dan koperasi dianggap sangat cocok dengan nilai tersebut.

Karena inti koperasi bukan saling mengalahkan, tetapi tumbuh bersama.

Dalam koperasi, keuntungan bukan hanya soal uang besar.

Tetapi juga soal bagaimana banyak orang bisa sama-sama berkembang.

Itulah kenapa koperasi sering disebut sebagai bentuk nyata ekonomi kerakyatan.

Dari Hal Kecil Bisa Jadi Besar

Pada akhirnya, konsep koperasi sebenarnya mengajarkan satu hal sederhana:

Baca Juga: Kenapa Dolar Naik Bisa Bikin Rakyat Kecil Makin Susah? Ini Penjelasan Sederhananya yang Mudah Dipahami

Kalau banyak orang bekerja bersama, hal kecil bisa berubah menjadi sesuatu yang besar.

Dari iuran kecil, bisa lahir usaha bersama.

Dari kebersamaan, bisa muncul keuntungan untuk banyak orang.

Dan dari gotong royong, masyarakat bisa punya kekuatan ekonomi yang lebih mandiri.

Karena itu, meski terdengar sederhana, koperasi sebenarnya punya peran besar dalam membantu masyarakat tumbuh bersama. (*)


Caption:

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Koperasi Merah Putih #cara kerja koperasi #ekonomi kerakyatan #koperasi Indonesia #pengertian koperasi