Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Pengendara Motor Tipe Ini Bikin Orang Geleng Kepala, dari Perokok sampai Motor Tanpa Lampu Malam Hari

M. Afiqul Adib • Selasa, 12 Mei 2026 | 07:17 WIB
Ternyata ibu-ibu bukan satu-satunya “villain” di jalan raya. Dari pengendara perokok sampai motor tanpa lampu malam hari, semuanya punya kemampuan bikin emosi naik tanpa aba-aba. (ilustrasi)
Ternyata ibu-ibu bukan satu-satunya “villain” di jalan raya. Dari pengendara perokok sampai motor tanpa lampu malam hari, semuanya punya kemampuan bikin emosi naik tanpa aba-aba. (ilustrasi)

RADARBONANG.ID – Sudah hampir sembilan bulan terakhir saya rutin bolak-balik Lamongan–Mojokerto menggunakan motor. Aktivitas itu sekarang terasa seperti ritual wajib setiap akhir pekan.

Mulai dari isi bensin, cek tekanan ban, memastikan jas hujan masih ada di jok, sampai menyiapkan mental menghadapi kondisi jalan raya Jawa Timur yang kadang lebih plot twist daripada sinetron azab.

Dan dari sekian banyak perjalanan itu, saya akhirnya sadar satu hal penting: ternyata ibu-ibu bukan satu-satunya tokoh antagonis di jalan raya.

Memang benar, stereotype “ibu-ibu belok kiri sein kanan” sudah terlalu melegenda untuk dibantah. Bahkan sudah seperti karakter default dalam dunia permotoran Indonesia.

Baca Juga: Setelah Penantian Panjang, Snapseed 4.0 Akhirnya Hadir di Android dengan Fitur Editing Profesional Baru

Tapi kalau mau jujur, masih ada beberapa spesies pengendara lain yang level menyebalkannya juga nggak kalah bikin tekanan darah naik.

Berikut empat tipe pengendara motor yang menurut pengalaman pribadi, sukses bikin pengendara lain ingin tarik napas panjang sambil istigfar di balik helm.

Pengendara Perokok, Jalan Raya Bukan Ruang Smoking Area

Saya benar-benar tidak paham bagaimana cara berpikir orang yang tetap santai merokok sambil naik motor.

Mereka seperti merasa hidup terlalu singkat untuk berhenti merokok lima menit saja.

Akhirnya, rokok tetap menyala di tangan kiri, motor tetap melaju, lalu asap dan abu beterbangan bebas ke belakang mengenai pengendara lain.

Masalahnya, yang kena dampak bukan mereka sendiri.

Kalau ditegur, biasanya jawabannya juga khas sekali. “Kan pakai helm.” Lah, terus kalau bara rokok mental ke mata orang di belakang bagaimana? Apa helm punya fitur anti-bara api?

Belum lagi tidak semua orang tahan dengan asap rokok. Ada yang langsung sesak napas ketika menghirupnya terlalu dekat. Istri saya salah satunya.

Makanya saya selalu heran, kenapa masih banyak orang merasa merokok di jalan raya itu sesuatu yang normal. Padahal jalan itu ruang publik, bukan tongkrongan pribadi.

Pengguna Knalpot Brong, Semakin Berisik Semakin Bangga

Kalau ada kompetisi suara paling mengganggu di jalan raya, knalpot brong jelas masuk nominasi utama.

Jujur saja, sampai sekarang saya masih belum menemukan bagian “kerennya” di mana.

Setiap ada motor dengan suara menggelegar lewat, reaksi saya cuma satu: nengok sambil bilang pelan, “arek ganteng bebas.”

Iya, bebas melakukan apa saja. Termasuk bikin satu kampung kaget tengah malam.

Dulu ada teman yang mencoba menjelaskan filosofi knalpot brong ke saya.

Katanya, tujuan suara keras itu supaya kendaraan lain otomatis minggir, jadi motor bisa lebih cepat lewat.

Saya cuma bisa diam beberapa detik lalu mikir, “Ini logika dari planet mana?”

Karena kalau begitu konsepnya, strobo mobil sipil juga berarti sah dong? Toh sama-sama bikin orang minggir.

Padahal mayoritas orang bukan minggir karena kagum, tapi karena kaget dan terganggu.

Belum lagi kalau lewat gang kecil malam-malam. Suaranya bisa membangunkan bayi, kucing, ayam, sampai tetangga yang belum move on.

Pengendara Tanpa Spion, Belok Pakai Feeling

Nah, kalau tipe ini biasanya punya satu kemampuan khusus: belok tanpa dosa.

Mereka motoran tanpa spion, lalu pindah jalur seenaknya sendiri.

Mau belok kiri atau kanan, semua dilakukan berdasarkan intuisi dan keyakinan hati.

Padahal spion itu bukan aksesori tambahan biar motor terlihat racing.

Fungsinya penting untuk melihat kondisi belakang sebelum pindah jalur atau berbelok.

Tapi entah kenapa masih banyak yang merasa spion tidak diperlukan.

Akibatnya pengendara di belakang sering dibuat kaget karena motor depan tiba-tiba menikung tanpa aba-aba.

Kadang saya mikir, mungkin mereka percaya hidup ini harus dijalani tanpa menoleh ke belakang. Masalahnya ini jalan raya, bukan quotes motivasi.

Motor Tanpa Lampu Malam Hari, Ini Bukan Ninja Mode

Kalau yang satu ini levelnya sudah bukan menyebalkan lagi, tapi membahayakan.

Saya benar-benar bingung bagaimana ada orang yang tetap pede naik motor malam hari tanpa lampu utama menyala.

Mereka melaju begitu saja di tengah gelap, lalu muncul mendadak seperti hantu side quest di game open world.

Pengendara lain jadi kesulitan melihat keberadaan mereka. Dan mereka sendiri juga pasti tidak bisa melihat jalan dengan jelas.

Bukankah itu sama saja mengundang bahaya?

Yang bikin heran, harga lampu motor sebenarnya juga tidak mahal-mahal amat. Tidak sampai harus menjual sawah keluarga.

Kalau memang belum sempat ganti lampu, minimal jangan dipakai dulu motorannya malam-malam.

Atau pakai senter HP sementara juga lebih mending daripada nekat gelap-gelapan di jalan raya.

Baca Juga: Setelah Penantian Panjang, Snapseed 4.0 Akhirnya Hadir di Android dengan Fitur Editing Profesional Baru

Jalan Raya Butuh Empati, Bukan Cuma Skill Berkendara

Pada akhirnya, masalah terbesar di jalan raya sering kali bukan soal kemampuan mengendarai motor, tapi soal empati.

Empati untuk sadar bahwa jalan dipakai bersama. Bahwa tindakan kecil seperti merokok sambil berkendara, memakai knalpot brong, melepas spion, atau menyalakan lampu ternyata bisa berdampak ke keselamatan dan kenyamanan orang lain.

Ibu-ibu memang sering dijadikan meme jalan raya. Tapi empat tipe pengendara tadi juga layak masuk daftar karakter paling bikin emosi.

Kalau bertemu mereka di jalan, satu-satunya yang bisa dilakukan memang cuma sabar, tarik napas, lalu berharap semoga suatu hari mereka sadar kalau jalan raya bukan milik pribadi. (*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#pengendara motor menyebalkan #tipe pengendara motor #motor tanpa spion #pengendara motor perokok #knalpot brong